Friday, 14 August 2020


Menyiasati Musim Kemarau, Petani Tanam Sayuran Dataran Rendah

05 Nov 2019, 15:56 WIBEditor : Yulianto

Yanto, petani sayur Indramayu | Sumber Foto:Tarminah

Sawi cesin salah satu sayuran yang cocok ditanam di dataran rendah , sawi cesin sangat disenangi masyarakat terutama untuk campuran bakso, mie ayam, cap cay, sop, tumis, urap dan lain-lain

TABLOIDSINARTANI.COM, Indramayu --- Musim tanam April – September 2019  menjadi musim tanam yang sangat ekstrim, khususnya untuk Kabupaten Indramayu. Pasalnya, Indramayu menjadi kabupaten nomor satu dengan waktu tidak turun hujan paling lama di Jawa Barat.

Bangodua salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu yang pada musim tanam ini tidak mengalami kekeringan. Pasalnya, sumber daya alamnya sangat mendukung yakni berada pada golongan irigasi hulu, golongan II depan , meski untuk lokasi-lokasi tertentu masih perlu ada upaya pemasangan pompa karena lokasinya berada di ujung saluran tersier.

Kegiatan petani pada musim kemarau ini berjalan seperti biasanya, mereka tidak mengeluh akan keadaan alam yang demikian, tapi tetap semangat sesuai tugas fungsinya menyediakan bahan pangan untuk masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada,” tutur Penyuluh Pertanian Bangodua, Tarminah.

Saat musim kemarau petani Indramayu umumnya menanam sayuran dan buah-buahan dataran rendah seperti semangka, timun suri, melon, tomat, cabe, sawi cesin dan lain-lain. Seperti Yanto (41 tahun) petani Desa Mulyasari yang mengisi kegiatan musim kemaraunya dengan kegiatan  budidaya sayuran dataran rendah Sawi cesin.

Sawi cesin salah satu sayuran yang cocok ditanam di dataran rendah , sawi cesin sangat disenangi masyarakat terutama untuk campuran bakso, mie ayam, cap cay, sop, tumis, urap dan lain-lain. Dalam memanfaatkan waktu senggang sebelum musim tanam rendeng mulai, Yanto menanam Cesin luas 3.500 m2 selama 35 hari.

Selain menanam sayuran untuk menyiasati musim kemarau panjang, menurut Tarminah beberapa petani juga masih menanam padi. Seperti lokasi Kelompok Tani (Poktan) Tani Sari III Desa Wanasari dan Dewi Sri I Desa Tegalgirang sejak pesemaian sampai panen petani hanya mengandalkan air irigasi, karena hujan tigak kunjung turun. Akibatnya, perkembangan tanaman padi kurang segar karena tidak mengalami penyiraman dari air hujan.

“Tapi alhamdulillah untuk produksi musim sekarang termasuk berhasil tinggi dengan rata-rata produktivitas 7,89 ton/ha,” kata 

Menurutnya, kondisi tersebut suatu tanda bahwa padi bukan tanaman air. Saat air di sawah tersedia sangat minimal atau sistem pengairan basah kering (diairi terus dikeringkan) ternyata produktivitas padi tetap stabil. Bahkan meningkat dibanding musim tanam kemarau sebelumnya.

Adapun analisa usaha tani sawi cesin sebagai berikut :

a.Sarana :

1.Benih : 11 kaleng @Rp 45.000,- .............................................. =Rp   495.000

2.Urea : 75 kg @Rp 2.500,-...........  .............................................=Rp  187.500

3.Pestisida : ................................................................................ =Rp   715.000

                                                Jumlah.................................... =Rp 1.397.500

b.Biaya Tenaga Kerja :

1.Pengolahan Tanah : 7 Orang @ Rp.100.000,- .......................    = Rp     700.000

2.Penanaman dengan cara sebar : 4 Orang @Rp 50.000  .....     = Rp      200.000

3.Penyiraman 12 kali x 4 Orang x Rp 20.000,-..........................   = Rp      960.000

4.Pemupukan 1 kali x 4 Orang x Rp 20.000,-.............................  = Rp        80.000

5.Penyemprotan 4 kali x 4 Orang x Rp 20.000,- .......................    = Rp      320.000

6.Biaya Panen : 5 kali x 11 Orang x Rp 50.000,-........................    = Rp      550.000

                                                            Jumlah ...................= Rp    2.810.000

c.Sewa tanah .............................................................   = Rp       600.000

d.Total biaya .............................................................   = Rp    4.807.500

e.Hasil Panen 7.314 kg x Rp 3.000 ...........................   = Rp  21.942.000

f.Pendapatan Rp 21.942.000 – Rp 4.807.500,- .........   = Rp  17.134.500

 

 

 

Reporter : Tiara/Tarminah
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018