Wednesday, 30 September 2020


Dibimbing Kostratani, Areal Gapoktan Nakulo Jadi Kawasan Alpukat Pameling

07 Sep 2020, 08:30 WIBEditor : Yulianto

Menteri Pertanian, SYL saat menanam bibit alpukat didampingi Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto | Sumber Foto:BBPP Ketinan

TABLOIDSINARTANIAN.COM, Malang—Usaha keras petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nakulo akhirnya berbuah manis. Areal pengembangan buah alpukat milik petani ditetapkan menjadi kawasan alpukat oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Kabupaten Malang memiliki potensi yang besar dalam pengembangan budidaya buah dan aneka tanaman hortikultura, salah satunya alpukat. Saat mengunjungi lokasi pengembangan bibit unggul alpukat “Pameling” di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Nakulo, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, SYL mencanangkan kawasan alpukat.

Saat ini Desa Wonorejo memiliki luas lahan 2 ha untuk penakar benih. Dari luasan tersebut, saat ini sudah ada 30 ribu pohon alpukat yang siap dipanen. “Saya yakin ini akan menjadi kontribusi atau sumbangsih hadirnya alpukat-alpukat berkualitas tinggi di Indonesia. Saya sudah melihat kondisi persiapan disini untuk bisa menjadi kebun bibit berkualitas,” kata ujar SYL kepada petani alpukat yang tergabung dalam Gapoktan Nakulo.

Bahkan melihat berat alpukat yang mencapai 2 kg/buah, SYL menilai menjadi kemampuan yang luar biasa. Apalagi alpukat memiliki nutrisi dan gizinya sangat bagus, dan berpotensi bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk ekspor. “Dan hari ini saya canangkan Gapoktan Unggulan di bidang Alpukat,” katanya.

Karena itu, SYL mengapresiasi Gapoktan Nakulo yang telah berinovasi, sehingga dapat menjadi andalan nasional dengan dukungan penuh dari Bupati Malang dan seluruh jajarannya. Pada kegiatan pencanangan ini, Menteri Pertanian, SYL juga menanam bibit alpukat pameling. Alpukat ini sebelumnya dikenal sebagai alpukat arjuno.

Salah satu penangkar bibit alpukat dari Kelompok tani Karya Makmur Gapoktan Nakulo, Nyoto, mengaku senang karena selama ini Kementan selalu memberikan bantuan berupa training pasca panen, budidaya, serta bantuan alsintan yang cukup masif.  Bahkan ia bangga dari tahun ke tahun usaha alpukat bersama seluruh anggota kelompok mengalami peningkatan yang cukup tajam, terutama dalam dua tahun terakhir

Hingga kini hasil panen alpukatnya disuplai ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini pengembangan lahan tanam alpukat pameling siap panen mencapai 25 ha. Ke depan kami berharap daerah kami  bisa menjadi sentra kawasan pengembangan menjadi 100 ha, mengingat lahan masyarat disini sangat luas. kami berharap kelak bisa mengekspor,” tambah Lamina, Sekretaris Gapoktan Nakulo.

Lamina menuturkan, saat ini pembinaan terus dilakukan penyuluh pertanian melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lawang dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Koordinator BPP Lawang, Wikandaru menuturkan, tidak henti-hentinya seluruh penyuluh di BPP untuk terus memberingan dorongan dan motivasi serta mentransfer ilmu kepada petani binaanya. “Apalagi saat ini kami harus terus mendukung, serta menyukseskan program Kostratani yang sangat memberi manfaat bagi pengawalan dan pendampingan serta dorongan untuk kemajuan petani kami, ujarnya

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi meminta Kostratani berada di tingkat kecamatan untuk mensupport dan terlibat langsung pada seluruh program Kementan. Bahkan Kostratani sebagai pelaksana utama program strategis Kementan.

 

Reporter : Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018