Minggu, 08 Desember 2019


Budidaya Sayuran Dikontrol HP Ada di Gelar Teknologi HPS

03 Nov 2019, 15:35 WIBEditor : Ahmad Soim

Benih bawang merah dari biji di Kanowe Selatan | Sumber Foto:Ahmad Soim

TABLOIDSINARTANI.COM,  Konsel - Kementerian Pertanian mendorong tumbuhnya sentra sentra baru kawasan hortikultura sayuran di luar Pulau Jawa, salah satunya di Sulawesi Tenggara, lokasi kegiatan HPS ke 39 Tahun 2019. Teknologi maju dan modern diperkenalkan sebagai pilihan bagi petani. 

Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto dalam kunjungannya ke beberapa petani hortikultura di Konawe Selatan dalam rangkaian kegiatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 yang berlangsung tanggal 1 hingga 5 November 2019, mengatakan kita tawarkan teknologi maju yang lebih efisien buat dipilih petani. HPS Tahun 2019 dibuka secara resmi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo 2/11.

Di lokasi gelar teknologi  di Desa Puudambu Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan pada tanggal 2 November 2019, Mentan melihat prototipe teknologi budidaya sayuran yang bisa dikontrol dengan handphone dari jarak jauh. Teknologi ini dikembangkan Badan Litbang Pertanian. 

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan prototipe teknologi modern itu bisa dipilih petani, bagi yang siap dan memungkinkan.

Wilayah yang berpotensi untuk pengembangan komoditas hortikultura di Sultra salah satunya Kecamatan Konda. Beliau  dialog dengan Kelompok Tani Cerah Sejahtera yang diketuai Sardi.

"Konsel memiliki potensi sumber daya yang alam yang besar untuk pengembangan komoditi Hortikultura seperti bawang merah, tomat dan cabai," kata Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto di Desa Lamomea Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan (3/11).

Prihasto bersama Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laharuna, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Konsel Nana Sudarna melakukan tanam perdana bawang merah varietas Lokananta dan meninjau areal pertanaman cabai dan tomat berdialog dengan para petani. 

"Petani adalah pelaku utama dalam kemandirian pangan, sehingga ini sudah menjadi komitmen setiap pegawai Kementan apalagi penyuluh, untuk dekat dengan petani dan bisa memahami apa yang menjadi permasalahan dan harapan mereka," tutur Prihasto.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Laharuna yang pernah menjadi Penyuluh Pertanian  mengapresiasi pesan  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat pembukaan HPS bahwa pendampingan dan penyuluhan sangat penting terutama dalam adopsi teknologi baru. 

"Apalagi program Pak Menteri akan menjadikan penyuluh sebagai garda terdepan untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa," ucapnya.

Penyuluh Pertanian dii BP3K Konda, Iswati mengatakan usahatani hortikultura di wilayahnya memberikan pendapatan  petani yang lebih besar.  Dia contohkan petani yang menanam tomat di daerahnya bisa mendapatkan keuntungan Rp 40 juta dari menanam 5.000 batang pohon..

Sardi (28), petani muda  alumni Fakultas Ekonomi, jurusan akuntansi Universitas Haluoleo mengatakan  Poktan Cerah Sejahtera  mengambangkan cabai besar varietas Darmais dan Pilar dengan produksi mencapai 20 ton per hektar dan cabai rawit varietas super putih dengan produktivitas mencapai 15 ton per hektar. 

"Kami juga membudidayakan tomat varietas Servo F1 dan Timoti yang produktivitasnya mencapai 40 ton per hektar," Ujar Sardi.

Peningkatan poduktivitas dan kulaitas komoditas pertanian harus ditangani profesional dengan penerapan inovasi teknologi maju serta prinsip Good Agricultural Practices (GAP) sehingga bukan hanya mutu yang lebih baik tapi juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. 

Sardi bersama kelompoknya telah menggunakan teknologi sprinkle untuk pengairan, budidaya yang ramah lingkungan, penggunaan likat kuning dan tanaman border dengan jagung dan tanaman bunga untuk pengendalian hama.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018