Wednesday, 30 September 2020


Berkah Tanaman Hias Mulai Dirasakan Emak-Emak

07 Sep 2020, 09:44 WIBEditor : Gesha

Berkah Tanaman Hias Mulai Dirasakan emak emak | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI. COM, Malang - - Budidaya tanaman hias dahulu hanyalah sekedar hobi, yang hanya digeluti oleh gadis atau ibu-ibu untuk sekedar mengisi waktu senggang. Tapi sekarang, berkah Tanaman Hias ini mulai dirasakan mereka menjadi pundi-pundi tabungan. 

Selama masa pandemi Covid-19 ini, tercatat ada beberapa trend baru yang bermunculan di tengah masyarakat. Di kalangan Emak-Emak, trend bercocok tanam aneka tanaman hias yang mulai digeluti sebagai pengisi waktu luang di rumah.

Seperti yang dilakukan oleh Ibu Wiska, pemilik Kusuma Nursery, tanaman hias yang ada di dusun Bunder desa Sidorahayu kecamatan Wagir Kabupaten Malang ini.

Dengan adanya himbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak terlalu penting (physical and social distancing), serasa berbuah manis bagi pelaku usaha tanaman hias miliknya.

Kebun bibit tanaman hias seluas hampir 600 meter persegi ini ditanami beliau dengan berbagai macam tanaman hias dalam berbagai jenis dan ukuran, selain itu juga ada pembibitan tanaman anggrek serta tanaman buah yang dibudidayakan.

Tanaman yang di usahakan di kebun bibit nya juga merupakan tanaman yang sekarang sedang sangat di gemari dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Usaha yang dirintis sejak 10 tahun lalu dan dikembangkan hingga ini sekarang sudah mulai dikenal oleh banyak orang.

Dalam menjalankan bisnis tersebut, tanaman yang diperjualbelikan merupakan hasil dari budidaya sendiri sehingga dengan banyaknya pembelian membuat mereka cukup kewalahan.

Untuk mengelola kebun bibitnya ini, beberapa strategi yang dilakukan untuk menarik hati konsumen adalah dengan melakukan promosi melalui sosial media, terutama media yang banyak di pakai orang saat ini, yaitu whatshapp, facebook, dan instagram. Strateginya adalah dengan hanya mengupload foto dan stok tanaman di sosial media.  Selain Ibu-ibu, konsumen juga banyak dari para penjual tanaman hias lainnya. 

Sebagai bagian dari wilayah binaan, penyuluh pertanian setempat, Ferly Tambunan berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh ibu-ibu lainnya. Walaupun dari usaha rumahan dan hobi, atau skala kecil, tetapi dengan ketelatenan dan keuletan dari “waktu senggang” ini maka dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

"Pengenalan ini dimulai dari pendekatan pada ibu-ibu disekitar lokasi sehingga dapat memunculkan ketertarikan dan minat untuk memulai usaha dari lingkungan keluarga,"tambahnya. 

Reporter : Ferly P Tambunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018