
Penyimpanan kentang menentukan kualitas dari produk olahan kentang yang dihasilkan
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sebagai salah satu produk hortikultura andalan, kentang memang memiliki banyak peminat. Sayangnya, jika salah menyimpan kentang segar, bukannya harga baik yang didapat, justru kerugian diderita oleh petani maupun pengepul. Lantas seperti apakah rekomendasi penyimpanan segar untuk kentang tersebut?
"Aspek penting pada penanganan segar kentang yakni pada proses penyimpanan (storage). Petani kentang biasanya menyimpan umbi kentang di gudang mereka selama beberapa hari sampai dua bulan, ada juga yang menyimpan di gudang benih, menumpuk umbi kentang di lapangan dan menutupnya dengan terpal atau menunda panen pada saat harga pasar rendah," ungkap Professor Riset Pascapanen Pertanian dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Prof (R) Ali Asgar.
Mengapa penyimpanan kentang segar sangat penting? Prof Ali Asgar menuturkan bahwa penyimpanan kentang yang tidak baik dapat menyebabkan kehilangan hasil dan penurunan kualitas kentang. Kehilangan hasil dapat mencapai antara 7,1 persen sampai 25 persen. "Kehilangan hasil juga dapat dipengaruhi oleh waktu simpan. Semakin lama waktu simpan, semakin tinggi risiko kehilangan hasil," tambahnya.
Salah satu perbaikan metode penyimpanan kentang bisa dilakukan pada gudang kentang yang dirancang menggunakan lapisan dinding ganda yang diisi penuh dengan jerami padi. "Ventilasi yang tersedia pada tabung di gudang dimasukkan secara vertikal ke dalam tumpukan umbi kentang. Metode ini dapat diperkenalkan kepada petani di daerah produksi kentang di dataran tinggi, karena suhu di dalam tumpukan umbi tidak berbeda nyata dengan suhu kamar," bebernya.
Selain cara dan waktu simpan, pengaturan letak atau susunan kentang dan ventilasi dalam kotak penyimpanan berpengaruh terhadap kualitas kentang terutama pada susut hasil atau jumlah kerusakan. "Tumpukan umbi kentang secara horizontal lebih baik dari tumpukan umbi kentang secara vertikal seperti yang dilakukan oleh petani," tuturnya.
Lebih lanjut Prof Ali Asgar juga menuturkan bahwa cara penyimpanan dan varietas umbi kentang mempengaruhi beberapa karakter potato chips seperti pada warna dan penampakan. Metode tersebut dapat berdampak pada stabilitas harga kentang konsumsi di tingkat petani.
Rekomendasi Penyimpanan
Prof Ali Asgar merekomendasikan inovasi teknologi pendinginan umbi kentang konsumsi, karena lebih ekonomis dan efisien. Namun proses pendinginan pada umbi kentang dapat menyebabkan kandungan kadar gula umbi kentang meningkat. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap penampakan keripik kentang sehingga kurang disukai konsumen.
"Oleh karena itu teknik perbaikan penyimpanan kentang dengan teknologi pendinginan perlu dilakukan untuk mencegah peningkatan kadar gula umbi kentang. Perlakuan untuk menjaga kualitas umbi kentang dengan pendinginan adalah dengan penyimpanan pada suhu 7°C dan 10°C dengan waktu pengkondisian 9 hari," tuturnya.
Pemberian lapisan lilin termasuk inovasi teknologi penyimpanan umbi kentang yang efektif. Pada penggunaan konsentrasi lapisan lilin empat persen dapat menjaga kualitas kentang selama tiga bulan sehingga penampilan kentang paling disukai oleh konsumen.
Metode penyimpanan kentang segar tergantung pada ukuran/kelas kentang (grading) berdasarkan parameter kualitas keseragaman bentuk dan ukuran (berat dan diameter), varietas kentang dan umur panen kentang. Dari kegiatan pengkelasan (grading) diperoleh hasil umbi yang seragam, baik ukuran maupun kualitas.
Hal ini memudahkan penentuan harga dan pemasarannya, pengemasan dan penyusunan kentang dalam wadah, serta memberikan kepercayaan dan kepuasan pada konsumen sehingga menjamin kestabilan pemasaran. Selain itu, produk kentang yang dihasilkan bisa diterima konsumen karena sesuai dengan standar mutu.
Jenis kentang mempengaruhi metode penyimpanan kentang. Ketika kentang kultivar Margahayu disimpan pada suhu kamar, kandungan kadar air, pati dan vitamin C dalam kentang tersebut menurun.
Dari segi periode penyimpanan, umbi kentang yang disimpan selama 0 hari memiliki kualitas paling baik dibandingkan dengan umbi kentang yang disimpan selama 20, 40, dan 60 hari. Hal ini menandakan semakin lama periode penyimpanan, semakin menurun kualitas kentang yang dihasilkan.
Metode penyimpanan juga dipengaruhi oleh umur panen. Umur panen 100 hari setelah tanam menghasilkan kualitas umbi kentang yang baik dan disukai oleh konsumen dibandingkan dengan umur panen 90 dan 110 hari.