Sunday, 28 February 2021


Guru Besar USU: Food Estate Humbahas Perlu Ketelatenan

23 Feb 2021, 13:49 WIBEditor : Yulianto

Guru besar USU menilai untuk membangun food estate di Humbahas perlu ketelatenan | Sumber Foto:Humas Ditjen Horti

TABLOIDSINARTANI.COM, Humbang Hasundutan---Food estate menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar. Umumnya lokasi yang pemerintah garap adalah lahan suboptimal, sehingga dengan pengembangan kawasan pangan akan memberikan manfaat lebih pada lahan tersebut.

Namun bukan hal mudah mengubah lahan suboptimal tersebut. Misalnya di lokasi food estate Humbang Hasudutan (Humbahas). Lahan yang digarap adalah semak belukar yang dikelilingi tanaman pakis  untuk ditanami aneka tanaman produktif yaitu sayuran seluas 215 hektar (ha).

Untuk itu perlu ada perlakuan khusus menyesuaikan unsur hara dengan ekosistem yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sayuran, khususnya bawang merah, bawang putih dan kentang. Tiga komoditas itu menjadi fokus utama pemerintah di dalam kawasan pangan Humbahas.

Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Ir. Noverita Sprinse Vinolina, MP saat mengunjungi lahan bawang merah, Rabu (17/2) mengatakan, dirinya mendukung program food estate yang menjadikan lahan tidur lebih bernilai income. Namun menurutnya, memang hanya perlu perawatan terus–menerus, kerja keras yang sungguh-sungguh dan komitmen SDM, terutama dari petani.

“Saya pribadi sangat mengapresiasi upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian yang mengubah alang-alang menjadi lahan produktif,” katanya. Bahkan Noveritas optimistis program food estate akan berhasil jika didukung pemerintah dan petani. Petani sebagai ujung tombak keberhasilan hanya perlu pendampingan berupa transfer teknologi dan semangat pantang menyerah.

“Saya melihat apa yang ada di lahan food estate ini adalah luar biasa. Sekarang ini hanya tinggal memenuhi suplai air pagi dan sore serta mempertahankan unsur hara dan perawatan yang cukup,” paparnya

Sementara itu, Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr Ir. Abdul Rauf, MP menganggap, mengubah alang-alang menjadi areal pertanian adalah buah keyakinan dan ketelatenan. Sebab, perlu serangkaian perlakuan mulai dari perawatan tanah.

Tanah di sini rata-rata bersifat masam maka perlu dinetralkan dengan dolomit. Tanahnya perlu ditambahkan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan sayuran seperti bawang merah, bawang putih dan kentang,” ujarnya.

Guru besar ilmu tanah ini juga menyebutkan bahwa semak belukar yang terdiri dari tanaman pakis ini juga memiliki sifat dasar membunuh tanaman lain di luar ekosistemnya. Pakis ini memiliki zat alelopati yang merupakan senyawa beracun. Sifatnya asam yang dapat membunuh tanaman selain golongannya karena dianggap lawan.

Bahkan tanaman alang-alang lainnya, seperti yang kita lihat ini, tumbuhnya merana. Jadi seharusnya yang dapat bertahan hidup hanya tanaman tahunan seperti kopi atau cokelat. “Jika sayuran dapat tumbuh, maka ini hal yang luar biasa. Di sinilah letaknya peran teknologi pertanian,” paparnya.

Melihat kondisi pertanaman yang ada di lahan, kedua Guru Besar ini menyarankan terus dilakukannya perawatan hingga masa panen. Tanaman yang sekarang ini berkembang memang belum semuanya tumbuh optimal, seperti bawang merah. Sekilas ada yang daun bawangnya kecil dan umbinya kecil.

Tanaman yang terlihat kecil ini menurut Noverita, bukan gagal tumbuh. Wajar karena pertanaman perdana, unsur haranya belum maksimal. Jadi dalam satu kelompok ada yang besar dan ada yang kecil, namun tetap memiliki umbi.

Meski berukuran kecil, umbinya bagus, bisa dipanen dan masyarakat di sini lebih suka bawang berukuran kecil seperti ini. Terus saja melakukan pemupukan dan pengairan yang cukup,” sarannya.

Noverita mengarahkan agar seusai panen, tanaman diselingi dengan komoditas lain seperti padi, baru kemudian kembali ke bawang merah. Dirinya meyakini pada pertanaman berikutnya, hasilnya akan memuaskan.

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018