Saturday, 19 September 2020


Gang Hijau Berhasil, Sayuran Poktan di Jakarta Timur Dilirik Supermarket

07 Aug 2020, 08:19 WIBEditor : Gesha

Hasil pertanaman di Gang Hijau | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta Timur --- Potensi pasar produk pertanian khususnya sayuran di Jakarta sangat besar. Masyarakat perkotaan sudah teredukasi untuk mengkonsumsi sayuran yang segar dan sehat. Seperti sayuran yang dihasilkan oleh Kelompok Tani (Poktan) di Jakarta Timur ini bahkan sudah dijajaki oleh supermarket dan retail modern lainnya.

Berawal dari obrolan santai warga setempat yang menginginkan lingkungan sejuk, akhirnya tahun 2018 berhasil terbentuk Poktan yang kini beranggotakan 30 orang. Poktan “Ampar Adhum” yang berlokasi di Jl Bekasi Timur VI RT 07 Rw 08 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ini bahkan menjadi Poktan yang berprestasi sebagai Juara Gang Hijau Terbaik Jakarta Timur tahun 2018 dan sering mendapat kunjungan dari berbagai instansi.

Pada Rabu (5/8), kunjungan dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, serta jajaran pejabat kantor Walikota Jakarta Timur. Turut hadir juga Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas KPKP DKI Jakarta, Bambang Purwanto, Kepala Suku Dinas KPKP Kota Administrasi Jakarta Timur, Yuli Absari dan jajarannya.

“Gang hijau terbentuk dengan empat modal utama, yaitu kemauan, waktu, inovasi, dan uang. Awalnya kami memanfaatkan barang bekas seperti kaleng cat menjadi media pot. Kemudian semakin berkembang berkat dukungan berbagai pihak, yaitu warga, perangkat kelurahan, RT,RW,PKK, Karang Taruna, jajaran Dinas KPKP DKI Jakarta, dan perusahaan swasta yang memberikan dana CSR,” kata Ketua Poktan “Ampar Adhum”, Fikri Husin.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan bahwa Poktannya sudah memiliki fasilitas lengkap, seperti rumah bibit, ruang diskusi, demplot, 31 rak hidroponik dengan 1984 lubang tanam (net pot), serta pekarangan warga yang sudah ditanami aneka tanaman produktif. Poktan ini juga telah berhasil menciptakan olahan seperti pudding daun kelor, minuman daun kelor, dan sebagainya.

Jenis tanaman pun terbilang banyak dan bervariasi, seperti sayuran (cabai, terong, pakcoy, bayam, kangkung, pare, jeruk nipis, jeruk purut), tanaman obat/toga (kelor, sirih, bidara, tin, kus kucing, sambiloto, brotowali, sambang dara, jinten), buah-buahan (jambu air, mangga, anggur, srikaya,kelengkeng, delima, tin, sawo kecik), serta tanaman hias (sirih gading, lidah mertua, adenium, lili paris, palem, sakura, kaktus, dan lain-lain).

“Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian sangat mengapresiasi Poktan Ampar Adhum yang berhasil mewujudkan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Ketahanan Pangan keluarga warga sekitar. Kami mendukung agar ke depannya lebih baik lagi,” kata Kepala Sub Bidang Pengembangan Pangan Lokal BKP, Maya Safrina.

Kondisi waspada Pandemi Covid-19 di Jakarta membuat warga lebih banyak melakukan aktifitas di lingkungannya. Sayuran dan buah yang merupakan kebutuhan sehari hari lebih baik bila didapatkan tidak jauh dari rumah. 

“Luar biasa, saya tidak menyangka, di tengah ibukota Jakarta ada tempat yang teduh, nyaman, dan fungsinya banyak seperti ini. Saya berharap bisa jadi contoh buat lainnya, dan apalagi pada kondisi waspada Covid-19 ini, warga tidak perlu  jauh- jauh beli sayuran. Bapak Walikota Jakarta Timur yang setiap minggu bersepeda di sekitar sini, sangat senang karena Poktan ini sering panen,” kata Kepala Bagian Perekonomian Kota Administrasi Jakarta Timur, Yeni Asnita.

Fasilitasi Registrasi Kebun 

Kini, Supermarket Giant tengah menjajaki sayuran hasil produksi Poktan Ampar Adhum untuk kemudian menjadi salah satu komoditi yang dijual di sana. Bila berhasil, tentunya akan memperlancar keuangan Poktan sehingga mampu berproduksi secara berkesinambungan.

Dinas KPKP DKI Jakarta sangat mengapresiasi usaha Poktan ini yang dari nol hingga berhasil seperti sekarang. Lingkungan di sini lebih hijau sekaligus produktif. Produk sayuran hidroponik sangat potensial menembus pasar golongan ekonomi menengah ke atas, misalnya swalayan, rumah sakit, horeka (hotel, restoran, catering), dan sebagainya.

"Langkah kami memfasilitasi registrasi kebun supaya nanti bisa diterbitkan sertifikat Prima 3, menunjukkan sayuran tersebut aman untuk dikonsumsi. Tentunya akan menambah nilai jual produk tersebut, “ kata Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati.

Mujiati juga berharap Poktan Ampar Adhum bisa menjaga kontinuitas serta kualitas produk-produknya, sehingga bisa berkembang dan menjadi percontohan dan inspirasi bagi Gang Hijau lainnya.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018