
Jackie dengan bunga wijaya kusuma
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Tren di dunia selalu berputar begitulah cara kerjanya. Sama hal dengan tren tanaman hias awalnya tanaman A, lalu B, dan C. Di Era Pandemic Covid 19 menuntut individu betah dirumah. Salah satu cara agar membuat betah dirumah adalah bertanam tanaman Hias. Menanam ternyata merupakan terapi hidup sehat terutama semasa pandemic saat ini.
Salah satu tanaman hias yang mulai marak dikembangkan adalah Wijaya Kusuma. Bila dilihat tanaman ini cukup mistikal untuk dikoleksi sebagai tanaman hias. Karena, mitos yang berhubungan dengan sejarah dari tanaman ini pun, memang cukup populer sebagai tanaman hiasnya para bangsawan pada zaman dulu kala. Jadi bunga Wijaya Kusuma ini memiliki nilai budaya (cultural) yang sangat tinggi.
Di Indonesia sendiri disebut sebagai Wijaya Kusuma atau Night Blooming Careus. Bunga yang selama ini dikenal, mekarnya hanya di malam hari ini, merupakan bunga species yang masih asli, dikenal dengan nama Latin Epiphyllum. Ternyata selain memiliki nilai budaya juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Adalah Zakiah Ambadar atau Jackie yang melihat Peluang tersebut, Jackie begitu dia disapa oleh teman teman nya mulai mengembangkan wijaya Kusuma dengan cara Menyambung Wijaya kusuma dengan buah Naga sebagai Batang bawah.
“Dengan mengusung konsep be healthy and be happy, Jackie adalah juga seorang youtuber dengan channelnya: Healthy Living Bersama Zakiah Ambadar, merasa membudidayakan Wijaya Kusuma ini sangat membahagiakan, ternyata Wijaya Kusuma memang dikenal juga sebagai Bunga Bahagia,” saya pikir wijaya Kusuma kan pernah ngetop di Indonesia, ternyata bukan hanya putih warnanya, tetapi berwarna-warni cantik sekali, saya memperbanyak wijaya kusuma dengan cara grafting sehingga wijaya Kusuma yang terkesan mahal ini bisa dipasarkan secara meluas, dengan harga yang lebih terjangkau” ujarnya pada Sinartani.
Menurut Jackie di Indonesia saja ada sekitar 800 jenis wijaya Kusuma hibrida. “Saat ini saya baru punya 150 jenis, sampai saya belajar kultur jaringan agar Wijaya Kusuma dapat lebih cepat memasyarakat. Dengan kultur jaringan bisa lebih cepat, dalam waktu 2 minggu sudah keluar tunas. Makanya saya terus belajar, karena buat saya belajar adalah Prinsip seumur hidup,” tambah Jackie yang juga mulai belajar kultur jaringan untuk mengembangbiakan anakan dan benih (Bibit hasil silangan) Wijaya Kusuma. "Agar kita memiliki lebih banyak varitas yang kita kembangkan di dalam negeri Karena di luar negeri sudah ada ribuan jenisnya. Jadi kita sangat ketinggalan,” tambahnya.
Sedari muda Jackie yang memiliki Hobi menanam, sekarang mulai memperbanyak epiphyllum dengan grafting atau sambung. “Bunga wijaya kusuma ini kan memiliki banyak mitos nya ya, dan yang selama ini kita kenal hanya berwarna Putih saja, ternyata ada juga warna Merah, Kuning, Orange, Pink. Biasanya yang warna nya Putih mekar hanya satu malam saja Tapi tidak dengan warna lain nya yang tahan hingga 3-4 hari,” terang Jackie yang hobi menulis lagu anak anak.
Menurut Jackie teknik sambung wijaya Kusuma dengan buah Naga membuat pertumbuhannya lebih Cepat. “Saya senang sekali membuat grafting dengan kombinasi daun buah naga pertumbuhannya sangat Cepat sekali, kadang langsung muncul keluar bunga. Jadi sangat menyenangkan. Harapan saya makin banyak orang yang kenal dengan wijaya Kusuma hibrida ini, agar semakin dikenal semakin murah Harga nya karena untuk satu pohon indukan saja Harga nya bisa di bandrol sekitar Rp.1.000.000 - Rp. 2.000.000 juta,” ujar wanita yang akan memasuki usia 70 tahun di September nanti.
