Saturday, 26 September 2020


Dirjen Horti: Pengembangan Kawasan Horti ‘Wajib’ Sesuaikan Agroklimat

03 Aug 2020, 12:33 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto saat mengunjungi BBTH Gowa | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa---Pengembangan kawasan hortikultura menjadi salah satu program pemerintah untuk mendorong produksi, meningkatkan daya saing dan menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Namun demikian, dalam pengembangan kawasan akan menyesuaikan agroklimat dan sumberdaya lainnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto saat dihubungi di sela-sela rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian di Gowa, Sabtu (29/7) mengatakan, pihaknya kini terus mendorong gerakan mendorong produksi, daya saing dan ramah lingkungan hortikultura yang dikenal dengan tagline ‘Gedor Horti’.

Menurutnya, desain pengembangan kawasan hortikultura berdaya saing harus memperhatikan kesesuaian agroklimat dan sumberdaya lainnya. Sedangkan area pengembangannya fokus di satu kecamatan melalui pengawalan intensif Kostratani.

“Perubahan mindset seperti ini lah yang kita harapkan dalam mendorong gerakan produksi, sehingga ketika kita evaluasi bagaimana outcomenya di satu kecamatan yang disebut sentra itu jelas hasilnya,” ujar Prihasto saat mengunjungi Balai Besar Tanaman Hortikultura (BBTH), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Prihasto berharap pengembangan kawasan tidak lagi dalam skala kecil, tapi terfokus pada lokus tertentu. Dengan demikian, dapat mencapai skala ekonomi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Dukungan benih

Anton, sapaan akrab Dirjen Hortikultura menambahkan, kunci sukses peningkatan produksi dan daya saing sebanyak 50 persen ditentukan benih bermutu dan sisanya sarana budidaya lainnya. “Tanah yang subur, pupuk seimbang dan air yang cukup akan percuma jika benih yang digunakan bukan benih bermutu. Potensi hasil yang optimal tidak akan tercapai,” ungkapnya.

Terkait penyediaan benih bermutu, Anton menyebut peranan BBTH yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi sangat penting dan vital. Karena itu, mulai tahun 2021, pemenuhan kebutuhan benih bermutu hortikultura akan disediakan langsung Balai BBTH.

“Kita kembalikan fokus desain pengembangan hortikultura sesuai jalurnya. Urusan penyediaan benih tentunya dilakukan BBTH sesuai kebutuhan pengembangan kawasan yang telah ditetapkan calon petani dan calon lokasinya. Demikian pula kegiatan pengendalian organisme pengganggu tanamannya juga akan mengikuti kawasan,” tutur Anton.

Kepala Balai Besar Tanaman Hortikultura (BBTH) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Gafar, menyatakan, pihaknya siap mendukung desain pengembangan hortikultura tersebut. “Tugas pokok dan fungsi balai benih hortikultura adalah menyelenggarakan tugas teknis di bidang produksi benih tanaman hortikultura. Kami siap melakukan perbanyakan benih memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, BBTH Gowa memiliki 16 Instalasi Kebun Benih Hortikultura dan 1 unit Laboratorium Kultur Jaringan dengan total luas lahan mencapai lebih dari 82 ha. Hingga semester 2 tahun 2020 ini, BBTH telah memproduksi 320.000 batang bibit tanaman buah (rambutan, kelengkeng, jeruk, durian, pisang, mangga dan manggis), 10.000 stek krisan, 80.000 knol kentang dan 200 kg benih bawang merah.

"Keseluruhan benih tersebut untuk mendukung pengembangan kawasan hortikultura nasional. Dengan begitu produksi dan daya saing komoditas hortikultura diharapkan semakin meningkat," kata Gafar.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) gencar mendorong peningkatan produksi bahan pangan pokok untuk memastikan pemenuhan kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya ditengah pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya, menuntut seluruh negara mulai berfikir untuk menjaga cadangan pasokan pangannya masing-masing.

"Negara yang tidak memiliki cadangan pasokan bahan pangan tentu akan kesulitan. Punya uang tapi belum tentu bisa membeli makanan. Untuk itu, Kementan terus memacu peningkatan produksi pangan sekaligus melakukan upaya diversifikasi pangan lokal seperti sagu, ubi kayu, jagung, talas, kentang dan pisang," ujar SYL.

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018