Thursday, 22 October 2026


Harga Cabai Melonjak, Ini Kata Dirjen Hortikultura

23 Mar 2021, 15:56 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Hortikultura saat berkunjung ke sentra cabai Garut

TABLOIDSINARTANI.COM, Garut---Harga cabai kini membuat pedas konsumen. Apa penyebabnya? Nah untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, menjelang Ramadhan yang semakin dekat, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto memantau kondisi riil pertanaman cabai di Kabupaten Garut sebagai sentra cabai terbesar nasional, pada Rabu (17/3). 

Anton sapaan akrabnya menilai, tingginya harga cabai yang terjadi saat ini merupakan akibat dari kebijakan PSBB di awal pandemi Covid-19 sehingga petani merugi, kehabisan modal dan akhirnya mengurangi luas tanamnya.

Namun demikian, Ditjen Hortikultura terus mendorong produktivitas petani dengan memberikan bantuan saprodi dan pengendalian OPT. "Meskipun harga tinggi, pemerintah tidak melakukan impor cabai segar. Seratus persen kebutuhan cabai segar di Indonesia, dipenuhi dari produksi dalam negeri," tambahnya.

Secara nasional, Kabupaten Garut memberikan share produksi terbesar pertama untuk cabai besar dan terbesar ke-7 untuk cabai rawit. Selain potensi lahannya yang luas, produktivitas cabainya juga cukup tinggi.

Untuk cabai besar, produktivitasnya mencapai 15,25 ton/ha, sementara untuk cabai rawit mencapai 14,24 ton/ha. Oleh karena itu, pemerintah berharap Kabupaten Garut mampu menjadi peyangga pasokan cabai untuk Jabodetabek. 

Sentra produksi cabai di Kota Dodol itu berada di Kecamatan Samara dan Banyuresmi. Sedangkan sentra pembibitan cabai di Kecamatan Pasirwangi. Luas tanam cabai di kedua Kecamatan tersebut kurang lebih 670 ha dengan cabai rawit seluas 230 ha dan cabai besar seluas 440 ha.

Kedua lahan tersebut diprediksi akan memasuki puncak panen Mei mendatang. "Berdasarkan prediksi tersebut, saya pikir kebutuhan cabai pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dapat tercukupi," ujar Anton.

Pada 2021, Ditjen Hortikultura akan mengembangkan cabai melalui program kampung cabai. Ke depannya, kampung cabai tersebut akan difasilitasi mulai dari sarana persemaian sampai dengan pemasaran. Sentuhan teknologi juga akan digunakan pada proses persemaian benih agar lebih efisien dari segi waktu, sehingga pertanaman bisa dilakukan lebih cepat.

Selain itu, Ditjen Hortikultura juga mendorong peggunaan benih ke arah hibrida. Namun jika petani lebih memilih dengan benih lokal, maka harus dapat melakukan seleksi benih dari tanaman yang sehat sehingga tidak membawa penyakit pada tanaman berikutnya dan produktivitasnya tetap tinggi.

Zonasi Pertanaman Cabai

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Benny Yoga. Ia mengatakan, untuk Ramadhan dan Idul Fitri diprediksi pasokan aman serta harga cabai tidak setinggi saat ini.

Dinas sudah membuat sistem zonasi pertanaman cabai untuk pengamanan pasokan. Untuk menjaga ketersediaan pasokan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri berasal dari pertanaman di Garut Tengah dan Garut Utara. Sementara untuk Natal dan Tahun baru berasal dari Garut Selatan. Potensi luas panen cabai di Garut mencapai 5.500-6.400 ha/tahun. "Dengan potensi tersebut, kami siap menjadi penyangga Jakarta," tegas Benny.

Tak hanya Benny, Sumarna yang tidak lain adalah Champion cabai di Kabupaten Garut turut membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, harga cabai pada Ramadhan nanti akan turun. Harga cabai rawit di tingkat petani diprediksi maksimal Rp 50 ribu/kg.

Sumarna menambahkan, selain Kecamatan Banyuresmi dan Samara, Kecamatan Cibiuk juga akan panen cabai rawit seluas 150 ha. Begitu pula daerah sentra lainnya seperti Sumedang dan Bandung juga mulai panen Ramadhan mendatang.

"Saat ini kami suplai aneka cabai ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta dan Jakabaring Palembang hanya 3 ton per hari, tapi pada saat panen raya nanti tidak kurang dari 10 ton cabai rawit dan 30 ton cabai keriting," ujar Sumarna.

--

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANI. Atau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klik: myedisi.com/sinartani/

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018