Friday, 25 September 2020


Mangga Gedong Gincu Sumedang Tembus Rusia, Kementan Siapkan Kawasan

16 Jan 2020, 15:44 WIBEditor : Gesha

Gedong Gincu asal Sumedang akan dipersiapkan kawasannya | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kabar menggembirakan datang dari Sumedang. Mangga Gedong Gincu yang telah lama dikembangkan di Kota Tahu tersebut ternyata mampu menembus Rusia. Mendukung keberlanjutan ekspor, Kementerian Pertanian mempersiapkan kawasan hortikultura disana.

"Sumedang kami nilai potensial untuk pengembangan mangga gedong gincu. Tahun depan dialokasikan 200 hektar mangga ke kawasan tersebut. Untuk kawasan eksisting kami akan genjot ekspornya" ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

Untuk diketahui, sentra mangga gedong gincu Sumedang berada di Kecamatan Jatigede, Tomo dan Ujung Jaya. Untuk memacu ekspor mangga asal Sumedang, Kementerian Pertanian akan mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan mangga varietas gedong gincu seluas 200 hektare pada tahun 2020. 

Sesuai Grand Desain Ditjen Hortikultura, kata Prihasto, pemerintah ingin totalitas dalam mendesain kawasan buah yang didanai APBN. "Tidak lagi model kecil-kecil atau sekedar pemerataan, tapi fokus di kawasan tertentu yang memiliki agroklimat sesuai. Sumedang punya potensi tersebut," ujar pria yang akrab dengan panggilan Anton ini.

Untuk mendukung akselerasi ekspor mangga gedong gincu, Anton akan mengoptimalkan penataan kawasan, perbaikan pascapanen dan memperkuat diplomasi perdagangan. Pihaknya juga akan memberdayakan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan-kecamatan sentra untuk menjadi ujung tombak pengembangan kawasan Mangga Gedong gincu. 

"Untuk tahap awal Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jatigede akan didorong menjadi Komando Strategis Pertanian (Kostratani) berbasis Mangga Gedong Gincu. Gerakan 3 kali ekspor atau Gratieks serta Kostratani adalah program Pak Menteri Syahrul Yasin Limpo untuk memacu kinerja ekspor serta mengkonsolidasikan potensi dan data pertanian mulai dari level kecamatan hingga pusat," paparnya antusias.

Berdasarkan catatan BPS, jumlah tanaman mangga yang sudah menghasilkan di Kabupaten Sumedang mencapai 341 ribu batang atau setara 3.410 hektare dengan produksi sekitar 74 ribu ton setahun. Angka produksi tersebut menempatkan Sumedang sebagai produsen mangga terbesar ke-4 di Indonesia setelah Pasuruan, Kediri dan Indramayu. Sebagian besar jenis mangga yang dikembangkan adalah gedong gincu dengan waktu musim panen puncak antara bulan Juli hingga Oktober.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018