Sunday, 24 January 2021


Bimtek Cabai Proliga, Bekali Keterampilan Petani Urban Farming Jakarta

17 Dec 2020, 11:28 WIBEditor : GESHA

Bimtek Proliga untuk penggiat urban farming Jakarta | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi di berbagai daerah, tidak terkecuali Jakarta. Permintaan pasar yang selalu tinggi membuat “si pedas” menarik minat petani untuk membudidayakannya di Ibukota.

Guna mengembangkan kawasan cabai, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melaksanakan Bimbingan Teknis khusus Cabai. Bimtek dengan tajuk “Bimtek Cabai Produksi Lipat Ganda (Proliga)” pada Kamis (10/12) di BPP Ujung Menteng, Jakarta Timur dan BPP Sukapura, Jakarta Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan BPP Ujung Menteng – Jakarta Timur dengan melibatkan peserta yang terdiri dari anggota kelompok tani, kelompok wanita tani, anggota PKK, PPSU, UPRS Rawa Bebek, PPL setempat lingkup wilayah Ujung Menteng – Jakarta Timur serta peneliti BPTP Jakarta. Hadir juga dalam pertemuan perwakilan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, perwakilan Sudin KPKP Jakarta Timur, dan juga Koordinator BPP Ujung Menteng.

Kepala Seksi Pertanian Perkotaan, Dinas KPKP Jakarta, Taufik Yulianto, menyerahkan bantuan benih cabai dan likat kuning dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian secara simbolis kepada perwakilan dari kelompok tani Rusunawa Rawa Bebek.

“Kelompok tani dan warga masyarakat yang mengikuti Bimtek ini memanfaatkan kesempatan yang diberikan baik materi maupun praktek lapangan yang akan diberikan narasumber serta bisa mensyukuri paket bantuan yang akan diterima berupa benih cabai dan likat kuning,” kata Taufik.

Taufik menambahkan, pengembangan cabai dan bawang merah menjadi prioritas dikarenakan komoditas hortikultura ini menjadi penyebab inflasi.

"Adanya kegiatan Kolaborasi Urban Farming ini diharapkan bisa merangsang masyarakat untuk menanam cabai dan mengembangkannya untuk pemenuhan kebutuhan serta peningkatan pendapatan keluarga, “ tutur Indarti Puji Lestari, narasumber Bimtek ini sekaligus mewakili Kepala BPTP Jakarta.

Dalam bimtek tersebut, Indarti menyampaikan  materi tentang Budidaya Cabai Dengan Teknologi Produksi Lipat Ganda (PROLIGA) yang menjadi kunci utama yaitu: (1) Penggunaan varietas unggul, (2) Persemaian sehat, (3) Kepadatan populasi, (4) Pengelolaan hara, tanah, dan air, dan (5) Pengendalian hama dan penyakit.

Bimtek tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan karena Jakarta masih belum bebas dari pandemi Covid-19. Kendati demikian semangat warga untuk bertani masih sangat besar.

Kawasan Cabai

Tak hanya Jakarta Timur saja, Bimtek Cabai Proliga ini juga dilakukan berbarengan di BPP Sukapura, Jakarta Utara. Wilayah Jakarta yang berbatasan dengan laut ini pun ternyata punya potensi besar sebab masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan. Bimtek diikuti oleh kelompoktani penerima bantuan cabai,  PJLP lingkup BPP Sukapura serta Penyuluh Sudin KPKP Jakarta Utara.

“Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Jakarta Utara dalam berbudidaya cabai. Kegiatan pengembangan urban farming ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kemandirian pangan rumahtangga,” kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara, Unang Rustanto.

Mewakili Kepala BPTP Jakarta, Dyah Pitaloka menuturkan teknologi proliga bermanfaat untuk meningkatkan produksi cabai guna mengurangi fluktuasi harga.

“Dalam kegiatan kolaborasi urban farming, BPTP Jakarta berperan dalam pendampingan teknologi budidaya cabai, dimana pada kesempatan kali ini akan didiseminasikan Inovasi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Cabai. Proliga  merupakan salah satu program untuk meningkatkan produksi panen sehingga mampu menjaga pasokan panen  sepanjang tahun dan mengurangi fluktuasi harga,” kata Dyah Pitaloka.

Selaku narasumber, Dr. Ana Feronika Cindra Irawati, peneliti dari BPTP Jakarta, menyampaikan inti dari teknologi Proliga Cabai yang meliputi penggunaan varietas unggul, persemaian sehat yang memproduksi bibit bebas hama dan penyakit, pengaturan pola tanam menjadi zigzag double row, serta pemenuhan kebutuhan unsur hara dan manajemen hama penyakit tanaman.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018