Saturday, 24 October 2020


Irigasi Tenaga Surya, Menyulap Lahan Kering Jadi Sentra Cabai

15 Oct 2020, 07:04 WIBEditor : Yulianto

Kisman, Ketua Gapoktan Gemah Ripah menerima bantuan dari pemerintah | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Pesawaran----Hamparan lahan kering membentang di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Namun kondisi itu tak menyurutkan petani untuk membiarkan lahan tersebut tak bermakna.

Hamparan seluas 450 hektar (ha) pun disulap petani menjadi lahan budidaya cabai. Bahkan Lampung kini menapak menjadi daerah sentra cabai ramah lingkungan. Namun kendala yang selama ini petani alami adalah keberadaan air.

Melihat potensi tersebut, pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN memberikan fasilitas dan bantuan guna mendukung dan mengoptimalkan pertanaman cabai. Sarana irigasi pun menjadi sangat penting guna mendukung pengembangan kawasan cabai di wilayah tersebut.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu sempat melakukan peresmian irigasi pompa air bertenaga surya. Sebagai sponsor PT Bukit Asam Tbk. memberikan bantuan sarana irigasi yang dapat mengalirkan air dari embung ke seluruh lahan pertanian Desa di Trimulyo. Penggunaan pompa tenaga surya tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya pengairan dan tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura memberikan bantuan saprodi untuk pengembangan kawasan cabai seluas 50 ha. Benih yang diserahkan berupa benih bersertifikat disertai sarana pengendali OPT berupa likat kuning.

Pemberian benih ini bertujuan agar petani di Kabupaten Pesawaran bisa memproduksi cabai dengan benih hibrida sehingga produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi. Selama ini petani di wilayah tersebut identik bertanam benih varietas lokal krisna.

“Saya berharap masyarakat sekitar, khususnya petani dapat memelihara dan memafaatkan sebaik-baiknya fasilitas-fasilitas yang diberikan dari Kementan maupun  BUMN,” kata Prihasto.

Prihasto juga berharap, dengan adanya bantuan ini petani cabai di Kabupaten Pesawaran dapat berbudidaya cabai sepanjang tahun tanpa terkendala air dan produktivitas cabainya pun meningkat.

Masih di lokasi yang sama, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah, Dessi Rahmaniar juga menghadiri Gerakan Tanam Cabai. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan likat kuning secara simbolis kepada Kelompok Tani Gemah Ripah.

Pada acara tersebut Dessi meminta pemerintah daerah agar mendaftarkan benih lokal yang digemari petani melalui BPSB agar kualitas mutu benihnya lebih terjamin. Tak hanya itu, Ditjen Hortikultura akan mengawal pertanaman cabai di Kabupaten Pesawaran.

Tak hanya sisi budidaya, Dinas Pertanian Provinsi Lampung dan Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran  juga memberikan dukungan pendirian pasar lelang cabai. Dengan demikian tidak hanya kuat di sisi onfarm, namun juga off farmnya. “Dengan berbagai dukungan yang ada diharapkan stabilisasi produksi dan harga cabai di Kabupaten Pesawaran dapat terwujud,” tutur Dessi.

Ketua Gapoktan Gemah Ripah, Kisman mengatakan, bantuan seperti likat kuning memang sangat dibutuhkan petani. Penggunaan likat kuning sudah sering dilakukan dan manfaatnya sangat terasa untuk mengurangi serangan thrips dan lalat buah.

Reporter : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018