Sunday, 28 February 2021


Manis dan Legitnya Srikaya Bluto Sumenep

21 Jan 2021, 07:28 WIBEditor : Gesha

Srikaya Bluto kian diminati | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumenep ---  Musim penghujan tiba, warga Sumenep dan sekitarnya mulai tak sabar untuk menikmati buah Srikaya. Nampak beberapa pedagang menjajakan dagangan buah Srikaya di sekitar lapangan Bluto, Kabupaten Sumenep. Keranjang berisi buah berderet seakan-akan menggoda setiap pengguna jalan yang melintas. Petani Srikaya pun bersuka cita menanti pundi-pundi rupiah dari tanamannya.

Buah srikaya asal Sumenep terkenal manis dan berdaging tebal. Mereka pun dikenal oleh masyarakat berdasarkan asal lokasi penanamannya. Srikaya Bluto, srikaya Langsar dan srikaya Talango yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional ataupun di pinggir jalan dekat lokasi penanaman.

Mengobati rasa penasaran, kami pun mengunjungi salah satu sentra produksi buah Srikaya di Sumenep yaitu di Kecamatan Bluto, tepatnya di Desa Bluto yang memili areal penanaman terluas di kecamatan tersebut.

Sepanjang perjalanan menuju rumah narasumber, nampak pohon srikaya hampir menghiasi setiap pekarangan rumah warga. Beberapa nampak ditanam di lahan secara tumpang sari dengan tanaman pangan seperti jagung dan sebagian lagi ditanam di tepi lahan. Tak terkecuali rumah salah satu ketua Kelompok Tani di Desa Bluto, Ahmad Dasuki, narasumber kami.

 “Petani disini memang rata-rata menanam Srikaya. Tak hanya di desa Bluto, desa lainnya seperti Pakandangan Sangra, Lobuk, Pakandangan Timur dan desa yang lain di kecamatan Bluto juga membudidayakan Srikaya cuma arealnya tidak seluas disini” terang Ahmad Dasuki dengan ramah. Beliau melanjutkan bahwa srikaya sudah lekat dengan petani Bluto bahkan merupakan bagian dari kearifan lokal.

Sebagian besar petani Srikaya melakukan perbanyakan secara generatif yaitu melalui biji dikarenakan tanaman memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan tanaman hasil cangkok, serta kualitas buahnya lebih bagus. “Memang, tanah di desa Bluto sebagian berbatu sehingga perakaran yang dalam dapat membantu tanaman untuk mengakses air dan nutrisi. Tanaman yang berasal dari biji bisa bertahan hidup hingga sembilan tahun, tergantung perawatan dan mulai berbuah saat berumur dua hingga tiga tahun. Sedangkan, tanaman hasil cangkok bisa lekas berbuah namun tanaman tidak bisa bertahan hidup lama hanya sekitar tiga tahun dikarenakan sebagian besar petani masih mengandalkan air hujan untuk irigasi” jelas Melly Farida, SP salah satu penyuluh pertanian di Kecamatan Bluto yang berdomisili di Desa Bluto juga.

Ditanya tentang keuntungan yang diperoleh petani Srikaya saat musim panen tiba, Ahmad Dasuki menjelaskan bahwa petani sangat terbantukan dengan hasil panen. “Tanaman Srikaya tidak membutuhkan perawatan khusus yang membutuhkan biaya tinggi, kami hanya melakukan pemangkasan dan pemupukan secukupnya. Untuk tanaman baru belajar berbuah, dalam satu pohon petani bisa mendapatkan untung hingga 30 ribu. Panen berikutnya bisa bertambah hingga lebih dari 100 ribu tergantung performa tanaman dan buah.

Kami pun tak lupa mampir di penjual buah Srikaya dekat lapangan Bluto.  Bu Supatmin, seorang pedagang buah srikaya menuturkan bahwa di awal musim panen ini, harga jual buah srikaya masih tinggi yaitu sekitar lima ribu rupiah per biji. Puncak panen umumnya di bulan Februari, dimana harga buah srikaya lebih terjangkau sekitar 25 hingga 35 ribu setiap 10 bijinya tergantung ukuran. Saat inilah yang ditunggu-tunggu oleh warga untuk bisa menikmati buah Srikaya sepuasnya. Bahkan tak jarang, buah ini dijadikan sebagai buah tangan khas Sumenep. Dalam sehari, Bu Supatmin bisa mengantongi hingga 100 ribu rupiah dari barang dagangannya.

Buah srikaya digemari masyarakat Sumenep karena cita rasanya yang manis dan teksturnya yang khas, serta tentunya dapat menjadi sumber nutrisi. Buah ini diketahui memiliki kandungan kalori, karbohidrat, protein, vitamin (terutama vitamin B dan C), serta mineral penting seperti kalsium, magnesium, kalium, fosfor dan zat besi. Selain nutrisi tersebut, buah srikaya juga mengandung antioksidan yang berperan dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh.

Mengkonsumsi buah srikaya secara rutin bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan serat, karbohidrat dan antioksidannya sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Demikian pula dengan kandungan vitamin C dan aktioksidan polifenol, mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah jatuh sakit. Konsumsi buah yang mengandung antioksidan juga mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker. Tentunya manfaat tersebut bisa dirasakan oleh tubuh jika konsumsi buah srikaya disertai dengan pola hidup sehat dan olahraga. Lebih-lebih dalam masa pandemi Covid 19 ini, konsumsi buah sangat disarankan untuk meningkatkan imun.

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampui, peribahasa inilah yang menggambarkan posisi Srikaya di hati warga Sumenep. Sembari mengkonsumsi dan menikmati buah lokal yang kaya gizi juga berkontribusi dalam pemberdayakan petani dan pedagang buah lokal, serta melestarikan kearifan lokal warisan nenek moyang.

Reporter : Delly Kapila
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018