Sunday, 28 February 2021


Urban Farming Rusunawa Marunda, Solusi bagi Warga Terdampak PHK

23 Jan 2021, 20:03 WIBEditor : Gesha

Urban Farming di Rusunawa Marunda | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Marunda --- Pandemi virus Corona (Covid-19) yang masih melanda Jakarta, membuat aktivitas warga sangat terbatas dan berdampak tersendatnya bisnis sejumlah perusahaan hingga terpaksa memberhentikan karyawannya. Urban Farming menjadi salah satu solusi membangkitkan mereka dari keterpurukan.

Warga terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ini di antaranya adalah sejumlah penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Marunda, Ageng Darmintono kepada Sinar Tani di sela-sela menerima kunjungan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta pada Jumat (22/1).

“Kondisi pandemi Covid-19 ini sangat memprihatinkan karena banyak penghuni Rusunawa yang terkena PHK. Saya sangat bersyukur ada program dan bantuan dari Dinas KPKP DKI Jakarta yaitu pertanian perkotaan atau Urban Farming. Warga Rusun menjadi lebih bersemangat dan percaya diri,” kata Ageng.

Lebih lanjut Ageng menuturkan, penghuni Rusunawa Marunda ini tersebar di 29 Blok, dengan jumlah mencapai 11 ribu jiwa. Guna melaksanakan pertanian, tanah seluas 6.353 meter persegi disiapkan di 3 lokasi. Pengelolanya adalah Kelompok Tani “Marhamas” Rusun Marunda.

“Kami punya rumah bibit, sejumlah tanaman hias, tanaman obat keluarga (toga) seperti kembang teleng, serta beberapa jenis sayuran seperti pakchoy, caisim, juga bawang merah. Terkini, cabai yang dibantu oleh Balai Penyuluhan Pertanian. Bimtek cabai telah disosialisasikan di sini. Ke depannya kami berharap di sini bisa menjadi Agro Edukasi Wisata,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Unang Rustanto, kagum dengan semangat warga Jakarta Utara dalam kegiatan urban farming. Di Rusunawa Marunda ini telah beberapa kali dilakukan Bimtek, dan menjadi penerima bantuan benih cabai terbanyak. 

“Urban farming di Jakarta Utara ini peminatnya luar biasa. Saat pandemi Covid, menjadi suatu keasyikan tersendiri bisa beraktifitas, berjemur, dan produktif. Indikasinya tampak saat panen serentak belum lama ini, Jakarta Utara pesertanya kalau kita konversi dengan jumlah 6 kecamatan, ternyata paling banyak, ada 53 peserta. Masyarakat sudah sadar urban farming menghasilkan sesuatu yang positif,” kata Unang.

Kreatifitas warga Jakarta Utara dalam ber-Urban Farming seperti menanam di atap gedung (rooftop), bahkan ada yang mengusung konsep unik “ panen sepuasnya bayar seikhlasnya”,  menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen hasil pertanian. 

“Sayuran hasil budidaya Poktan di Jakarta Utara telah mampu menembus supermarket. Tidak hanya pertanian, perikanan juga menjadi sektor yang menarik minat warga, terbukti warga Tanjung Priok membudidayakan “Budikdamber” atau budidaya ikan dalam ember. Kemauan mereka luar biasa, hal ini tidak terlepas juga dukungan dari Walikota Jakarta Utara serta Tim Penggerak PKK Jakarta Utara,” tutur Unang.

Salah satu anggota Poktan “Marhamas” Rusunawa Marunda, Nurhadi, sangat bersyukur dan bersemangat dengan adanya program tanam cabai.  Poktan ini menerima bantuan sebanyak 232 sachet benih cabai rawit varietas Dewata 43 F1 dan 52 perangkap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) likat kuning dari Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian yang diberikan pada akhir periode tahun 2020.

Selain itu para penerima bantuan cabai juga sudah diberikan materi budidaya dengan teknik Produksi Lipat Ganda (Proliga) bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta dan Sudin KPKP. Bimtek dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) masing-masing wilayah.

“Kami beranggotakan 12 orang, ada warga penghuni Rusun ada juga pekerja Rusun. Bimtek cabai Proliga sangat bermanfaat, sebab menyangkut hal teknis dan menjadi pengalaman berharga bagi kami. Untuk irigasi, telah ada pompa air. Semoga Maret atau April nanti bisa panen cabai, “ kata Nurhadi.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018