Thursday, 02 April 2020


Sedap Malam, Si Unik yang Makin Semerbak di Malam Hari

18 Feb 2020, 16:27 WIBEditor : Clara

Sedap malam di Pasar Bunga Rawa Belong | Sumber Foto:Agustin

Berhubung wanginya sangat harum, makanya di karangan bunga, selalu menggunakan sedap malam 2-3 batang sebagai pewangi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Sedap malam, memang benar disebut sedap malam karena hanya tercium wanginya pada malam hari. Bunganya berwarna putih dengan tangkai berwarna hijau yang tidak terlalu keras, menjadikan sedap malam sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Selain dipajang sebagai bunga potong, bunganya digunakan sebagai penghias kepala di pengantin wanita dan dapat dikeringkan lalu disantap bersama sup atau tekwan (makanan khas Palembang).

Sedap malam merupakan bunga potong yang populer di saat hari-hari istimewa, seperti Idul Fitri dan Imlek. Berdasarkan keterangan dari penjual bunga potong di daerah Wijaya, Jakarta Selatan, Imron, sedap malam memang cukup banyak peminatnya karena membuat ruangan menjadi harum pada saat malam hari, sehingga membuat pikiran jauh lebih relaks.

“Saya kan jualan bunga potong di sini cukup lama. Memang sedap malam ini gak selaku bunga potong lainnya kalau hari-hari biasa, tapi pelanggannya tipikal pelanggan tetap. Kalau menurut pelanggan saya ini, sedap malam wanginya bikin tenang pikiran,” ungkapnya.

Berhubung wanginya sangat harum, biasanya pada karangan bunga selalu menggunakan sedap malam 2-3 batang sebagai pewangi. Sehingga karangan bunga tidak sebatas karangan melainkan ada wangi-wanginya.

“Sedap malam ini memang unik. Bahkan kalau malam makin semerbak. Makanya ada beberapa orang yang menjuluki sedap malam sebagai bunga hantu karena kalau wanginya semerbak, tandanta datang hantu. Padahal bukan, memang begitu sifat sedap malam,” jelas Imron.

Untuk harga, menurut Imron tergantung banyak kuntum dan waktu. Untuk yang satu batang kuntumnya banyak, biasanya dihargai Rp 15 ribu per batang, sedangkan yang sedikit Rp 5-10 ribu per batang. “Kalau lagi mau Idul Fitri sama Imlek, harganya jauh lebih mahal. Bisa sampai Rp 25 ribu per batang,” ujarnya.

Imron menceritakan, bunga potong termasuk sedap malam di tempatnya jualan, dia ambil dari Pasar Bunga Rawa Belong. “Kalau yang saya tahu, katanya banyak ambil di daerah Jawa Barat. Seperti di Cianjur dan Garut,” ungkapnya.

Walaupun di waktu-waktu tertentu saja sedap malam dicari orang, Imron tetap percaya diri menjual di kios bunga potong miliknya karena ada pelanggan setianya. “Ini bunga bukan sembarang bunga karena dapat dimakan juga tanpa keracunan. Makanya kalau kita makan sup kimlo atau tekwan, itu pakai sedap malam. Jadi bukan hanya dinikmati harumnya saja, tetapi dapat dinikmati juga sebagai campuran makanan,” pungkasnya.

Reporter : Agustin
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018