Sunday, 24 January 2021


Rentan Terserang Hama, Poktan di Nganjuk Gerdal OPT Bawang Merah

19 Oct 2020, 10:34 WIBEditor : Yulianto

Gerakan pengendalian OPT bawang merah di Nganjuk | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk---Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis nasional yang rentan terserang Organisme OPT. Beberapa hama seperti ulat bawang (Spodoptera exigua) dan lalat pengorok daun (Liriomyza sp.) kerap dijumpai pada pertanaman bawang merah.

Guna mengatasi persoalan tersebut, petugas pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Kabupaten Nganjuk terus melakukan pendampingan kepada petani bawang merah guna mengendalikan serangan OPT melalui gerakan pengendalian (Gerdal) OPT.

Gerdal dilaksanakan di lahan bawang merah seluas 78 hektar (ha) milik Kelompok Tani Beringin, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Hampir semua anggota kelompok tani hadir dan terlibat dalam kegiatan gerdal tersebut.

Ketua Kelompok Tani Beringin Sulih Suyanto mengatakan, kegiatan gerdal OPT mampu mengamankan produksi bawang merah di wilayahnya dari serangan hama penyakit. Adapun varietas bawang merah yang ditanam petani setempat adalah varietas "Thailand".

Serangan hama jadi lebih terkendali, sehingga produktivitas bawang merah kami tetap terjaga, yakni mencapai 14 ton/ha," ujarnya di sela-sela Gerdal, beberapa waktu lalu .

Sementara itu Sunawan, Kortikab POPT Nganjuk mengatakan, gerdal OPT bawang merah bisa menekan intensitas serangan hama ulat bawang dan lalat pengorok daun, serta mampu mengurangi biaya usaha tani. "Petani dapat menekan biaya usaha karena menggunakan bahan-bahan lokal yang murah dan mudah diperoleh untuk membuat likat kuning, pestisida nabati, dan bahan pengendali OPT lainnya," ujarnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, kegiatan gerdal perlu dilakukan secara berkesinambungan, dibarengi dengan budidaya tanaman sehat dan pemantauan berkala (monitoring). Tujuannya agar kelak tidak terjadi eksplosi serangan OPT hingga gagal panen.

"Gerdal OPT diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian petani dalam melakukan pengamatan OPT, serta memahami strategi pengendaliannya secara ramah lingkungan," katanya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menambahkan, gerdal OPT dewasa ini memang diarahkan ke strategi pengendalian yang ramah lingkungan. Selain itu, petani juga dituntut agar semakin terampil dalam membuat maupun mengaplikasikan bahan pengendali OPT tersebut pada pertanamannya. “Kami bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendampingi dan memfasilitasi kegiatan gerdal OPT, “ ujarnya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa gerdal OPT penting dilakukan secara berkala demi mengamankan produksi dari serangan hama dan penyakit. Pelaksanaan gerdal OPT tentunya perlu menggunakan bahan-bahan pengendali yang aman bagi kesehatan dan tidak mencemari lingkungan," ujarnya.

Reporter : Humas Kementan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018