Jumat, 22 Februari 2019


Budidaya ‘Microgreens’ Banyak Untungnya

28 Jan 2019, 12:49 WIBEditor : Yulianto

Bahan untuk budidaya Microgreens | Sumber Foto:Putri Yudhia

Microgreens ini dapat secara langsung dikonsumsi tanpa diolah atau dimasak, sehingga kesegaran sayuran setelah panen dapat langsung dirasakan konsumen

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Seiring dengan trend gaya hidup sehat, berbagai variasi makanan sehat pun kini bermunculan. Indonesia dengan segala potensi kekayaan alam yang ada, menjadikannya kaya pula akan variasi pangan sehat.

Selain itu, kini konsumsi sayur pun telah banyak kembali digemari. Setelah adanya sayur organik, kini microgreens hadir dengan inovasi konsumsi pangan sayur dalam jumlah yang sedikit namun kandungan gizi lebih tinggi.

Pertanyaannya apa sih microgreens?  Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah persemaian dan muncul daun mudanya. Microgreens ini dapat secara langsung dikonsumsi tanpa diolah atau dimasak, sehingga kesegaran sayuran setelah panen dapat langsung dirasakan konsumen.

Cara Budidaya

Bagaimana cara membudidayakan microgreens ini? untuk kegiatan bubidaya cukup mudah, media tanam yang disiapkan rock wool, zeolite, vermikulit, arang sekam ataupun cocopeat yang disiapkan dalam wadah kecil dapat berupa pot, kemudian diberi air hingga basah.

Benih langsung ditabur diatas media tanam secara merata. Kemudian ditutup selama 2 hari untuk mempercepat perkecambahan. Penyiramannya dapat dilakukan setiap hari menggunakan sprayer agar tidak merusak tanaman. Penanganan hama penyakitnya pula dapat lebih intens karena dalam skala yang kecil.

“Hamanya sendiri masih belum ada karena masih kecil, kalau penyakit dapat saja terserang jamur yang penting media tanam maupun tanamannya harus tetap steril dan terjaga kelembabannya,” ujar Indra salah satu anggota tim Taman Agro Inovasi (Tagrinov) Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Bogor pada saat sosialisasi microgreens kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kenanga” dan karang taruna Cimanggu Kecil, Cimanggu.

Benih yang dapat ditanam untuk konsumsi adalah tanaman sayuran. Diantaranya bayam merah, kale, arugula, bit, kemangi, brokoli, parsley serta lobak. Untuk pengolahannya, hasil panen microgreens dapat dijadikan pelengkap isi burger, garnish, salad, serta jus.

Keuntungan

Keuntungan microgreens, pertama yaitu menarik dan mudah dibudaya.  Ukurannya yang kecil dapat diletakkan di sudut rumah sebagai hiasan. Untuk setiap tanaman tinggi berbeda. Namun, rata-rata tingginya 5 cm atau paling tinggi 10 cm tinggi.

Kalau terlalu tinggi nanti kandungan gizinya dapat hilang. Panennya dengan cara digunting, akarnya dihilangkan,” ujar Indra seraya menambahkan bahwa tinggi tanaman microgreens sendiri dipengaruhi oleh intensitas cahaya.

Kedua, bernilai jual tinggi karena dengan modal kurang dari Rp 10 ribu untuk satu pot kecil microgreens ternyata dapat dijual dengan harga Rp 25 ribu. Ketiga, mengandung mineral dan vitamin lebih tinggi dari tanaman sayur yang biasa. Berdasarkan hasil riset dari University of Maryland, microgreens bisa mengandung nutrisi sampai 40 kali lebih banyak per satuan beratnya dari tanaman sejenis yang dipanen pada usia normalnya. Daun yang baru tumbuh dipercaya masih memiliki kandungan gizi yang banyak dibandingkan dengan yang sudah dipakai untuk masa pertumbuhannya.

Keempat, dapat dipelihara di dalam ruangan, tidak membutuhkan lahan yang luas. Karena memang media tanamnya dapat berupa pot atau wadah kecil sehingga dapat dipindahkan sesuaikan kebutuhan.

Kelima, dapat ditanam sepanjang tahun karena setelah panen masih dapat menanam lagi, karena tidak tergantung pada musim. Keenam, dapat dipanen dalam waktu yang singkat yaitu hanya 10-14 hari karena memang ukurannya yang kecil.

Menikmati hasil microgreens ini tidaklah sulit, karena dapat dicoba di rumah sendiri dengan tidak bergantung pada luasan lahan. Microgreens ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia serta perubahan pola konsumsi dari porsi banyak ke porsi yang kecil namun gizinya masih dapat dirasakan.  

Indra menjelaskan, sebenarnya untuk setiap tanaman ada kandungan gizi yang akan hilang saat tanaman itu tumbuh dewasa. Namun, dengan microgreens ini kandungan gizi pada tanaman atau dalam hal ini khususnya sayuran dapat secara optimal di konsumsi. 

 

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018