Thursday, 02 July 2020


Lima Rambutan Kekayaan SDG Kepri, Rambutan Kameng Menggoda Selera

25 Jun 2020, 17:27 WIBEditor : Ahmad Soim

Lima rambutan asli Kepri | Sumber Foto:BPTP Kepri

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Kepri - Rambutan Kameng, rambutan unggul dari Bintan. Bentuk buahnya bulat dengan warna merah dan ujung rambutnya berwarna kuning. Jumlah bunga pertandan berkisar 50-100 kuntum. Rasa daging buah manis, sedikit berair dan mengelotok dengan berat buah sekitar 42 gram.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Riau (BPTP Kepri) Dr. Ir. Sugeng Widodo, MP mengungkapkan selain Rambutan Kameng, ada empat rambutan lainnya yang merupakan kakayaan Sumber Daya Genetik (SDG) Provinsi Kepri.

Kepulauan Riau lanjut Sugeng Widodo memiliki beragam sumber daya genetik (SDG) yang harus dilestarikan. Untuk melestarikan SDG tersebut, BPTP Kepri terus melakukan identifikasi sumber daya genetik yang ada di wilayah Kepulauan Riau.

“Potensi sumberdaya genetik yang cukup banyak ini memiliki karakteristik yang unik dan spesifik,” jelasnya lebih lanjut. Perbedaan ini disebabkan kondisi wilayah geografi Kepulauan Riau dalam bentuk pulau-pulau terpisah menyebabkan agroekosistem antar kabupaten berbeda. Variabilitas tanah, lahan, tipe iklim, kelembaban, terjadi variasi sehingga tanaman lokal yang merupakan sumberdaya genetik memiliki keragaman yang berbeda, walaupun sebenarnya dahulunya merupakan indukan yang sama saat dikebangkan oleh nenek moyang kita.

“Sumberdaya genetik merupakan kekayaan alam Indonesia yang tidak ternilai, sebenarnya banyak potensi sumberdaya genetik yang kita miliki namun mungkin belum disadari atau belum dioptimalkan. Untuk itu, BPTP Kepri terus berupaya mengidentifikasi kekayaan sumberdaya genetik di Kepulauan Riau meskipun berada di pulau-pulau kecil dan terpencil,” jelas Sugeng.

 

Lima Rambutan

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) dikenal sebagai tanaman asli Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, keberadaan rambutan menyebar di beberapa pulau seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Setiap daerah memiliki karakteristik buah rambutan yang berbeda baik dari segi rasa, ukuran, tekstur dan lainnya, yang menjadikan setiap rambutan tersebut unik. Oleh sebab itu, keberadaan rambutan di setiap daerah menjadi kekayaan sumberdaya genetik yang harus dilestarikan.

BPTP Kepri setidaknya telah mengidentifikasi lima jenis rambutan di Kepulauan Riau pada tahun 2016. Metode pemilihan rambutan yang akan diidentifikasi dilakukan dengan cara survey, eksplorasi, observasi lapang, dan wawancara dengan penduduk setempat. Pengamatan yang dilaksanakan dalam rangka karakterisasi, inventarisasi dan dokumentasi tersebut dilakukan dengan berbagai parameter meliputi bentuk dan ukuran buah, warna kulit buah, rasa dan kelekatan daging buah pada biji, bentuk daun, ukuran daun hingga ukuran lingkar batang.

Empat jenis aksesi rambutan yang diidentifikasi BPTP Kepri berada di Kabupaten Karimun yaitu rambutan kundur, rambutan nona merah, rambutan neki, dan  rambutan kuning. Sementara satu aksesi berada di Kabupaten Bintan yaitu rambutan kameng.

Hasil karakterisasi kelima jenis rambutan di Kepulauan Riau, pertama, Rambutan Kundur : memiliki bentuk daun elliptic dengan tepian sedikit bergelombang, bentuk buah globose dengan rambut yang rapat dan berwarna merah muda, berat buah sekitar 38 gram dan rasanya manis.

Kedua, Rambutan Kuning : memiliki daun elliptic dengan tepian yang rata, bentuk buah avoid dengan warna rambut kuning, buahnya memiliki berat sekitar 10 gram dan rasanya manis.

Ketiga, Rambutan Nona Merah : memiliki bentuk daun elliptic dengan tepian sedikit bergelombang, bentuk buah avoid dengan warna rambut merah ujungnya kuning kehijauan, berat buah sekitar 31 gram dengan rasa manis sedikit masam.

Keempat, Rambutan Neki : memiliki bentuk daun elliptic dengan tepian rata,bentuk buah avoid dengan warna rambut merah ujungnya kuning, berat buah sekitar 31 gram dengan rasa yang manis.

Kelima, Rambutan Kameng : memiliki daun berbentuk bulat lonjong dengan tepian rata, bentuk buah bulat dengan warna merah dan ujung rambutnya berwarna kuning. Jumlah bunga pertandan berkisar 50-100 kuntum. Rasa daging buah manis, sedikit berair dan mengelotok dengan berat buah sekitar 42 gram.

Segung Widodo menambahkan berdasarkan hasil karakterisasi tersebut, rambutan kameng menjadi salah satu kekayaan sumberdaya genetik yang unggul di Kepulauan Riau. Rambutan Kameng memiliki keunggulan buah yang besar, rasa yang manis, daging buah tidak terlalu kering ataupun berair, serta warna buah yang merah sehingga akan sangat menarik bagi konsumen. Produksi buah rambutan kameng juga cukup baik dengan memiliki jumlah bunga yang mencapai 100 kuntum per tandan. Kelebihan rambutan kemeng ini lah yang menyebabkan rambutan ini dicari dan disukai oleh masyarakat, walaupun harga jualnya lebih mahal dibandingkan dengan varietas lainnya yang ada di Kepri.

 

 

 

Reporter : Khoiru Rizqy R, Annisa D A, Sugeng Widodo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018