Friday, 07 May 2021


Pilih Mana, Tanam Hidroponik Tomat untuk Benih atau Masak Buah?

01 May 2021, 14:02 WIBEditor : Gesha

Horticulturist yang aktif berhidroponik di Yogyakarta, Ani Andayani dengan tomat Darajingga hasil hidroponik | Sumber Foto:Pribadi

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA --- Bagi Anda yang ingin bertanam hidroponik, tomat bisa ditanam untuk panen masak buah maupun untuk perbanyakan benih lho. Tapi, ada tips perawatan yang agak sedikit beda.

"Perlakuan untuk pertanaman hidroponik masak buah dan perbanyakan benih, berbeda," ungkap Hidroponic Spesialist dari Yogyakarta, Dr. Ir. Ani Andayani dalam Training Online, Pelatihan Hidroponik Sesi III yang digelar TABLOID SINAR TANI, Sabtu (01/05).

Ani menambahkan, untuk perbanyakan benih ada perlakuan khsusu tertentu, pembatasan buah per klaster (tangkai) dan klaster per pohon. Termasuk seleksi kesehatan tanaman, vigoritas, keseragaman buah dan perfomance biji.

Salah satu perlakukan khususnya adalah lamanya penyinaran yang akan mempengaruhi lama masaknya buah tomat. "Masaknya buah untuk konsumsi, cukup menggunakan 1600 footcandle penyinaran. Jika menggunakan sinar matahari selama 12 jam, maka tomat bisa masak panen 40 hari setelah terbentuknya buah," jelas Ani. Namun jika mendung, maka waktu masaknya akan lebih lambat, sehingga masa panennya lebih lama. 

Kalau untuk produksi benih, kebutuhan sinar sebanyak 1800 footcandle. "Kalau biasa panen tomat konsumsi ada semburat merah atau merah merata, maka ditambahkan 4-5 hari penyinaran insitu," tuturnya.

Diakui Ani, umumnya pelaku hidroponik menggunakan benih dari biji buah yang sudah matang. "Menanam biji tomat dari hasil pemakaian memang boleh boleh saja, tapi menggunakan benih sebar yang baik akan jauh lebih baik," tambahnya.

Karena itu, jika ingin menggunakan buah masak tomat hasil hidroponik, Ani menyarankan jangan langsung dibelah ketika masak. Tetapi biarkan 2-3 hari di suhu ruang dengan sistem aerasi yang baik. "Biji yang dihasilkan layak untuk dijadikan benih," jelasnya.

Pengaturan atau pemangkasan jumlah buah juga harus diperhatikan ketika memasuki fase pembuahan. "Untuk dijadikan benih, kita batasi jumlah buah per klaster, paling hanya 4-5 buah. Dilakukan pemotongan bunga berikutnya dilakukan saat buah tomat sudah besar," tuturnya.

Sedangkan untuk tomat yang dipanen masak, umumnya dalam satu klaster bisa mencapai 7-8 buah dalam satu tangkai. 

Atur Nutrisi

Paling penting menurut Ani adalah dengan mengatur nutrisi tertentu agar tomat masak panen atau untuk perbanyakan benih.

"Kita gunakan formulasi Enshisoho Nutrient Solutions formula yang lengkap jenis dan dosis. Gunakan juga pelarut air bersih dengan EC 0,3-0,5 mds/liter dan pH maksimal 6,3. pH air bisa diatur dengan NaOH atau HCl," jelasnya.

Pemberian nutrisi pada tomat, diawal jangan langsung diberikan nutrisi tinggi. Tetapi secara bertahap, mulai dari 1/3 bagian, 1/2 bagian hingga seluruh dosis. "Cirinya, jika belum terjadi pembungaan atau pucuk calon bunga, nutrisi dengan konsentrasi diberikan bertahap," tambahnya. 

Tak hanya itu, atur juga pH, smoothing akar dengan aerasi hingga pengecekan EC. "Diberikan aerasi agar akar tidak berubah menjadi cokelat dan mampu menyerap nutrisi," jelasnya.

Lakukan pembaruan nutrisi 3-4 hari sekali dengan menguras renewal solution 3-4 minggu sekali. Tentunya dengan  menjaga pH dan EC yang sesuai. pH pun diatur antara 6.0 – 6.5 dan EC bervariasi mulai 0.9 menuju 1.2 hingga 2.2,  maksimal 2.5 dengan pelarut air bersih.

Lakukan juga Aerasi sekitar akar tanaman dengan stabil dan menyertakan aerator bila menggunakan sistem DFT agar respirasi akar tetap baik. 

"Akar yang sehat dicirikan warna yang tidak mencoklat atau menghijau karena lumut. Bila terjadi overflow karena pengaturan volume larutan maka tetap harus cek pH dan EC nya," bebernya. 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018