Saturday, 06 March 2021


Kementan Dorong Pemberdayaan Petani di Kawasan Food Estate Humbahas

19 Feb 2021, 17:38 WIBEditor : Gesha

Panen di Humbahas | Sumber Foto:ARI

TABLOIDSINARTANI.COM, Humbang Hasundutan --- Gebrakan Pemerintah untuk meningkatkan kedaulatan pangan terjadi di tahun 2020 dengan diluncurkannya program perluasan lahan pangan melalui pengembangan pangan skala luas (food estate). Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang dipilih dan dijadikan sebagai target percontohon untuk pengembangan program tersebut. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan Humbahas menjadi lokasi food estate berbasis hortikultura, karena memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah agroekosistem, curah hujan yang tinggi dan hamparan lahan yang masih luas. 

"Tujuan food estate berbasis hortikultura yaitu untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi," jelas Mentan SYL. 

Kini kawasan food estate Humbahas yang ditanami bawang merah sudah panen dan mampu memproduksi sebanyak 11 ton di lahan luas 3 ha demfarm milik kelompok tani Sinar Jaya. Hasil panennya kemudian akan dijual ke pasar induk di Medan dengan kisaran harga 13-15 ribu/kg. Sebelum dijual, petani melakukan proses penjemuran selama satu hari terlebih dahulu.

Lokasi lain yang membudidayakan bawang merah adalah milik kelompok tani Ganda Marsada, masa panen bawang merah akan datang kira-kira 2-3 minggu lagi. Meskipun jika dilihat pertanamannya tidak sebaik lahan di dem farm, tetapi petani optimis hasil panennya akan baik. "Ini daunnya saja kurang bagus, tapi umbinya berkembang. sebentar lagi juga umbinya besar-besar. pada dasarnya tidak ada tanah yang tidak subur, hanya karakternya saja berbeda-beda. tinggal bagaimana mengolahnya," ujar Selamat, Ketua Poktan Ganda Marsada.

Ganda menambahkan, selain bawang merah, petani di lokasi ini juga menanam kentang. Untuk komoditas ini diyakini akan panen dengan hasil yang tidak mengecewakan. pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan penyiangan juga terus dilakukan untuk mendorong produksi yang optimal. "kami terus mendorong petani untuk turun ke lahan, merawat tanamannya, bekerja sama untuk menyelesaikan masalah secara swadaya," jelas Ganda.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memastikan komitmen jajaran BPPSDMP mendukung pemberdayaan petani sehingga terwujud petani yang maju, mandiri, dan modern. 

 

"Penyuluh BPP Kostratani menjadi garda terdepan untuk mendukung petani. Kementan  terus mendukung petani, menggerakkan penyuluh pusat untuk melakukan pengawalan, serta menurunkan mahasiswa untuk mendampingi petani," katanya. 

 

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti dari lokasi FE  menjelaskan bahwa BPPSDMP bersama penyuluh pusat, peneliti Balitsa, ketua kelompok tani di Desa Ria Ria, dan penyuluh BPP Pollung terus mendorong petani untuk semangat mengelola lahannya. "Kelompok tani ini harus dikuatkan, harus merasa memiliki. Semua permasalahan di lahan dibicarakan dalam kelompok untuk dicarikan solusinya, tentu saja terus didampingi penyuluh”, tegas Santi.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018