Monday, 28 September 2020


Poktan DSafa Jaktim, Sukses Jual Bibit Hingga Tanam Anggur di Gang Hijau

07 Aug 2020, 08:06 WIBEditor : Gesha

Petani Urban kian menggeliat di Jakarta | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta Timur --- Kreativitas dalam usaha tani ternyata bisa dilakukan kendati di lahan yang terbatas. Kelompok Tani (Poktan) D’Safa yang berada di RW 05 Kelurahan Malakasari, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur ini contohnya, mereka berhasil menghijaukan wilayahnya dengan tanaman obat (toga), sayuran, bahkan buah anggur.

Tanaman anggur tampak menghiasi salah satu jalan masuk ke pemukiman warga di Jalan Delima VI RT 01 RW 05 Malaka Sari, saat jajaran dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengunjungi lokasi tersebut pada Rabu (5/8).

Hadir Kepala Bidang Pertanian, Mujiati, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan, Taufik Yulianto, serta Satlak Suku Dinas (Sudin) KPKP Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Halimah dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sudin KPKP Kecamatan Duren Sawit, Heni. 

“Kami tidak hanya menanam anggur, tetapi juga aneka sayuran, tanaman obat (toga), budidaya ikan, hingga pengolahan hasil. Misalnya minuman dari bunga teleng yang berkhasiat untuk meringankan radang tenggorokan serta menyehatkan tubuh. Kami mensosialisasikannya ke Puskesmas di Malakasari," kata Haryati, salah satu anggota Poktan D' Safa.

Haryati menjelaskan, warga di 16 RT di lingkungan RW 05 ini sudah memanfaatkan lingkungannya untuk usaha pertanian yang produktif. Mereka memiliki kebun di sebidang tanah seluas 200 meter persegi untuk bertani secara hidroponik, serta melakukan pembibitan aneka tanaman yang siap jual.  

“Setiap hari ada kunjungan dari masyarakat umum. Mereka tertarik membeli bibit tanaman seperti cabai, tomat, terong, dan mint. Bibit tersebut selain di polybag, juga sudah ada yang kami kemas di dalam pot sehingga lebih praktis sekaligus menjadi tanaman hias,“ kata Haryati yang juga mempunyai usaha catering.

Dinas KPKP DKI Jakarta pun sangat mengapresiasi keberhasilan warga RW 05 ini, walaupun di tengah kondisi waspada Covid-19. “Manfaatnya lebih besar bila kita lakukan dengan senang hati. Kelebihan melakukan pertanian di lahan dekat rumah adalah dapat menikmati setiap saat. Kegiatan pertanian bukan hanya menanam dan panen, tetapi menyiapkan benih, menyiapkan media, memelihara, panen, diolah, semua jadi uang,” kata Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati.

Mujiati mencontohkan tanaman seledri yang bisa dijual dalam bentuk bibit di pot, karena orang cenderung memanen seledri sedikit, tidak sekaligus habis seperti tanaman bayam.

“Hal ini tergantung kreativitas kita mengemas sehingga meningkatkan nilai jual. Olahan sawi misalnya bisa dijadikan minuman smoothies. Jadi kegiatan pertanian ini selain manfaat ekonomi juga spiritual, mampu memberikan ketenangan, bahkan menurut penelitian dapat menjadikan usia lebih panjang karena adanya aktifitas. Sampah dan barang bekas di sekitar kita juga bisa dimanfaatkan untuk media tanam,” ujar Mujiati.

Antusias warga RW 05 melakukan kegiatan pertanian juga dibenarkan oleh Halimah dan Heni, dari Sudin KPKP Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang selalu melakukan pendampingan, pembinaan, dan penyuluhan bagi warga masyarakat di Duren Sawit dalam melalakukan Urban Farming. Kegiatan mulai dari budidaya, pasca panen, sampai pemasaran. 

“Walaupun hanya seluas 200 meter persegi, kebun ini menjadi kebanggaan warga RW 05. Setiap minggu selalu ada panen, serta banyak permintaan dari penjualan bibit,” kata Halimah.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018