Saturday, 23 January 2021


Kepahiang Siap Jadi Sentra Bawang Merah di Sumatera

04 Jan 2021, 17:18 WIBEditor : Yulianto

Produksi bawang merah Kapahiang, Bengkulu | Sumber Foto:Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Bengkulu---Kondisi alam Kabupaten Kepahiang memberikan anugerah kehidupan bagi masyarakat sekitar. Dengan kondisi agraris yang subur dan sejuk membentuk karakteristik alam tersendiri. Berbagai sayuran dapat tumbuh di sepanjang bukit barisan ini, seperti bawang merah.

Salah satu petani dan penangkar benih bawang merah di Kecamatan Kabawetan, Ayok mengakui, dirinya sudah 5 tahun menanam bawang merah. Hasilnya memuaskan, mencapai 10 ton/ha.

“Sebelumnya petani di daerah sini belum banyak yang menanam bawang merah. Setelah melihat keberhasilan petani melakukan budidaya bawang merah, banyak petani yang ikut menanam,” katanya.

Ayok beserta petani mengaku senang mengembangkan bawang merah. Pasalnya, baru beberapa kali tanam sudah menunjukkan hasil yang baik. Petani umumnya varietas batu ijo cocok untuk daerah dataran tinggi seperti Kepahiang. Selain mudah dibudidayakan dan hasilnya bisa maksimal.

“Kami berharap ada pembinaan yang terus-menerus dari pemerintah dari segi pemanfaatan teknologi budidaya, sehingga produktifitasnya dapat maksimal dan meningkatkan kesejahteraan petani. Harga jual bawang merah di Kepahiang bagus,” kata Ayok.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Budi mengatakan, pembinaan dan pengawalan bawang merah akan terus dilakukan. Pihaknya terus mendorong pengembangan bawang merah di Kabupaten Kepahiang dan akan melakukan pembinaan kepada petani dan penangkar benih bawang merah yang ada di Kepahiang.

Budi menjelaskan, pada 2021 akan dikembangkan  lagi kawasan bawang merah seluas 100 hektare. Varietas yang ditanam rencananya menggunakan benih biji (true shallot seed) lokananta dan benih umbi batu ijo. Secara fisik, batu ijo memiliki warna umbi merah muda. Jumlah anakan 2 -5 umbi setiap rumpun dan sangat cocok di dataran tinggi.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bangga karena hampir tiap wilayah Indonesia memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan dengan hasil yang membanggakan. 

Sementara Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto pada Kamis (31/12) menyatakan dirinya  sangat mendukung pengembangan kawasan hortikultura baik aspek hulu dari perbenihan hingga pascapanen hortikultura. Di antaranya tentu saja aspek perbenihan bawang merah di Kepahiang.

"Kami juga mendorong petani bawang merah untuk menjadi penangkar benih sehingga ke depan dapat mandiri benih. Bahkan bukan mustahil Kepahiang bisa menjadi pemasok benih bawang merah untuk wilayah sekitarnya," katanya.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018