Saturday, 23 January 2021


Kampung Buah di Food Estate Kepulauan Borneo

28 Dec 2020, 21:29 WIBEditor : Yulianto

Kawasan buah di Kepulauan Boreno

TABLOIDSINARTANI.COM, Palangkaraya---Pengembangan kawasan buah di lokasi Food Estate di Kalimantan Tengah diproyeksikan sebagai kampung buah atau agrowisata. Pada 2021 akan dilanjutkan lagi pengembangan kawasan baru 300 hektar (ha) sebagai tambahan dari lahan 473 ha yang terbentuk pada 2020 ini.

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa food estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional.  

“Arahan Dirjen Hortikultura bahwasanya pada 2021 sebagai pengembangan kampung buah. Desa penerima bantuan agar dikembangkan kampung buah berdasarkan agroklimatnya. Kampung buah ini agar berbadan hukum baik dalam bentuk bumdes dan korporasi,” Kasubdit Tanaman Jeruk, Perdu dan Pohon juga selaku Tim Teknis Hortikultura FE Kalteng, Siti Bibah Indrajati.

Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan III, Sutarno mengatakan, kelompoknya sendiri mendapatkan 22 ha benih kelengkeng varietas Kateki. Diakui, dirinya baru kali ini menanam kelengkeng.

"Tentunya harapan kami semoga bantuan ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Kami senang menanam buah ya karena memang cocok di hati dan di sini lahannya bagus,” ujar Sutarno.

Sutarno menyebutkan, budidaya buah lebih mendatangkan laba. Karena itu bersama anggota kelompok tani, dirinya berjanji akan tekun merawat tanamannya dan mulai mencari informasi pasar.

Sutarno juga berharap dukungan penuh berupa pendampingan selama masa tanam. “Kelengkeng itu panen tidak sampai 7 tahun. Apabila seperti sekarang ini sudah terbentuk kawasan, kami yakin daerah kami bisa menjadi desa agrowisata seperti yang ada di Pulau Jawa,” tambahnya.

Sutarno menyebutkan setiap ha lahan mendapat benih 100 pohon. Jika dikonversikan dengan harga Rp 30 ribu per kg maka bisa tergambar calon laba yang akan diperoleh. “Jika dihitung dengan harga Rp 30 ribu per kg dan 1 pohon bisa menghasilkan 30 kg kelengkeng maka dari 100 pohon produktif bisa menghasilkan kurang lebih Rp 90 juta.

"Kami yakin dengan semangat Pak Jokowi dan kami juga bekerja keras tentunya Insya Allah program ini akan berhasil,” ucap Sutarno semangat.

 

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018