
Panen hasil budidaya hidroponik menggunakan tenaga surya
TABLOIDSINARTANI.COM – Pertanian vertical (vertical farming) sayur-sayuran akan menjadi tren konsumen masa depan global karena dinilai lebih sehat.
“Pada masa depan untuk mendapatkan sayuran yang sehat, orang lebih suka mengkonsumsi sayuran yang dihasilkan oleh indoor farming,” kata Tokoh Senior Pertanian Indonesia Soedjai Kartasasmita kepada tabloidsinartani.com.
Nona Kichukova, SAP menulis di Forbes bahwa daun hijau dapat kehilangan sebagian besar nilai gizi setelah dicuci dalam klorin, dingin, dikemas, disimpan di gudang dalam jangka waktu yang lebih lama dan kemudian dikirim di jalan untuk transportasi.
Dengan alasan untuk kesehatan dan gizi sayuran, dunia mengembangkan pertanian indoor vertical yang bisa menyediakan sayuran lebih dekat dengan konsumen dan lebih sehat.
Sebuah perusahaan di Kuwait telah mengembangkan perusahaan sayuran vertical farming secara indoor di kota Kuwait. Perusahaan ini direncanakan bisa memproduksi hingga 550 kilogram sayuran dan sayuran segar sehari.
Sayuran yang diproduksi di dalam indoor itu diyakini mampu menghasilkan produk sayuran yang lebih baik daripada organik. Perusahaan ini bisa memproduksi lebih dari 250 jenis tanaman menggunakan: 90 persen lebih sedikit air, 60 persen lebih sedikit pupuk, dan tidak ada pestisida.