Friday, 16 April 2021


Sukses Urban Farming, Pemda Solok Datangi Jakarta

08 Apr 2021, 13:24 WIBEditor : Gesha

Dinas Pangan dan Bappeda Pemerintah Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat datangi Dinas KPKP DKI Jakarta | Sumber Foto:Dinas KPKP DKI Jakarta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Keberhasilan warga Jakarta melakukan kegiatan pertanian di tengah kondisi keterbatasan lahan mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya dari Dinas Pangan dan Bappeda Pemerintah Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat yang melakukan kunjungan kerja ke Jakarta.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menerima kunjungan kerja Dinas Pangan serta Bappeda Kota Solok, Sumatera Barat pada Rabu (7/4) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan sejumlah pembahasan dan sharing informasi terkait pertanian perkotaan (Urban Farming) khususnya Gang Hijau, sesuai dengan tujuan kunjungan kerja yang dalam rangka Sub Kegiatan Penyediaan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Dinas Pangan Kota Solok Tahun Anggaran 2021. Kegiatannya antara lain membuat percontohan Pemanfaatan Jalan Lingkungan. Sekaligus dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Hadir dalam rombongan Dinas Pangan Kota Solok yaitu Kepala Dinas Pangan, Kusnadi, Kabid Konsumsi Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, Yurmiati, Kasi Penganekaragaman Pangan, Wisra, Kasi Keamanan Pangan, Sil Azra, sedangkan unsur Bappeda Kota Solok yaitu Kabid Perencanaan Perekonomian, Trisna Maizora, dan Kasubbid Pertanian Bappeda, Ernisma.

“Gang yang sudah dikembangkan sampai saat ini sebanyak 577 lokasi, atau 25,56 persen dari total 2.258 lokasi gang yang potensial di Jakarta. Di 577 lokasi ini ternyata banyak memberikan manfaat, antara lain ketahanan pangan yang mencapai 207,72 ton per tahun, menggerakkan perekonomian warga sebesar Rp 2,7 milyar per tahun," tutur Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Jakarta, Mujiati.

Kegiatan urban farming ini mampu menyerap tenaga kerja 2.885 orang,  menciptakan ekologi lingkungan 11,5 hektar. "Selain itu juga edukasi aneka tanaman dan teknologi serta sisi estetika kota menjadi lebih indah,” tambahnya.

Gang Hijau merupakan lorong atau jalan kecil yang terletak di perkampungan dalam kota dan ditanami aneka jenis tanaman. Aktivitas yang dapat dilakukan warga yaitu budidaya tanaman (hidroponik, vertikal farming, aquaponik, hanging garden, juga konvensional).

Selain itu dapat menjadi pusat penumbuhan agribisnis, pengolahan hasil berupa makanan dan minuman, interaksi sosial, taman penyembuhan, dan agroeduwisata.

“Menggerakkan warga Jakarta untuk Urban Farming yang dilakukan sejak tahun 2016 perlu serangkaian proses edukasi dan pendampingan, khususnya saat pemberian paket-paket bantuan agar bermanfaat secara maksimal,” kata Kasi Pertanian Perkotaan Dinas KPKP DKI Jakarta, Taufik Yulianto.

Hal ini tidak terlepas dari terjemahan visi dan misi Gubernur DKI Jakarta yang menghendaki ketersediaan pangan yang terjangkau bagi warga Jakarta.

Partisipatif

Partisipasi berbagai perusahaan dalam program CSR juga berperan penting sebab masyarakat membutuhkan sejumlah dana guna menunjang keberlangsungan Urban Farming.

“Semua SKPD di DKI Jakarta berkolaborasi untuk menumbuhkan semangat warga, misalnya kegiatan tanam serentak atau panen serentak ternyata efektif sekali bila dihadiri oleh jajaran pimpinan di wilayah masing-masing atau oleh pemerintah Provinsi,” tutur Mujiati.

Mujiati juga menyampaikan paparan tentang Grand Desain Pertanian Perkotaan DKI Jakarta tahun 2018 – 2030 , yang nantinya tahun 2030 ditargetkan 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) produkif, 30 persen peningkatan produksi, dan 1000 sertifikat produk.

“Kondisi kota Solok mirip dengan Jakarta. Lahan pertanian kami juga terbatas, lahan sawah ada tetapi semakin berkurang, sehingga Urban Farming ini juga cocok untuk kami. Bagus sekali Jakarta telah berhasil mengembangkan Gang Hijau dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,”kata Kepala Dinas Pangan Kota Solok, Kusnadi.

Model-model Gang Hijau di Jakarta antara lain pemanfaatan sisi gang, model pergola, juga gabungan pergola dan sisi gang. Umumnya pergola berbentuk rangka material besi, kayu atau bambu yang dilengkungkan sekaligus ditanami jenis tanaman merambat, berfungsi peneduh dari sinar matahari dan menambah keindahan.

===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

 

 

 

 

 

Reporter : Indri
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018