Tuesday, 20 October 2020


Gunungkidul Disiapkan Jadi Kawasan Pisang Mas Kirana

02 Oct 2020, 17:44 WIBEditor : Yulianto

Pisang Mas Kirana potensial untuk dikembangkan dan menjadi komoditas ekspor | Sumber Foto:dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Gunungkidul---Pemerintah menetapkan Kabupaten Gunungkidul sebagai kawasan pisang Mas Kirana. Dengan alokasi dana APBN Direktorat Jenderal Hortikultura, luas pengembangan kawasan pisang Mas Kirana sekitar 40 ha.

Wilayah pengembangan pisang Mas Kirana di Kabupaten Gunungkidul tersebar di Kecamatan Semin, Ngawen, Patuk, Purwosari, Nglipar dan Gedangsari. Pengembangan pisang tersebut mengingat kecamatan tersebut selama ini merupakan sentra tanaman pisang.

Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gunungkidul, Restu saat dihubungi via telepon menyatakan, pengembangan kawasan seluas 40 ha di Kabupaten Gunungkidul sudah terealisasi. Rata-rata produksi pisang Mas Kirana Gunungkidul dalam satu tandan mencapai berat 10 kg dan dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir.

Pisang Mas Kirana merupakan salah satu jenis pisang yang sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi segar.  Selain ukurannya yang sesuai dengan selera konsumen, warna kulit buah pisang mas juga sangat menarik yaitu kuning cerah, didukung dengan rasa daging buahnya manis, segar, dan teksturnya lembut.

Pisang ini juga menjadi pilihan utama bagi para pengusaha hotel, katering atau restoran. Bahkan, pisang Mas Kirana telah menjadi sajian di Istana Negara. Varietas pisang mas ini ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor: 516/2005. Sejak saat itu pisang yang aslinya berasal dari Lumajang ini populer dengan nama Pisang Mas Kirana.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, akan terus mendorong agar petani pisang mampu menghasilkan produk bermutu dan meningkatkan produksi melalui pengembangan kawasan. “Kami akan selalu berupaya untuk terus memperluas areal pertanaman guna meningkatkan hasil produksi buah-buahan ungulan, terutama dimasa pandemi Covid 19,” katanya.

Pengembangan kawasan pisang ini sebagai wujud amanat Menteri Pertanian untuk mendukung program  peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian atau GraTiEks. Selain itu juga merupakan realisasi program Gerakan Mendorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau GEDOR HORTI.

Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman, mengatakan Kabupaten Gunungkidul memiliki  potensi dan prospek yang bagus untuk pengembangan pisang Mas Kirana. Tahun 2020 ini Kementan memfasilitasi pengembangan kawasan pisang Mas Kirana seluas 40 ha melalui dana APBN.

"Pengembangan kawasan ini sebagai upaya meningkatkan produksi buah-buahan unggulan dan perwujudan program GEDOR HORTI. Kedepannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani terutama ditengah pandemi Covid 19 ini,” ujar Liferdi

Pengembangan kawasan diarahkan pada pembentukan kebun dengan skala luas, serta diintegrasikan dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan. Meskipun kepemilikan lahan rakyat kecil, namun ketika dikelola secara profesional dapat menghasilkan produk yang dapat dipasarkan hingga pasar ekspor.

“Kita harapkan produksi pisang Mas Kirana Gunungkidul ini tidak hanya memenuhi pasar domestik tapi juga merambah pasar ekspor,” katanya.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan untuk terus meningkatkan produk unggulan pertanian melalui pengembangan kawasan, terutama buah-buahan unggulan yang memiliki prospek pasar yang cukup luas. Selain itu, sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (GraTiEks).

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018