Wednesday, 23 September 2020


Krisan Solok Tetap Berkesan Saat Pandemi

09 Jun 2020, 13:42 WIBEditor : Yulianto

Permintaan krisan Solok tetap berjalan, meski memang terjadi penurunan | Sumber Foto:Dok. Humas Ditjen Hortikultura

TABLOIDSINARTANI.COM, Solok---Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda tanah air, beberapa sektor pertanian khususnya sektor tanaman hias atau florikultura terkena imbasnya. Lesunya pasar bunga yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia membuat perekonomian para petani florikultura tidak berjalan dengan optimal.

Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Liferdi Lukman mengakui, jika pasar florikultura sedikit meredup. Misalnya, bunga dan daun potong yang memang sifat komoditasnya memiliki vaselife. Masa kesegarannya terbatas, hanya sekitar dua Minggu," ungkap Liferdi, Selasa (9/6).

Menurut Liferdi, kondisi ini mengharuskan pelaku usaha florikultura untuk lebih kreatif dalam melakukan inovasi. Sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meminta seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu mendorong inovasi di bidang pertanian.

Liferdi mencontohkan di Kabupaten Banjar, petani membuat hand sanitizer berbahan baku melati. Begitu juga di Kabupaten Cianjur, petani berinisiatif menggelar bazaar krisan di perkantoran dan membagikan karangan bunga untuk paramedis sebagai ungkapan terimakasih.

Hal yang sama dilakukan petani krisan di Kota Solok. Mereka menyiasati pemasaran bunga krisan dengan tetap mematuhi aturan social distancing. Penjualan dilakukan melalui media sosial secara online dan door to door ke rumah warga. Mereka juga melayani pemesanan krisan dengan sistem pesan antar, sehingga warga tidak perlu keluar rumah untuk membeli tanaman krisan," tuturnya.

Kawasan krisan

Adapun pengembangan krisan utama di Provinsi Sumatera Barat berada di Kota Solok, dan Kab. Solok. Sedangkan untuk Kab. Tanahdatar dan Kab. Agam masih dalam pengembangan karena iklimnya cocok untuk kawasan krisan.

Dalam mendorong pengembangan agribisnis krisan di Kota Solok, Direktorat Jenderal Hortikultura mengalokasikan pengembangan kawasan krisan seluas 1.000 meter persegi pada Tahun 2020.

Dikonfirmasi terpisah, Zulkifli Ishaq dari Pemda Kota Solok mengatakan, tidak ada masalah dengan permintaan bunga krisan dalam kondisi pandemi ini. Bahkan permintaan krisan pot dalam tempo 1 minggu habis 500 pot dibeli warga.

Luas lahan krisan di Kota Solok sekitar 500 meter persegi dalam Green House dan 100 meter persegi di pekarangan masyarakat/swadaya. Bukan merupakan kawasan yang cukup luas, namun mereka sudah bisa meningkatkan ekonomi masyarakatnya” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, selama pandemi Covid 19 ini pemasaran bunga krisan hanya di sekitar Kota Solok. Dalam situasi normal memang pemasaran mencapai wilayah Sumatera Barat lainnya, seperti Kota Padang, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang dan Kab/Kota lainnnya dalam Provinsi Sumatera Barat.

"Bunga Krisan di Kota Solok dijual dalam bentuk krisan pot dan krisan potong. Untuk harga krisan pot sekitar Rp20 ribu/pot dan krisan potong dengan harga 2 ribu/tangkai," tambahnya.

Namun Zulkifli mengakui, dalam keadaan pandemi ini yang terkena imbasnya adalah Kawasan wisata agro Payo atau yang lebih dikenal Agrowisata Payo Kota Solok. Selama pandemi Covid-19 kawasan ini sepi pengunjung, karena adanya larangan keluar rumah oleh Pemerintah.

Biasanya pengunjung yang datang berasal dari dalam maupun luar kota, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, serta perantau dari Jakarta. Banyak juga yang dari pengunjung tersebut yang membeli tanaman krisan sebagai oleh-oleh. Bahkan yang terjual mencapai 20-30 tangkai.

Agrowisata Payo sendiri adalah salah satu Kawasan Agrowisata terpadu dengan ikon bunga Krisan dan merupakan kebanggaan dari Kota Solok. Kawasan Agrowisata Payo berdiri pada 5 Desember 2018 dan diresmikan Direktur Jenderal Hortikultura.

Kawasan ini berada pada ketinggian 900 mdpl, sehingga sangat cocok untuk pengembangan kawasan krisan dan tanaman hias lainnya. "Kami berharap kondisi pandemi ini segera berlalu, agar bisnis florikultura dan perekonomian di Kabupaten Solok kembali menggeliat," katanya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018