Friday, 16 April 2021


195 Ton Cabai Rawit Banjiri Pasar Jabodetabek

01 Apr 2021, 09:06 WIBEditor : Yulianto

Kebutuhan cabai rawit pasar DKI Jakarta dan sekitarnya dipasok dari sentra Kediri, Blitar, Cianjur, Garut, Tuban, Bandung dan Sumedang. | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Harga cabai di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi saat ini membuat pedas kalangan ibu rumah tangga. Untuk menormalkan kembali komoditas tersebut, pemerintah akan menggelontorkan cabai sebanyak 195 ton ke pasar induk di wilayah tersebut.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, pihaknya telah menggelontorkan 30 truk atau sekitar 195 ton cabai ke empat pasar utama. Terdiri dari Pasar Induk Kramat Jati, Cibitung, Tanah Tinggi dan Cikopo. Langkah ini untuk menghentikan kenaikan harga di Ibu kota.

"Iya betul, kami sudah meminta teman-teman petani untuk mengirim cabainya ke pasar-pasar induk. Kami berikan subsidi distribusi sebesar Rp 600 per kilogram," ungkapnya.

Prihasto tak menampik menguatnya harga cabai beberapa bulan yang lalu akibat cuaca ekstrem.  Petani cabai banyak yang tidak menanam karena pada musim tanam sebelumnya harga cabai sempat anjlok.

Doktor Ilmu Tanah Universitas Putra Malaysia itu juga menyatakan upaya yang jajarannya sudah terlihat hasilnya saat ini. Keberhasilan ini juga tidak lain karena kerjasama dengan champion cabai, asosiasi cabai dan paguyuban petani cabai bersama pemerintah mengendalikan pasokan dan harga, khususnya di Jabodetabek.

Harga cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati dalam dua pekan terpantau mengalami penurunan. Sempat menyentuh angka Rp 108 ribu/kg kini turun menjadi Rp 60 ribu/kg. Penurunan harga cabai ini terjadi karena cabai yang ditanam pada akhir tahun 2020 sudah mulai panen saat ini.

Prihasto mengatakan, pemerintah juga dorong pengembangan kawasan cabai seluas 5.095 ha yang sebagian besar tertanam pada akhir tahun 2020 kini mulai panen. Ditambah dengan bantuan benih yang setara dengan target luasan 4.671 ha dan sudah tertanam 906,4 ha pada November 2020 hingga Januari 2021. Luas pertanaman akan bertambah lagi sampai Maret dan April yang akan menambah luas panen bulan ini hingga Juni mendatang.

Di lain sisi, anggota Paguyuban Petani Cabai Kediri, Suyono juga mengapresiasi pemerintah yang selalu hadir di tengah kesulitan petani.  Pria asal Kediri Jawa Timur itu juga akan mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Perhatian pemerintah sangat dirasakan manfaatnya. Para pengepul, pedagang, maupun petani siap menjaga stabilitas harga cabai hingga lebaran nanti," ujarnya,

Salah satu petani cabai asal Magelang Jawa Tengah, Darno mengakui subsidi biaya transportasi ini dirasakan sangat besar manfaatnya. "Subsidi biaya transportasi yang diberikan Kementan sangat kami rasakan. Biaya ini membantu meringankan beban pengiriman ke pasar induk di Jabodetabek," tegasnya.

 ==

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

 

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018