Saturday, 06 March 2021


Perhatikan Ini untuk Tanam Kale Hidroponik

17 Feb 2021, 08:04 WIBEditor : Gesha

Kale bisa ditanam hidroponik | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Selain ditanam secara soil base, kale juga bisa ditanam secara hidroponik lho. Untuk penggiat urban farming, kale bisa menjadi pilihan. Tetapi ada trik yang harus dipahami agar tanaman kale Anda bisa mendatangkan cuan.

Seperti yang diungkapkan pemilik PT Agro Duasatu Gemilang, Tatag Hadi yang juga bertanam kale di greenhouse hidroponik miliknya di Cibinong Bogor mengaku mendatangkan benih kale dari Inggris. Sebagai tahap percobaan, ia menanamnya di 200 lubang tanam. Menurut Tatag teknik budidaya kale hidroponik hampir sama dengan sayuran daun lain seperti selada, sawi, dan kangkung. Tatag menyemai biji kale di permukaan rockwool basah.

Untuk diketahui, masa berkecambah dan pertumbuhan Brassica oleracea var. Sabellica lebih lambat daripada sayuran daun lain. Di umur 2 pekan setelah semai baru muncul dua daun. Sementara benih selada hanya perlu waktu sepekan untuk mengeluarkan dua helai daun. Di fase inilah waktunya untuk memindahkan bibit kale berumur dua pekan ke netpot dan menempatkan di dalam perangkat hidroponik.

Sebagai sumber nutrisi Tatag menggunakan larutan AB mix dengan nilai EC (electrical conducitivity) 1 mS/cm. Nilai EC itu sama dengan nutrisi untuk bibit sayuran daun lain seperti selada, sawi, dan kangkung. Tatag menaikkan nilai EC sesuai umur dan kondisi tanaman. “Jika tanaman terjadi gejala kekurangan nutrisi seperti warna daun yang pucat, maka konsentrasi larutan ditambah pada kisaran EC 1,5—1,8 mS/cm,” tutur Tatag.

Tatag mengatur tingkat keasaman (pH) pada kisaran 5,5—6,5. Pada saat kale dewasa, yaitu lebih dari umur 45 hari, ia kembali menaikkan nilai EC maksimal 2,5 mS/cm. Tanaman anggota famili Brassicaceae itu siap panen pada umur 55 hari.

Mirip Kailan

Sementara itu, ahli hidroponik di Jakarta, Yos Sutiyoso, kebutuhan nutrisi kale sama dengan kailan karena mempunyai karakter tanaman yang mirip. “Kale mirip kailan, tergolong sayuran daun dan batang. Daunnya panjang dan batangnya juga bisa terus tumbuh memanjang dan membesar,” katanya.

Karenanya, kale perlu asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan dengan sayuran daun lainnya. Yos menyarankan untuk memberikan nutrisi AB mix dengan nilai EC 2,5 mS/cm. 

Tak hanya itu, urban farmer sebaiknya menambah jumlah kandungan magnesium (Mg) pada nutrisi. “Magnesium merupakan bahan baku pembentukan klorofil,” ujar konsultan hidroponik di Jakarta itu. Dengan begitu kandungan klorofil yang selama ini menjadi sumber antioksidan pada kale menjadi optimal.

Kale juga bisa dipertahankan berproduksi hingga umur tanaman setahun, hanya saja  ukuran batang terlalu besar sehingga tidak muat di lubang tanam di perangkat hidroponik. Tanaman yang semakin tinggi juga dapat membuat tanaman rebah jika tanpa penopang.

Tanaman yang terlalu tinggi menyulitkan saat panen karena daun baru tidak tumbuh lagi di bagian bekas tumbuh daun, tapi hanya tumbuh di bagian pucuk. Artinya, semakin bertambah umur tanaman, batang akan semakin tinggi dan makin tunggi pula letak pucuk sehingga menyulitkan saat panen

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018