Thursday, 02 April 2020


Alpukat Aligator Si Raksasa dari Meksiko yang Digemari di Indonesia

24 Feb 2020, 17:12 WIBEditor : Clara

Bibit Alpukat Aligator di Pusat Bibit Ragunan | Sumber Foto:Ajeng A.

Alpukat Aligator dikenal dengan bentuk buahnya yang unik, bulat memanjang serta membesar di bagian bawah, sedangkan bagian pangkal berukuran lebih kecil seperti bentuk hewan Aligator

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Bagi pecinta alpukat, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Alpukat Aligator, buah yang recomended bagi pecinta alpukat ini memiliki banyak sekali keistimewaan. Berasal dari Negara Meksiko, alpukat yang sering dijuluki sebagai Giant Avocado merupakan jenis alpukat yang diimpor oleh salah satu petani buah di Jawa Timur, kemudian dikembangkan dengan cara okulasi.

“Buahnya besar, bijinya kecil, memiliki daging buah yang lebih tebal dari alpukat lain, dagingnya yang berwarna kuning dengan tekstur lembut, alpukat aligator ini juga memiliki rasa gurih, layaknya alpukat mentega,” ujar Aido pengusaha tanaman di Pusat Bibit Ragunan.

Aligator ini terkenal dengan ukuran buahnya yang super jumbo dan tidak kalah besar dengan beberapa varietas alpukat besar lain seperti Alpukat Markus, Alpukat Kendil, dan Alpukat Pluwang.

Bobotnya ini berkisar hingga 1,13 kg/buah. Selain itu, buah Alpukat Aligator dikenal dengan bentuk buahnya yang unik, bulat memanjang serta membesar di bagian bawah, sedangkan bagian pangkal berukuran lebih kecil seperti bentuk hewan Aligator.

Keuntungan lain dari alpukat aligator ini juga terletak pada buahnya yang tidak mengenal musim. Dengan begitu sangat mudah menanam buah alpukat ini baik dalam musim hujan ataupun kemarau. Untuk buahnya pun memiliki harga yang di bilang lumanyan seharga 45 ribu/kg.

“Bagi pencinta alpukat, dapat membeli dan menemukannya di Pusat Bibit Ragunan Jakarta Selatan. Dari mulai dari umur 5-6 bulan dengan harga 100 ribu per bibit serta berusia di atas 1 tahun seharga 200-300 ribu per bibit,” ujar Aido

Bagamaina Cara Budidayanya?

Aido juga bercerita bagaimana cara membudidayakan tanaman aligator ini, sebaiknya dimulai dari bibit yang melalui proses okulasi atau sambung pucuk. Proses ini diperlukan guna memperbanyak tanaman. Caranya indukan buah ini diokulasi melalui proses seedling atau pembibitan. “Belum ada cara lain, hingga kini cara yang paling ampuh untuk membudidayakan tanaman Alpukat Aligator ini dengan cara okulasi,” terang Aido.

Proses okulasi yang dilakukan memakan waktu selama selama 2-3 minggu. Selanjutnya, setiap bibit alpukat yang ditanam sebaiknya diberi naungan guna menghalau sinar matahari, angin, dan air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini dipasang kurang lebih selama 2-3 minggu tumbuh tunas baru,” tambah Aido.

Bibit alpukat yang baru ditanam butuh banyak air, sehingga diperlukan penyiraman setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi atau sore hari. Kemudian setiap 3 minggu sekali, tanaman diberi pupuk.

Aido menjelaskan bahwa Alpukat Aligator akan berbuah ketika sudah berusia sekitar 10-15 tahun jika ditanam melalui biji, berbeda halnya dengan alpukat yang ditanam dengan dengan sistem vegetatif biasanya akan mulai berbuah setelah umur 5-8 tahun bergantung pada perawatan yang diberikan. Biasanya buah akan dapat dipanen setelah 6-7 bulan setelah bunga mekar,” terang Aido.

 

 

 

 

 

Reporter : Ajeng A.
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018