Tuesday, 07 April 2020


Pisang Kepok Tanjung, Harapan Baru Ekspor Buah Tropis dari Indonesia

10 Feb 2020, 13:52 WIBEditor : Gesha

Pertanaman pisang Kepok Tanjung di Solok | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok --- Indonesia dalam lima tahun mendatang terus mengejar ekspor tiga kali lipat, tak terkecuali ekspor buah tropis seperti pisang. Harapan baru tersebut kian muncul dengan adanya Pisang Kepok Tanjung (Tanpa Jantung) yang kini sudah ditanam masal di Nagari Salayo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. 

Pisang Kepok sejak tahun 1986-1990 sudah hampir punah di Nagari Salayo karena adanya serangan penyakit layu fusarium. Padahal, pisang kepok menjadi ikon hortikultura andalan dari Salayo. 

Responsif untuk mengatasi permasalahan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian secara masif mendiseminasikan VUB pisang kepok tanjung di wilayah tersebut. Upaya masalisasi pisang tanpa jantung ini telah gencar dilakukan sejak pelepasannya di tahun 2009 hingga sekarang. 

Nagari Salayo sendiri mulai diperkenalkan pisang kepok tanjung ini sejak tahun 2017 silam. Keberhasilan pengembangan Pisang Kepok Tanjung tidak terlepas dari adanya kelompok tani yang koperatif dan memiliki lahan yang cukup luas dan bersedia untuk dimanfaatkan. 

Keberhasilan ini dikukuhkan dengan diselenggarakannya panen perdana Pisang Kepok Tanjung mendukung Gratieks, Kamis (6/2) yang merupakan kerjasama antara Badan Litbang Pertanian, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan Bank Indonesia. 

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 350 orang yang terdiri dari peneliti, penyuluh, jajaran pemerintah daerah Kabupaten Solok, kelompok tani, swasta dan penanggungjawab Kostratani wilayah Sumatera.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbu Tropika, Ellina Mansyah menyampaikan sejumlah 1800 pisang kepok tanjung atau setara 2 ha telah dikembangkan di kelompok tani serba usaha dan 6 ha di Batu Palano, Kabupaten Solok.

"Selain itu juga telah terdapat penangkar dan produsen benih pisang kepok tanjung yang telah mampu memenuhi kebutuhan lokal dan memasok benih ke Kalimantan, Aceh dan Banten," tambahnya.

Dari 1800 pohon ini dapat menghasilkan benih untuk pengembangan areal sebanyak 5000 benih secara mandiri untuk perluasan areal. 

Kedepan diharapkan menjadi sentra produksi pisang kepok sekaligus dapat berkembang sebagai lokasi pabrik olahan tepung pisang.

Ellina menambahkan, Pisang Kepok Tanjung sangat berpotensi untuk ekspor produk olahan terutama tepung pisang. 

Pemasaran tepung pisang kepok terbuka luas dan sudah dilirik oleh pasar Jepang. Izin ekspor tepung pisang asal Indonesia ke Jepang sudah ada, sehingga rencana investasi ini akan memperluas akses pasar produk tepung pisang asal Indonesia ke Jepang. Dibutuhkan produksi tepung sebanyak 10 ton/bulan.

Untuk memenuhi kapasitas produksi tepung tersebut setidaknya diperlukan pisang segar sebanyak 50-60 ton/bulan. Oleh sebab itu pengembangan pisang Kepok Tanjung ini perlu disupport.

Melalui pembinaan yang intensif pada lokasi ini telah terbentuk penangkar benih pisang Kepok Tanjung yang sudah memproduksi dan menyebarkan benih pisang ini sampai ke Kalimantan dan berdampak terhadap perekomomian masyarakat.

Selain itu produksi benih pisang Kepok Tanjung secara modern melalui teknik kultur jaringan juga sudah dikerjasamakan dengan perusahaan swasta dan telah mengembangkan benihnya ke beberapa wilayah Indonesia. Dalam melakukan pembinaan terhadap kelompok tani pisang Kepok Tanjung Balitbangtan juga telah bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Pemda Kabupaten Solok.

Pengembangan pisang kepok tanjung di wilayah ini dinilai oleh Bank Indonesia sebagai salah satu bentuk on farm conservation yang memiliki potensi mendukung ekonomi daerah. Dukungan BI pun diberikan dalam bentuk saung, musholla, toilet dan instalasi air. 

Sementara itu, Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman menyampaikan bahwa pengembangan pisang kepok tanjung di wilayah ini sejalan dengan program one region one variety yang tengah digalakkan oleh Ditjen Horti.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Balitbangtan, Hadiyanto mengharapkan Selayo berkembang sebagai kampung pisang dan menekankan pentingnya dukungan dari Pemda.

Dalam sambutannya, Bupati solok, H. Gusmal SE, MM menyambut baik pengembangan VUB pisang kepok tanjung yang telah menghidupkan kembali pisang yang telah punah. Acara diakhiri dengan simbolis panen perdana dan simbolis pembagian 1000 benih Pisang Kepok Tanjung untuk masyarakat.

Reporter : Kontributor
Sumber : Puslithorti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018