Wednesday, 21 October 2026


Cokelat Couverture Lebih Sehat Daripada Cokelat Compound

24 Apr 2019, 17:16 WIBEditor : Gesha

Pilihlah cokelat couverture daripada cokelat compound untuk merasakan manfaat dari cokelat

Sebelum menyantap cokelat kemasan, cek labelnya. Jika terdapat cocoa mass dalam bahan pembuatnya, berarti cokelat tersebut menggunakan cokelat couverture. Namun jika di labelnya tertulis lemak nabati, berarti produk tersebut memakai cokelat compound.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Beberapa orang mungkin takut untuk mengkonsumsi cokelat dengan berbagai alasan. Mulai dari bikin rusak gigi, takut gemuk, kolesterol dan lainnya. Padahal, cokelat asli (couveture) jauh lebih sehat daripada cokelat campuran (compound).

"Cokelat itu kan identik dengan manis, itulah cokelat compound. Kalau cokelat couveture, aslinya pahit. Semakin pahit justru semakin sehat," ungkap salah satu pengusaha cokelat PWMP Chococraft Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Dwi Sartika kepada tabloidsinartani.com.

Dwi menuturkan selama ini masyarakat hanya mengenal cokelat compound dengan aneka ragam cokelat komersil. "Itu yang bisa bikin rusak gigi anak-anak," tuturnya.

Mengapa bisa berbeda jauh? Dwi menjelaskan jika cokelat couveture menggunakan lemak kakao asli. Sedangkan cokelat compound umumnya menggunakan lemak nabati sebagai pengganti lemak kakao.

"Ini (cokelat couveture) lebih sehat karena masih menggunakan lemak kakao asli. Lemak itulah yang bisa menjauhi kolesterol, mencegah jantung berbeda dengan yang cokelat coumpound," beber Dwi.

Untuk diketahui, bahan dasar pembuat cokelat adalah biji kakao. Dari 100 gram biji kakao, bisa diperoleh sekitar 80 gram cocoa mass atau cocoa liquor yang berbentuk pasta. Sementara itu, 20 gram sisanya berupa kulit biji kakao atau bahan-bahan tak terpakai lainnya. Cocoa liquor kemudian diproses menjadi 40 gram cocoa butter dan 40 gram cocoa powder (bubuk kakao). 

Semakin banyak cocoa butter, semakin encer dan mahal cokelat tersebut. Sementara itu, semakin banyak cocoa mass, cokelat akan semakin pahit dan murah.

Untuk bisa disebut cokelat couverture, persentase cocoa butter harus di antara 32-39%. Total persentase cocoa butter dan cocoa solid pun harus minimal 54%.

Cokelat couverture memang lebih enak dibanding cokelat compound. Namun cokelat couverture lebih cepat meleleh, sehingga tak mudah dibawa-bawa. Cokelat couverture sebaiknya disimpan di suhu 23 C.

Pada label cokelat couverture biasanya terdapat jumlah persentase kandungan cokelat, misalnya 74%. Jumlah ini menunjukkan campuran cocoa mass dan cocoa butter, misalnya 50?nding 24%. Sementara itu, sisanya sebanyak 26% bisa jadi terdiri dari gula, lesitin, dan vanili.

Sebelum menyantap cokelat kemasan, cek labelnya. Jika terdapat cocoa mass dalam bahan pembuatnya, berarti cokelat tersebut menggunakan cokelat couverture. Namun jika di labelnya tertulis lemak nabati, berarti produk tersebut memakai cokelat compound. 

Untuk menjaga kesehatan dan berat badan, pilihlah couverture dark chocolate dibanding cokelat compound yang mengandung lemak nabati. Sebab, kandungan cokelat dalam dark chocolate lebih tinggi dibanding milk chocolate dan white chocolate.

Sebaiknya juga, hindari white chocolate compound karena hanya terdiri dari gula dan susu bubuk tanpa kandungan cokelat sama sekali.

Reporter : NATTASYA
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018