Penyuluh dan petani di BPP Patok Beusi saat panen sosin
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Penyuluhan memiliki peran strategis untuk mencapai pembangunan pertanian. Melalui penyuluhan, kemampuan petani ditingkatkan agar mampu mengelola usaha tani secara produktif, efisien dan menguntungkan, serta mensejahterakan kehidupan petani, beserta keluarganya.

Namun Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengkhawatirkan saat ini penyuluhan pertanian sudah kehilangan marwahnya, sehingga kegiatan penyuluhan pertanian, terutama para penyuluh hanya memposisikan sebagai pegawai negara. Di Indonesia ada tiga kekuatan penyuluhan yakni, penyuluh PNS, penyuluh swasta dan penyuluh swadaya.
“Sayangnya posisi penyuluh swadaya masih di garda belakang. Sekarang bagaimana kita merumuskan sebuah konsep yang utuh dan holistik, sehingga ketiga kekuatan penyuluh ini menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan,” tuturnya saat Ngobrol Asik (Ngobras) Penyuluhan di Jakarta, Rabu (26/1).
Menurutnya, penyuluhan pertanian mempunyai fungsi ganda. Disatu pihak bertanggung jawab meningkatkan produksi yang merupakan keinginan dari pembangunan pertanian, Tapi dilain pihak, penyuluhan pertanian mempunyai tanggung jawab meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan demikian kata Entang, jika dalam program pembangunan pertanian ditambahkan dengan pembangunan petani dan unit analisisnya, kemudian diberikan kepada penyuluh pertanian, mestinya kesejahteraan petani bisa lebih cepat tercapai.
Namun yang terjadi pembangunan petani hanya dibebankan kepada Kementerian Pertanian. Padahal, faktanya di lapangan pembangunan petani adalah pembangunan yang sifatnya multi pihak, multi sektor. Artinya, tidak mungkin hanya bisa ditangani Kementerian Pertanian.
“Itu sebabnya saya berharap ada perubahan paradigma, karena pembangunan pertanian dan petani memang memiliki paradigma yang berbeda. Saya ingin melihat bagaimana penyuluhan pertanian bisa menjadi sebuah kata kunci mewujudkan tujuan pembangunan pertanian sekaligus tujuan pembangunan petani,” tuturnya.
Guru Petani
Entang menilai, penyuluh pertanian itu adalah guru petani. Dalam jangka pendek diharapkan dapat mengubah perilaku petani ke arah yang lebih baik. “Kalau kita bicara perilaku, ada sikap, ada tindakan dan ada pengetahuan mindset petani yang kita arahkan kepada pertanian 4.0,” tuturnya.
Di era milenial ini Entang menilai, pertanian 4.0 menjadi sebuah dasar penyusunan konsep yang lebih utuh dan konferehensif dalam kebijakan pembangunan pertanian. Karenanya, pembangunan petani dan pertanian harus dikemas dalam sebuah sistem.
Penyuluh pertanian katanya, harus terus menerus mengubah sifat petani yang selama ini subsisten menjadi pengusaha. Hal ini harus menjadi sebuah gerakan bersama. “Sikap yang berserah pada nasib harus digeser menjadi petani yang berorientasi masa depan. Petani harus diberi bekal tampil menjadi pengusaha,” katanya.
Sementara penyuluh pertanian perlu memahami bahwa dirinya adalah sosok guru dalam sistem pendidikan non formal. Karena itu pendidikan non formal yang ada dalam filosofi dasar penyuluhan pertanian harus menjadi sebuah pertimbangan dalam pengembangan ke depan.
Dalam sistem penyuluhan pertanian yang namanya guru harus mampu mengajarkan bukti nyata dan praktis, sehingga mudah dipahami petani. Bahkan kini penyuluh pertanian tidak terlampau penting mengajarkan materi yang sifatnya teoritis.
“Justru seabrek teori itu harus mampu diperas diambil sari patinya untuk disampaikan kepada petani dengan bahasanya petani,” ujarnya. Dengan jaman yang sudah berubah, lanjut Entang, metode pertanian harus menyesuaikan perubahan tersebut. Misalnya, proses pembelajaran yang semula tatap muka, mungkini kini berganti dengan during.
Selain itu persepsi penyuluhan pertanian lebih mengetahui dari petani, namun seiring kemajuan teknologi bisa saja petaninya lebih maju. Sebab, dunia internet memberi peluang bagi siapapun untuk berselancar mengetahui arus informasi. “Jadi gaya lama penyuluh pertanian harus ditinggalkan dan digantikan dengan tuntutan petani di era milenial,” katanya.
Tantangan lain bagi penyuluh pertanian dalam menjalankan tugas dan fungsinya yakni mempercepat terwujudnya kesejahteraan petani dan keluarganya. Sejatinya, kata Entang, penyuluh pertanian itu seorang guru yang tidak menggurui.