Thursday, 05 November 2026


Di Kebun Teh, Petani Malang Kembangkan Kawasan Alpukat

14 Dec 2020, 11:49 WIBEditor : Yulianto

Alpukat pameling dari kawasan kebun teh

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang---Perkebunan teh Wonosari merupakan salah satu tujuan utama wisata di Dusun Wonosari, Desa Toyomarto Kecamatan Singosari. Berawal dari perkebunan teh kemudian berkembang menjadi agro wisata sekaligus perkebunan.

Wisata Agro Wonosari Desa Toyomarto, Kec. Singosari, Kab. Malang  menawarkan wisata lingkungan sejuk nan alami di lereng pegunungan. Kebun teh ini sebenarnya dibuka sejak tahun 1875 oleh NV. Cultuur Maatschappy lalu pengembangannya dilanjutkan oleh PTP Nusantara XII (Persero).

Pemandangan yang indah dan kesejukan akan terasa saat berkunjung ke kebun teh tersebut. Terdapat beberapa fasilitas  yang ditawarkan. Diantaranya adalah penginapan dengan harga yang bervariasi, kolam renang, taman bermain, kereta mini, kebun binatang mini, lahan perkemahan, hiburan musik electone dan band, kesenian daerah, depot rolas dan catering, rumah bunga, swalayan, aula santoon dan java cocoa, tea walk, out bond, berkuda, tour kebun dan fasilitas olahraga.

Salah satu yang menarik di sini adalah pengembangan alpukat pameling yang  dilakukan oleh tim JDP (Jelajah Desa Pangan). JDP awalnya dibentuk oleh sekumpulan offroader yang hanya melakukan kegiatan ekstrem kendaraan yang menyenangkan. Offroader tersebut saat ini telah mulai melakukan kegiatan produktif di bidang pertanian, utamanya budidaya alpukat.

Beberapa waktu lalu saat berkunjung dan membuka Jelajah Desa Pangan (JDP), Sekretaris Ditjen Hortikultura Retno Sri Hartati Mulyandari mengatakan, Kementerian Pertanian mendukung kegiatan JDP.  Dengan terbentuknya kawasan alpukat, juga mendukung kawasan pangan selaras dengan nafas food estate. 

“Di Kabupaten Malang kini ada cita rasa food estate dengan Alpukat Pameling sebagai  maskot pemberdayaan masyarakat mendukung ketahanan pangan secara mandiri, sekaligus kawasan agro edu wisata,” kata Retno.

Ketua Jelajah Desa Pangan, Tony Setiawan menyampaikan, salah satu tujuan Jelajah Desa Pangan ini adalah untuk memediasikan keterbatasan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten dalam menjangkau wilayah yang memiliki potensi sumber pangan, namun tidak ada akses jalan. “Kita juga disupport Kementerian Pertanian Kementerian Desa UMKM dan Kementerian Pertahanan,” katanya.

Kegiatan JDP menurut Tony, sebetulnya adalah event yang ke empat. Pertama di Desa Hambalang, Kec. Citeureup, Kab. Bogor. Kedua di Desa Cileuksa, Kec. Sukajaya, Kab. Bogor, Jawa Barat dalam rangka membantu masyarakat yang terkena musibah tanah longsor. Selanjutnya yang ketika di Desa Ngantru, Kec. Ngantang, Kab. Malang.

Di tempat yang berbeda, Khubul Wathoni Manager PTPN XII (Wisata Agro Wonosari) menyampaikan, PTPN XII sangat mendukung kegiatan itu sebagai wujud upaya mencapai ketahanan pangan, karena di wilayah tropis segala tanaman pasti tumbuh. Selain itu juga sangat disayangkan apabila bumi dan tanah air ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Paranusa, Ekon Handoko mengatakan, pihaknya siap membeli berapapun hasil panen alpukat pameling petani. Bahkan dalam waktu dekat, pihaknya akan menandatangani Letter of Intens dengan Singapura, Malaysia, Thailand, China, Kora Selatan, Rusia dan Swiss.

Kawasan alpukat yang kini dibudidayakan seluas 30 ha bekerjasama dengan Gapoktan Nakulo. Dari luasan yang berlokasi dai Kecamatan Lawang ini diperkirakan terdapat 6.000 pohon dengan usia 6 bulan-4 tahun. sebanyak 500 pohon telah berbuah.

Gapoktan ini dibuat sebagai salah satu upaya korporasi petani agar bisa mengelola dari hulu hingga hilir. Pemasarannya langsung terhubung dengan Prima Nusa yang telah mempunyai jaringan pasar. Dengan tercapainya kawasan alpukat akan mendorong peningkatan produksi alpukat.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018