Saturday, 15 August 2020


Aneka Sayur dan Buah Panen dari Lahan Berpasir

11 Jul 2020, 08:26 WIBEditor : Gesha

Panen di lahan berpasir | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Kepulauan Seribu -- Wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta memang tergolong lahan berpasir, tetapi bukan halangan bagi petani setempat untuk menghasilkan aneka buah dan sayuran.

Salah satu kelompok tani (Poktan) yang giat berusaha tani adalah “Jaya Putra”. Poktan yang terdiri dari 10 orang ini berdomisili di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Mereka telah beberapa kali panen, dan kembali panen pada Selasa (23/6).

Panen kali ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, Kepala Suku Dinas (Sudin) KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidia, beserta segenap jajarannya.

“Saya berharap petani di Kepulauan Seribu selalu semangat bercocok taninya, dan lebih intensif pemeliharaan tanamannya, sehingga bisa berguna bagi masyarakat sekitar, “ kata Darjamuni di saat kunjungannya. 

Menurut Hanan, salah satu anggota Poktan Jaya Putra dari luasan areal 1 Hektar (Ha) ini hasil panennya cukup banyak, sehingga dapat dijual dan dikonsumsi sendiri. 

“Kami berhasil panen terong 30 kg, timun suri 70 kg, papaya 40 kg, dan cabe rawit 5 kg. Hal ini sangat bermanfaat bagi kami dan masyarakat sekitar karena tidak perlu jauh-jauh ke luar pulau untuk mendapatkan komoditi tersebut,” kata Hanan. 

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta demi waspada Covid -19 pada Maret – Juni, Poktan ini berhasil panen timun suri sebanyak 30 kg, terong 2 kali panen masing-masing sebanyak 30 kg. Untuk pepaya mereka bahkan mampu 5 kali panen dengan hasil masing-masing  15 kg, serta setiap minggu berhasil panen cabe rawit 4 kg.

Hasil panen ini cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar terhadap komoditas-komoditas tersebut. Kasudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidia berharap kegiatan pertanian terus berkembang di wilayah ini. 

“Lahan di Kepulauan Seribu memiliki potensi besar dikembangkan untuk pertanian, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar hasil panen dapat dijual untuk menambah pendapatan, serta minimal dapat memenuhi kebutuhan pangan anggota Poktan tersebut,” kata Devi Lidia.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018