Sabtu, 25 Mei 2019


Mari Berburu Durian Lokal di Festival Durian Banjar, Kalsel

22 Jan 2019, 23:12 WIBEditor : Gesha

Direktur Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian Sarwo Edhy (berbaju batik) mencoba durian lokal Banjar | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

varietas unggulan lokal dari Banjar yang diakui sebagai varietas unggulan nasional seperti Si Japang, Si Hijau, dan Si Dodol. Saat ini juga sedang didaftarkan 8 varietas lainnnya Si kolam, Si Pengantin, Bamban Paman Birin, Si Idangan, Dodol Mascinta,

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjar --- Bagi pecinta durian,  Festival Durian dan Gelar Buah Eksotik ke- 5 yang digelar Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan jangan sampai terlewatkan. Beragam durian lokal bisa dicoba disini.

 

Bertempat di lokasi Wisata Danau Tamiang Desa Mandi Kapau Barat, Kecamatan Karang Intan, acara tersebut juga untuk mencari data potensi dan varietas unggulan yang ada di Kabupaten Banjar. 

"Saat saya berkeliling, setidaknya ada 11 varietas durian di Banjar ini dan rasanya luar biasa. Ini harus terus dikembangkan," kata Direktur Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian Sarwo Edhy saat mengelilingi lokasi acara, Selasa (22/1).

Festival ini sebagai sarana promosi wisata yang dikembangkan sehingga lokasi tersebut bisa menjadi agrowisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Kabupaten Banjar merupakan daerah sentra produksi di Propinsi Kalimantan Selatan. 

"Kontes Durian hari ini sekaligus dipadukan dengan Gelar Buah Eksotik Banjar dan pelaksanaannya dipilih di lokasi wisata Danau Tamiyang. Hal ini dimaksudkan sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga berdampak terhadap peningkatan ekonomi warga setempat", ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry.

Terdapat varietas unggulan lokal dari Banjar yang diakui sebagai varietas unggulan nasional seperti Si Japang, Si Hijau, dan Si Dodol. Saat ini juga sedang didaftarkan 8 varietas lainnnya Si kolam, Si Pengantin, Bamban Paman Birin, Si Idangan, Dodol Mascinta,  Si Gantang , Si Gading, Si Hintalu, Si Kuning Janar, Si Penyangat Kuning.

Untuk diketahui, Kabupaten Banjar saat ini merupakan sentra produksi durian di Kalimantan Selatan.

Terdapat enam kecamatan merupakan sentra produksi durian, yaitu Karang Intan, Aranio, Simpang Empat, Pengaron, Sambung Makmur dan Sungai Pinang. Khusus untuk Kecamatan Karang Intan, daerah ini terkenal sebagai daerah penghasil durian terbesar di Kabupaten Banjar.

Semakin Berkembang

Melihat potensi durian lokal Banjar yang sangat melimpah, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura akan terus mendorong pengembangannya di masyarakat. 

Sarwo Edhy meyakini secara agroklimat durian bisa dikembangkan dan menjadi komoditas andalan. Ia berharap, sinergi antara pusat dan daerah terus dilakukan, karena Kementan tengah menggalakkan mengembangkan hortikultura baik dalam bentuk dukungan benih, alsintan, pestisida dan bantuan pasca panen. "Kabupaten Banjar diharapkan terus mengembangkan sentra durian. Ke depan direncanakan buah-buah lokal dikembangkan menjadi ikon daerah," jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Muhammad Fachry menuturkan sejauh ini dukungan Kementerian Pusat bagus terhadap pengembangan hortikultura. Demikian halnya dengan penyuluh pertanian yang sangat aktif guna pengembangan durian ini. Potensinya juga semakin baik bahkan sekarang penanganan pasca panen menjadi perhatian untuk meningkatkan nilai jual. 

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Mandi Kapau ini sangat luar biasa sekali dan bisa menjadi durian khas bumi Kalimantan Selatan. Bahkan ia meyakinkan kualitasnya bisa tandingkan dengan daerah lain. Dirinya beserta jajaran pun siap untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian untuk pengembangan durian.

Turut hadir dalam festival ini Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Erizal Jamal, Raudhatul Wardiah Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Iqbal, Kepala DinasTPH Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, Dewan Juri, Staf Ahli, Assisten dan Ka SKPD, Kepala Desa se-Kecamatan Karang Intan, PPL dan Mantri Tani se-Kabupaten Banjar.

 

Reporter : Dessy Puspitasari
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018