Friday, 16 April 2021


Melon Hikapel, Bernutrisi Tinggi dengan Bobot Mini

31 Mar 2021, 17:32 WIBEditor : Gesha

Melon Hikapel dengan bobot mini | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Inovasi hortikultura kini semakin berkembang pesat dengan menghasilkan varietas unggul. Satu yang terbaru adalah Melon Hikapel, hasil inovasi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dilansir dari website Universitas Gadjah Mada, melon jenis ini memiliki ukuran mini kurang dari 250 gram atau seukuran buah apel. 

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono mengatakan melon dengan ukuran kecil ini, praktis dibawa kemana saja. "Baby melon hikapel ini merupakan hasil inovasi dari varietas  handy melon hikapel yang telah diluncurkan pada 2015, " tambahnya.

Dengan ukuran buah yang mini, melon ini memiliki  karakteristik yang sama dengan varietas melon hikapel sebelumnya. Dari segi rasa melon ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi serta mempunyai aroma wangi yang khas.

Baby melon hikapel juga memiliki permukaan kulit buah halus dan mulus seperti buah apel. Sedangkan buah melon pada umumnya mempunyai permukaan kulit buah yang kasar dan mempunyai pola khas.

Sementara daging buahnya lebih berwarna oranye, berbeda dengan melon biasa yang umumnya berwarna hijau. “Buah ini kaya nutrisi, mengandung senyawa beta karoten, vitamin C, dan beberapa mineral,” jelasnya.

Keunggulan lain, baby melon hikapel ini juga tidak terkontaminasi oleh senyawa ethrel yang berbahaya serta rendah pestisida. Dengan begitu aman untuk dikonsumsi.

Kini, varietas ini telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian dan dicatat dalam Daftar Umum PVT. 

Urban Farming

Melon ini cocok untuk dikembangkan masyarakat perkotaan untuk urban farming. Karenanya, pengembangan varietas ini masuk dalam Kerjasama UGM dengan UPT P2BPT DKI Jakarta. 

"Umur panen yang singkat (58-63 hari setelah tanam), dan cocok ditanam di dataran rendah sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan di DKI Jakarta," jelas Prof. Budi.

Sebagai UPT Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (P2BPT) berfokus pada produksi dan pengembangan benih bersertifikat, yang juga melayani permohonan benih/bibit tanaman buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk kebutuhan urban farming.

Karena itu, Kepala UPT P2BPT, Ali Nurdin mengatakan untuk melon hikapel yang kini masih berlabel putih atau murni, pihaknya akan mencoba menanam di UPT, termasuk  diuji coba baik penanaman secara konvensional di lapangan maupun sentuhan teknologi di dalam Green House.

"Sehingga pada saat kami mulai menanam sampai menjadi benih, akan ada pengawalan dari UPT Pusat Sertifikasi dan Promosi Hasil Pertanian,” jelasnya. 

Setelah menjadi benih sebar yang tersertifikasi, melon hikapel ini bisa disebarluaskan, dan masyarakat bisa mempergunakannya untuk menambah komoditas urban farming di DKI Jakarta. 

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018