Tuesday, 27 October 2020


Desa Pertanian Organik Modoinding Picu Animo Pelanggan

21 Sep 2020, 15:07 WIBEditor : Yulianto

Stasiun Agribisnis Modoinding, di Minahasa | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Minahasa Selatan---Sayuran menjadi produk hortikultura andalan yang banyak dikembangkan di Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dengan ketinggian 1100-1600 mdpl, Modoinding sangat cocok sebagai lokasi pengembangan sayuran seperti kol, brokoli dan bawang daun.

Kelompok Tani Betania, di Desa Linelean, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan adalah salah satu kelompok tani yang mengembangkan aneka komoditas hortikultura. Sejak 2016, kelompok tani (poktan) ini mengembangkan pertanian organik di lahan seluas satu hektar. Komoditas andalan yang dibudidayakan antara brokoli, bawang daun, bawang merah, kol, wortel, tomat, hingga jahe merah.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mendukung budidaya hortikultura secara organik melalui program Desa Pertanian Organik (DPO). Adanya program DPO diharapkan mampu menjadi stimulus bagi pengembangan pertanian organik terutama di sektor hortikultura.

Untuk pemasaran, poktan Betania telah bermitra dengan swalayan yang ada di Kota Manado dan sebagian lagi dijual ke pasar-pasar tradisional. "Kami sebagai petani tentu senang karena sayuran organik semakin diminati pasar. Masyarakat mulai sadar akan pentingnya gaya hidup sehat, terutama di saat pandemi seperti sekarang," kata Ketua Poktan Betania, Maxie.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf menegaskan, pentingnya peran aktif petani dan pendampingan dari petugas lapang agar program DPO dapat terus berkelanjutan, serta dukungan pemda setempat. "Petani perlu dibekali keterampilan cara pembuatan bahan pengendali OPT  ramah lingkungan dan pupuk hayati. Harapannya mereka dapat mandiri dan kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan," ujar Yanti.

Petugas POPT setempat, Oldy Kotambunan menerangkan bahwa anggota poktan Betania antusias dalam menyerap ilmu pertanian organik yang diajarkan oleh fasilitator/petugas pendamping. "Mereka kini makin terampil dalam membuat agens hayati, pestisida nabati, dan pupuk organik, serta teknik aplikasinya di lapangan," kata Oldy.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018