Friday, 14 August 2020


Family Farming, Solusi Mudah Penuhi Pangan Saat Pandemi Corona

01 Apr 2020, 16:33 WIBEditor : Gesha

Hamparan pertanaman dari program Family Farming | Sumber Foto:BALITSA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di tengah Pandemi Corona yang melanda Indonesia, isu kerawanan pangan tengah mencuat meskipun pemerintah menjamin ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat. Namun hal tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan pengembangan family farming (pertanian keluarga).

Pada kondisi wabah virus seperti sekarang ini, pangan tidak hanya diperlukan  sebagai pemenuhan gizi agar tubuh tetap kuwat tetapi juga  diperlukan untuk meningkatkan imunitas (kekebalan) agar tubuh tetap sehat.

Sistem imunitas yang ada dalam tubuh manusia berjalan melalui mekanisme yang sangat rumit dan kompleks. Dengan sistem tersebut ketika ada benda lain masuk ke dalam tubuh (termasuk virus) maka akan terjadi perlawanan dari tubuh itu sendiri. Tugas manusia adalah menjaga bahkan meningkatkannya.

Vitamin dan mineral merupakan zat gizi yang bagus bagi tubuh. Selain memperbaiki sistem imun tubuh, vitamin dan mineral juga berfungsi sebagai antioksidan.

Beberapa macam vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh pada saat pandemi virus Corona adalah Vitamin A, Vitamin E, Vitamin C, Selenium, Zinc, Zat Besi. Vitamin dan mineral merupakan micronutrient yang memiliki peran tidak terlalu besar dalam tubuh tapi keberadaannya sangat diperlukan sehingga untuk meningkatkan sistem imun tubuh, harus mengonsumsi macronutrient seperti karbohidrat,lemak dan protein juga gizi lainnya secara seimbang.

Nah, sayuran merupakan salah satu jenis tanaman yang kaya vitamin dan mineral yang dibutuhkan  tubuh. Sehingga mengkonsumsi sayuran menjadi alternatif yang praktis, murah dan mudah. Terlebih bila sudah tersedia di pekarangan kita. Kurang lebih ada 10 macam sayuran yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, yaitu brokoli, bayam, bunga kol, wortel, kubis, pakcoy, kale, paprika merah dan cabai, jamur, dan tomat.

Jenis-jenis tanaman tadi bukan hanya dapat dibudidayakan di lahan, tetapi juga dapat ditanam di dalam pot, hidroponik, atau aeroponik. Dengan demikian akan sangat memungkinkan bila penanamannya dilakukan di pekarangan rumah dengan pendekatan model Family Farming (Pertanian Keluarga).

Sejak lama Kementerian Pertanian RI telah menginisiasi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Saat ini program tersebut dikenal sebagai Family Farming (Pertaian Keluarga). Hadirnya program ini  diharapkan agar setiap keluarga dapat memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangannya untuk bercocok tanam dan/atau beternak. 

Bila setiap keluarga mengimplementasikan program ini maka dipastikan dapat menjawab masalah kekurangan pangan terlebih pada saat-saat seperti ini dimana pasokan dari sentra produksi terganggu karena terhambatnya distribusi, bahkan kalau adapun karena terkendala kondisi, masyarakat merasa kesulitan untuk mengakses. 

Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Balitbangtan Kementerian Pertanian telah dan terus mengembangkan program ini. Sebagai lembaga publik tentu Balitsa sangat terbuka untuk melakukan pelayanan informasi bahkan pendampingan bagi siapapun dan dari kalangan manapun dalam mengambangkan Program Family Farming.

Reporter : Darkam Musaddad dan Sanuki
Sumber : Puslithorti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018