Jumat, 21 Juni 2019


Berwisata ke Kota Hujan, Yuk Berkunjung ke Museum Pertanian !

20 Mar 2019, 16:24 WIBEditor : Yulianto

Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro (kiri) di salah satu lokasi Museum Pertanian | Sumber Foto:Clara

Koleksi yang dipamerkan beragam, dari mulai pertanian masa lalu hingga pertanian yang akan datang

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Jika Anda sedang berwisata ke Kota Hujan Bogor, maka sempatkan lah berkunjung ke Museum Pertanian. Di sana, Anda bukan hanya bisa mendapatkan pengetahuan mengenai pertanian zaman old, tapi juga pertanian zaman now.

Sesuai temanya "Connecting the Past to the Future", memang Museum Pertanian ini dibuat konsep bukan hanya mengenalkan masa lalu pertanian, tapi juga bagaimana pertanian era sekarang dan mada depan.

Jika Anda ingin ke Museum Pertanian, lokasinya juga mudah dijangkau.  Posisinya tepat berada di depan Museum Zoologi dan dekat pintu masuk utama Kebun Raya Bogor. Museum Pertanian sendiri merupakan museum yang dibangun dan dikelola Kementerian Pertanian.

Koleksi yang dipamerkan beragam, dari mulai pertanian masa lalu hingga pertanian yang akan datang. “Museum itu karakternya harus hidup, bukan difungsikan sebagai tempat menyimpan (gudang),” ujar mantan Menteri Pertanian, Sjarifuddin Baharsjah saat Persiapan Launching Museum Pertanian di Bogor, Rabu (20/3).

Museum Pertanian terbagi ke dalam 3 gedung. Gedung A adalah Museum Tanah yang sudah terdahulu di-launching Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Gedung C dan Gedung D adalah gedung Museum Pertanian yang memamerkan koleksi pertanian.

Di dalam Gedung C, terdapat tiga galeri yang dipamerkan. Galeri pertama (lantai 1) mengusung tema Peradaban. Di sini Anda bisa melihat bagaimana sejarah pertanian Indonesia. Mulai dari inskripsi, relief hingga replika rumah petani di Indonesia (petani di Jawa).

Untuk yang replika rumah petani, terdapat koleksi yang cukup menarik, yakni tempat tidur petani. Tempat tidur bukan sembarang, melainkan terdapat tempat penyimpanan gabah yang tersembunyi di dalamnya.

Jadi di masa penjajahan Jepang dulu, petani menyimpan hasil panennya di dalam tempat tidur agar tidak dirampas penjajah. Lalu atasnya ditutupi kasur atau kain,” kata Sekjen Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro saat mendampingi Sjarifuddin Baharsjah.

Galeri dua, yang menempati lantai dua bertemakan Komoditas dan Kebijakan. Di dalamnya Anda bisa mendapatkan koleksi mengenai kejayaan rempah di Indonesia. Seperti kita ketahui penjajah datang ke Indonesia karena tertarik akan rempahnya.

“Yang menarik di lantai dua ini selain koleksinya, ada gerai Coffee Corner,“ kata Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Informasi Pertanian, Lely  Nuryati. Dengan adanya Coffe Corner, nantinya pengunjung dapat mencicipi kopi asli asal bumi Nusantara.

Selain itu, terdapat pohon harapan. Jadi pengunjung dapat menulis harapannya disecarik kertas berbentuk buah-buahan dan sayuran, lalu digantung di pohon yang telah disediakan.

Di lantai tiga adalah galeri tiga yang bertemakan Masa Depan. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai pertanian modern itu seperti apa. Dari mulai Revolusi Industri di bidang pertanian, hingga maket Smart Green House dipamerkan. Bahkan di dalamnya terdapat fungsi helikopter dan drone untuk pertanian.

Di Gedung D, yang merupakan galeri 4, rencana menjadi ruang pamer Peternakan. Di dalam gedung ini bukan hanya koleksi dari peternakan yang ditampilkan, melainkan terdapat cinemanya. Video yang ditampilkan di dalam cinema adalah video yang terkait dengan pertanian di Indonesia. “Nanti di Gedung D ini juga akan ada rooftop-nya. Yang jelas saat ini masih dalam tahap penyempurnaan,” kata Lely.  

 

 

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018