Senin, 18 Februari 2019


Olahan Kripik Berbagai Rasa ala KWT Payung Sari Aji

22 Jan 2019, 14:31 WIBEditor : Yulianto

KWT Payung Sari Aji dengan kripik hasil produksi | Sumber Foto:Wasis

Kalangan ibu rumah tangga membuat olahan pangan kripik berbahan baku pisang, singkong, ubi jalar, talas dan pepaya.

TABLOIDSINARTANI.COM, Cilacap---Ada yang berbeda saat menyambangi Desa Bulupayung, Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah. Sejumlah ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Payung Sari Aji, kini memberikan nuansa industri di desa tersebut.

Mereka kini tak lagi sebatas mengurus dapur untuk keluarganya. Kaum hawa tersebut kini telah memproduksi bahan pangan berbahan baku lokal. Bahkan hasil produksinya memberikan penghasilan tambahan untuk kehidupan keluarga.

Kalangan ibu rumah tangga tersebut membuat olahan pangan kripik berbahan baku pisang, singkong, ubi jalar, talas dan pepaya. Aneka olahan kripik itu bahan bakunya diperoleh dari hasil panen petani disekitar Desa Bulupayung, Kesugihan, Cilacap.

"Kami saat ini pengembangan aneka olahan kripik dengan inovasi berbagai rasa sesuai pesanan konsumen," ujar Ketua KWT Payung Sari Aji, Warsinah didampingi Bendaharanya Sukini.  

Sukini menjelaskan, ide pembuatan cemilan ini bermula dari produksi aneka olahan kripik di ibu kota Jakarta. Kemudian, setelah kembali ke daerah, bersama anggota KWT membuat pangan olahan beruka kripik. Untuk pemasarannya secara rutin ke warung-warung, selain itu juga menerima pesanan untuk acara hajatan.

"Kami menerima pesanan kripik berbagai rasa sesuai selera pembeli, seperti rasa balado. Harga yang ditawarkan cukup terjangka per kilogram sekitar Rp 17 ribu sampai Rp 22 ribu," jelasnya.

Diceritakan Sukini, untuk 50 kg bahan baku, akan menghasilkan sekitar 30 kg kripik. Dengan bahan baku harga berkisar Rp 2.000-4.000/kg, lalu ditambahkan bumbu bawang putih, garam dan gula serta minyak goreng.

KWT ini mulai merintis usaha berskala rumah tangga sejak beberapa tahun yang lalu. Sementara, produk keripik pepaya bila ada pesanan mengingat stok bahan bakunya terbatas. KWT yang telah berdiri sejak 21 Agustus 2004 tersebut, dengan sekretariat di Dusun Pasanggiri, Desa Bulupayung.

KWT beranggotakan 31 orang, dibina Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Vita Kurnia Yuliasih Wilayah Binaan (Wilbin) Desa Bulupayung, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Menurut Yuliasih, pengurus dan anggota KWT kini telah banyak mengubah peran perempuan menjadi semakin produktif.

KWT dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung agribisnis produk olahan hasil pertanian. Untuk mempererat silaturahmi serta komunikasi antar anggota, para wanita tani sudah rutin mengadakan kumpulan setiap sebulan sekali.

"Kami sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan setiap ada pertemuan diusahakan hadir, untuk memotivasi para ibu-ibu dalam memproduksi aneka olahan kripik," pungkasnya.

Reporter : Wasis
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018