Thursday, 06 August 2020


Tanaman Durian Mampu Turunkan Efek Gas Rumah Kaca

26 Jul 2020, 11:21 WIBEditor : Yulianto

Tanaman durian mampu menyerap karbon | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang---Tanaman buah tahunan seperti durian ternyata berperan penting dalam penyerapan karbon di udara. Tanaman durian yang berumur lebih dari 20 tahun mampu mampu menyimpan karbon sebesar 43,22 ton/ha.

Untuk memastikan kemampuan durian menyerap karbon, dilakukan Direktorat Jenderal Hortikultura bersama Institut Pertanian Bogor untuk melakukan pengukuran stok karbon di lapangan. Lokasi yang dipilih adalah sentra kawasan durian di Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kawasan ini merupakan salah satu sentra durian dengan luas lahan lebih dari 100 ha.

"Petani di Kecamatan Carita sudah menanam durian sejak lama. Bahkan durian di sini ada yang berumur 100 tahun,” kata Udi, petani durian sekaligus Ketua Kelompok Tani Cori Bendung.

Putu Santikayasa, dosen IPB yang turut serta dalam pengukuran stok karbon mengatakan, metode pengukuran yang dilakukan kali ini adalah non destruktif (tanpa melukai tanaman). Pengukuran stok karbon perlu dilakukan untuk mengetahui potensi penyerapan karbon di suatu wilayah.

“Untuk tanaman durian ini merupakan komoditas unggulan dalam upaya mitigasi DPI untuk mengurangi emisi karbon. Sehingga kita perlu mengetahui perhitungan stok karbon pada suatu komoditas, katanya.

Putu Santikayasa menambahkan bahwa terdapat empat komponen pengukuran stok karbon.  Pertama, tanaman itu sendiri yaitu lingkar batang dan tinggi tanaman. Kedua, seresah di bawah tajuk tanaman. Ketiga, tanaman bawah yang masih hidup. Keempat,, komponen tanah pada lapisan atas dan tanah pada lapisan bawah itu sendiri.  Dari empat komponen ini dihitung jumlahnya untuk mengetahui total karbon yang disimpan tanaman durian,” katanya.

Pengambilan sampel dilakukan pada 3 kelompok umur tanaman, yaitu kurang dari 10 tahun, 10-20 tahun dan lebih dari 20 tahun. Hasil analisis di Laboratorium IPB menunjukkan tanaman durian mampu menyimpan karbon sebesar 43,22 ton/ha untuk tanaman durian yang memiliki umur lebih dari 20 tahun. Tanaman durian dengan umur 10 – 20 tahun dan kurang dari 20 tahun memiliki cadangan karbon total sebesar 18,45 ton/ha dan 3,27 ton/ha.

Jika dihitung nilai cadangan karbon per pohonnya, durian yang berumur kurang dari 10 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 0,16 ton/pohon, kelompok umur 10-20 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 0,92 ton/pohon, dan kelompok umur lebih dari 20 tahun memiliki cadangan karbon sebesar 2,16 ton/pohon.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, mitigasi DPI dapat dilakukan dengan pengembangan kawasan durian. Jumlah tanaman durian di Indonesia sekitar tujuh juta lebih pohon Indonesia. Jika diasumsikan setiap pohon dapat menyerap 1,42 ton/tahun, maka stok karbon total pada tanaman durian bisa mencapai 9-10 juta ton/tahun.

Sementara itu Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, manfaat dalam penghitungan stok karbon selain sebagai mitigasi perubahan iklim, juga untuk mendapatkan komponen data stok karbon.  Diharapkan dalam ke depan, banyak pengamatan di lokasi yang berbeda dan juga varietas yang berbeda pada komoditas yang sama.

Varietas durian bermacam-macam, seperti varietas Matahari, Kromo, Ripto, Otong, Montong, Serumbut dan lainnya. Sehingga ke depan data akan lebih banyak dan variatif,” katanya.

Sri menambahkan, jika data ini menjadi dasar dalam menganalisis dan mengambil kebijakan dalam pengembangan kawasan hortikultura untuk mitigasi Dampak Perubahan Iklim.

Kasubdit Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam, Agung Sunusi menjelaskan, pemilihan lokasi pengambilan stok karbon untuk komoditas durian didasarkan pada lokasi sentra yang selama ini menjadi penyangga buah durian nasional. "Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang sudah dikenal sejak lama sebagai sentra utama," kata dia.



Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018