Thursday, 06 August 2020


Bawang Putih Lembah Napu, Potensi Terpendam di Bumi Poso

26 Jul 2020, 11:51 WIBEditor : Yulianto

Bawang putih Lembah napu | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Poso---Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, memiliki lembah yang bernama Lembah Napu yang berjarak sekitar 140 km dari Kota Poso. Selain memiliki pesona alam yang masih alami lembah tersebut juga memiliki potensi pertanian yang cukup baik, karena merupakan dataran tinggi yang cukup subur.

Dengan hamparan yang relatif datar yang luasnya sekitar 40.000 hektar (ha) dengan ketinggian sekitar 1.200 meter dpl, perbedaan suhu antara siang dan malam yang signifikan dan tersedia sumber air yang cukup sangat potensial untuk pengembangan komoditas hortikultura dataran tinggi.

Salah satu komoditas yang potensial untuk dikembangkan di Lembah Napu adalah bawang putih, disamping kentang dan sayuran dataran tinggi lainnya. Untuk membuktikan bawang putih tumbuh dan berumbi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanain Sulawesi Tengah melakukan uji coba penanaman bawang putih. 

Belum lama ini, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Agribisnis dan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Direktur Perbenihan Hortikultura, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pertanian bersama Kepala BPTP Sulteng, Kepala Balai Karantina Pertanian Palu serta Kadis Pertanian Poso telah melakukan panen demplot pertanaman bawang  putih.

Varietas bawang putih yang ditanam di Lembah Napu  tersebut  adalah Sangga Sembalun, Lumbu Hijau  dan bawang putih lokal Tinombo. Berdasarkan hasil ubinan berat basah panen (umbi dan daun) tiga varietas tersebut diperoleh  varietas Sangga Sembalun 15,4 ton, varietas Lumbu Hijau 14 ton serta Tinombo 14,7 ton.  

Ketiga varietas tesebut ditanam Kelompok Tani Mekar Baru, Desa Watumaeta Kecamatan Lore Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Bawang putih  Tinombo merupakan bawang putih lokal Sulawesi Tengah yang ditanam petani di Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong.

Luthfie Halide, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Agribisnis, optimis keberhasilan tanam bawang putih di Lembah Napu sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan bawang putih dalam negeri dari Indonesia Timur. Bawang lokal Tinombo memiliki keunggulan baunya lebih menyengat dibanding dua varietas lainnya

Luthfie meminta agar bawang putih lokal Tinombo dapat segera didaftarkan. Direktorat Perbenihan Hortikultura  telah membawa sampel hasil panen untuk dilakukan uji DNA, untuk mengetahui apakah bawang putih Tinombo berbeda  dengan varietas bawang putih yang sudah didaftar atau memang varietas unggul baru. “Selain peningkatan SDM, pendampingan dan penerapan teknologi budidaya bawang putih juga perlu untuk dilakukan agar hasil produksi bisa maksimal,” jelas dia.

Selain bawang putih, Luthfie berharap Lembah Napu dapat menjadi sentra pengembangan kentang dan bawang merah. “Untuk mendukung hal tersebut Direktorat Jenderal Hortikultura diminta untuk memfasilitasi penyiapan benihnya,” pungkasnya.

Senada dengan yang disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Agribisnis, Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman manyampaikan untuk mewujudkan Napu menjadi salah satu sentra bawang putih di Indonesia, perlu penyiapan benihnya.  “Kami  segera mendorong tumbuhnya  penangkar agar bawang di Lembah Napu. Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia penangkar di Lembah Napu, akan memagangkan penangkar benih bawang putih di Napu,” jelas dia.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018