Senin, 18 November 2019


Tak Hanya Kentang, Kementan Jadikan Modoinding Kawasan Bawang Putih

15 Okt 2019, 13:01 WIBEditor : Gesha

Kementan terus meningkatkan produksi hortikultura Modoinding, Minahasa Selatan | Sumber Foto:HUMAS HORTIKULTURA

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Selatan - Kawasan Modoinding sudah lama dikenal sebagai daerah sentra hortikultura sayuran terbesar di Sulawesi Utara. Kecamatan yang identik dengan hasil pertanian ini menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Timur Indonesia bagi segala jenis sayuran seperti kentang, wortel, bawang daun, labu, tomat, bawang merah hingga bawang putih.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto saat menghadiri _Modoinding Potato Festival_ ke-6 (MPF) di Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (12/9) menyebut pihaknya pada tahun 2019 mengalokasikan sekitar Rp 13,5 miliar untuk pengembangan hortikultura di Minahasa Selatan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih, buah-buahan dan aneka sayuran. 

"Kawasan Modoinding selain cocok untuk kentang, juga sesuai untuk budidaya bawang putih. Tahun ini kami alokasikan 225 hektar bawang putih. Tahun depan rencana dialokasikan lagi 200 hektar. Jadi total akan ada sedikitnya 425 hektar bawang putih di Minahasa Selatan. Kita berharap kawasan ini menjadi salah satu sentra bawang putih terbesar di Sulawesi," kata Prihasto di depan ribuan masyarakat yang hadir menyaksikan Festival tersebut.

Khusus untuk kentang, Kawasan Modoinding memang tercatat sebagai produsen terbesar di daratan Pulau Sulawesi atau nomor 9 terbesar di Indonesia. Urat nadi kehidupan masyarakat Modoinding seolah tak bisa dilepaskan dari kentang dan sayuran lainnya. Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan di kawasan yang dikenal sebagai _"The kitchen of Business"_ Wilayah Indonesia bagian timur ini. 

"Festival tahun depan saya harapkan sudah bertambah lagi komoditas yang ditampilkan. Selain kentang, wortel, kubis dan bawang daun, kami berharap bisa ditampilkan hasil panen bawang putih," tambah pria yang sering dipanggil Anton tersebut.

Festival Kentang Modoinding VI diikuti ratusan peserta karnaval dari perwakilan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), perwakilan wilayah desa se-Modoinding serta dinas-dinas terkait. Ribuan pengunjung menyaksikan festival tahunan petani sayuran Modoinding tersebut.

Tak hanya berasal dari masyarakat Minahasa, tapi juga dari daerah-daerah lain bahkan mancanegara. "Festival kentang ini kami nilai sebagai langkah maju dan kreatif yang muncul dari rasa syukur dan kepedulian dari segenap masyarakat Modoinding yang telah dianugerahi Tuhan berupa sumber daya alam hortikultura yang melimpah ruah," tandas Anton. 

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto saat menghadiri _Modoinding Potato Festival_ ke-6 (MPF) di Desa Sinisir, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (12/9) menyebut pihaknya pada tahun 2019 mengalokasikan sekitar Rp 13,5 Miliar untuk pengembangan hortikultura di Minahasa Selatan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih, buah-buahan dan aneka sayuran. 

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu, pada kesempatan tersebut mengajak masyarakat Modoinding dan sekitarnya untuk terus mensyukuri anugerah Tuhan berupa alam yang subur dan sayuran yang melimpah. "Setiap tahun total pendapatan masyarakat dari hasil budidaya sayuran di kawasan ini bisa mencapai hampir 1 Trilyun. Pendapatan petani Modoinding juga menjadi yang tertinggi di Sulawesi Utara. Tak hanya kentang, Modoinding juga kaya dengan sayur mayur. Ini anugerah Tuhan yang harus selalu disyukuri," tuturnya 

Direktur Perbenihan Hortikultura sekaligus Plt. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Sukarman, ditempat yang sama mengatakan varietas kentang yang banyak dikembangkan petani Modoinding dikenal dengan Kentang SupeJohn. "Kentang unggul granola hasil mutasi alami tersebut ditemukan oleh salah seorang petani tulen warga Makaruyen Modoinding bernama Bapak John Walukow. Kentang varietas SupeJohn memiliki keunggulan diantaranya bentuk umbinya yang lonjong bagus, tidak mudah rusak, kulitnya tidak mudah terkupas dan ukuran umbinya yang cukup besar", terang Sukarman.

Jenis kentang tersebut sangat disukai petani maupun konsumen. "Varietas SupJohn sendiri sudah terdaftar di Kementerian Pertanian melalui SK Mentan Nomor 3936/Kpts/Sr.120 tahun 2013," pungkasnya.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Modoinding, Renly Liow, menyambut baik program pemerintah mengembangkan sayuran di daerahnya termasuk bawang putih. "Dulu disini juga pernah tanam bawang putih. Tapi sudah lama berhenti. Tahun 2018 lalu tercatat luas tanam 300 hektar bawang putih, setelah sekian lama tidak ada pertanaman", ujar Renly.

Sedangkan untuk kentang, petani sudah mampu untuk membuat olahan makanan berbahan dasar kentang seperti kripik, dodol, donat, dan sebagainya yang mampi menambah pendapatan petani Modoinding.

Secara Nasional, produksi kentang berdasaekan catatan statistik BPS sudah mencapai 1,28 juta ton atau naik 10,3% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1,16 juta ton. Khusus Minahasa Selatan, produksi kentang tahun 2018 mencapai 46 ribu ton, naik 19% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 36 ribu ton. Hal ini juga membuktikan bahwa Indonesia telah mencatatkan diri mampu swasembada kentang sayur.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018