Jackie belajar dari beberapa kolektor yang sudah lebih dulu, bagaimana memanfaatkan batang buah naga Hylocereus undatus sebagai batang bawah. Buah naga merupakan kerabat dekat epiphyllum. Akar tanaman buah naga sangat kuat dalam kondisi ekstrem dan mudah beradaptasi di dataran rendah hingga dataran tinggi. Kelebihan lain buah naga berumur panjang, berbatang besar, dan menyimpan nutrisi dalam batang yang berukuran besar. Nutrisi hasil serapan akar dan hasil metabolisme tersimpan dalam batang sebagai persediaan saat pembuahan.

Sejarah Bunga Wijaya Kusuma
Zaman dahulu masa kerajaan, bunga wijaya kusuma terkenal sebagai bunga favorit para raja dan ratu. Bahkan pada zaman kerajaan Majapahit konon seorang Raja belum dilantik sebagai Raja sebelum berhasil membawa bung Wijaya Kusuma. Selain warna dan kelopaknya yang elegan, bunga yang dijuluki Night Blooming Cereus ini tergolong sebagai spesies langka. Para raja dan pengawalnya harus bepergian jauh ke dalam hutan untuk memetik satu wijaya kusuma yang kelak akan diberikan pada sang ratu sebagai hadiah romantis.
Tidak hanya itu, karena kelangkaannya, kerajaan-kerajaan zaman dahulu yang memiliki wijaya kusuma di dalam istananya juga disebut kerajaan makmur. Karena dipercaya bunga Wijaya Kusuma membawa Keberkahan, kejayaan dan kemakmuran. Meskipun cerita ini konon hanya mitos namun banyak yang memercayai hal tersebut. Kemungkinan ada benarnya mengingat banyak simbol-simbol cerita kerajaan negeri ini berhubungan dengan bunga-bunga.
Dengan nama Wijaya Kusuma, banyak orang yang mengira bahwa bunga ini asli atau berasal dari Indonesia. Ternyata bukan, bunga ini berasal dari Venezuela dan Karibia, atau Amerika Tropika. Meskipun ada yang berasal dari Cilacap. Karena bunga ini mampu bertahan di cuaca paling panas sekalipun, kabarnya dahulu tanaman ini dibawa oleh para pedagang China ke Indonesia melalui jalur laut pada zaman kerajaan Majapahit.
Bunga Wijaya Kusuma, khususnya yang spesies adalah salah satu tanaman yang memiliki bunga aroma harum dan mekar hanya dalam waktu yang cukup unik juga tergolong singkat. Yakni pada saat memasuki sore hari. Bunga ini nantinya akan mekar dengan sempurna di rentan waktu pukul 11 malam lalu akan mulai layu setelah memasuki pukul 3 dini hari.
Periode mekar yang sangat singkat inilah yang membuat bunga Wijaya Kusuma menjadi sangat unik dan disukai oleh para pecinta tanaman. Bisa melihat bunga yang mekar pada malam hari dan memiliki waktu yang sangat singkat adalah salah satu kesempatan yang sangat luar biasa dan tidak umum ditemui oleh bunga yang lainnya. Sementara yang jenis hibrida, selalin beraneka warna, juga masa mekarnya lebih Panjang, yakni 3-4 hari. Sebagian jenis hibrida juga harum bunganya, misalnya Exotic Dancer.
Ketika kamu telah berhasil memboyong wijaya kusuma ke rumahmu, maka kamu perlu tahu meskipun tanaman ini termasuk ke dalam kategori kaktus. Akan tetapi, tanaman ini sangatlah berbeda dengan kaktus pada umumnya. Agar tumbuh sempurna kamu harus memerhatikan ketika proses penyiraman, jangan terlalu banyak air apalagi menyiramnya hingga memenuhi isi pot karena bunga tersebut akan menjadi busuk dan tidak akan tumbuh dengan indah. Jadi, Wijaya Kusuma sangat cocok untuk para pemula, karena perawatannya relative lebih mudah.
Usahakan juga untuk tidak terlalu terjemur matahari secara terus menerus karena daunnya bisa mengering. Meski masuk dalam jenis kaktus namun seperti dikatakan di awal, tanaman ini berbeda dan memiliki ketahanan terhadap sinar matahari seperti kaktus di gurun pasir. Agar tumbuh bunga, wijaya kusuma juga perlu untuk diberikan pupuk secara rutin, selain butuh media yang poros yang tidak menyimpan air, Juga alagkah baiknya jiga diberikan perangsang untuk tetap selalu berbunga, karena bunga Wijaya Kusuma ini tidak bermusim. Jadi bisa berbunga indah setiap saat. Namun ketika sudah muncul bunga, kamu tidak perlu lagi memberikannya nutrisi dari pupuk, cukup dengan menyiramnya.