Monday, 19 October 2020


Kreatif! Anak Mantan Menteri ini Pilih Bertani di Atap Gedung

06 Sep 2020, 08:32 WIBEditor : Gesha

Kelompok Tani yang dipimpin anak mantan menteri ini memilih atap gedung menjadi lahan bertaninya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta Selatan --- Kreatifitas dalam pertanian perkotaan di Jakarta semakin bertambah. Salah satunya adalah HSC Urban Farm yang berhasil mengembangkan berbagai tanaman hidroponik, micro green, budidaya ikan (aquaponik), sekaligus tempat pelatihan bagi peminat Urban Farming.

Menjadi daerah yang padat penduduk tak membuat semangat bertani luntur, buktinya HSC Urban Farm yang berada di Jl Pengadegan Barat Raya No. 4, Pancoran, Jakarta Selatan ini bisa bertani dengan memanfaatkan ruang terbatas.

Hal tersebut terungkap ketika Tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta yang berkunjung pada Rabu (19/8) diterima oleh Fajar Wiryono, penggiat Urban Farming yang juga aktif di Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) Pusat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan.

Hadir di lokasi Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan, Taufik Yulianto, dan Unsur Suku Dinas (Sudin) KPKP Jakarta Selatan yang diwakili Satuan Pelaksana KPKP Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan.

“Urban Farming adalah konsep memindahkan pertanian organik di pedesaan ke pertanian di perkotaan, yang berbeda ada pada pelaku dan luasan lahan tanamnya,” kata Fajar Wiryono yang juga putra dari Prof. Dr. Haryono Suyono, mantan Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dan Pengentasan Kemiskinan di Era Presiden B.J. Habibie dan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.  

HSC Urban Farm berhasil membudidayakan aneka sayuran yang populer di masyarakat seperti pakchoy, caisim, sawi, bayam, kangkung, terong, cabai, serta berbagai tanaman obat.

Selain itu juga Micro Green, yang merupakan sayuran hijau muda dengan rasa aromatik dan memiliki kandungan gizi lebih tinggi daripada sayuran yang dipanen tua. Waktu penanamannya pun singkat, hanya perlu 14 hari sampai bisa dipanen. Micro Greens bisa langsung dikonsumsi atau dipakai sebagai hiasan makanan.

Selain sayuran, juga dibudidayakan ikan lele secara aquaponik, yaitu kolam ikan berada di bawah rak hidroponik.

Berkat pengalamannya, Fajar Wiryono beserta timnya sering memberikan berbagai pelatihan Urban Farming untuk berbagai kalangan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, karyawan kantoran, dan lain-lain. HSC Urban Farm juga aktif mengikuti pameran pertanian. 

“Pelatihan kami meliputi micro green, vertikal garden, dan aquaponik. Juga termasuk teknik penyemaian, komposting, pembuatan pupuk organik cair, dan pembuatan pestisida organik," ungkapnya.

Lokasi pelatihan pun tidak hanya di sini, tetapi juga ada di Sawangan, Depok bernama “Rumah Kebon Astuty”, dan di Cijeruk Bogor bernama “Kebun Organik Loji Nenek”. "Tempat tersebut sekaligus sebagai sarana rekreasi keluarga,”tambah Fajar.

Keunikan dan kreatifitas pengelola HSC Urban Farm sangat diapresiasi oleh Kepala Bidang Pertanian, Mujiati. “Fajar beserta tim nya ini sangat kreatif mengembangkan Urban Farming. Apalagi dilengkapi dengan fasilitas pelatihan yang sangat lengkap, tentunya masyarakat yang belajar di sini mendapatkan banyak sekali ilmu yang bermanfaat. Semoga dapat menginspirasi dan sebagai contoh penggiat urban farming di Jakarta,” kata Mujiati.

Reporter : Indri
Sumber : Dinas KPKP DKI Jakarta
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018