Friday, 07 May 2021


500 Ha Kebun Kurma di Aceh, Bisa Hasilkan 300 Kg Per Pohon

05 May 2021, 11:25 WIBEditor : Ahmad Soim

Kebun kurma di Aceh | Sumber Foto:Abda

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Hamparan hijau Barbatee. Di situlah lokasi kebun kurma yang luasnya mencapai 500 hektar. Terdapat sebelas ribu pohon kurma di dalamnya. Setiap hari libur selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun domestik.

Sinar Tani mencoba menjelajahi kebun kurma Barbate bersama dekan dan mahasiswa praktek Fakultas Pertanian (FP) Universitas Abulyatama Aceh beberapa waktu lalu.

Kebun yang terletak di Gampong Meunasah Mon kecamatan Krueng Raya, Aceh Besar, adalah terluas di Asia Tenggara. 

Perjalanan ke lokasi membutuhkan waktu antara 20 - 30 menit. Di sepanjang jalan yang dilalui sebagian ada berbukit dan ada yang mendaki. Namun tidak menjenuhkan, karena disetiap sisi jalan akan dimanjakan dengan panorama yang indah serta pemandangan hutan tropis.

BACA JUGA:

Sanking asyiknya, tanpa disadari akan terlihat bentangan hamparan luas menghijau yang merupakan kebun kurma terbesar di Asia Tenggara, adalah Mahdi Muhammad SE, mantan pimpinan Bank Indonesia yang juga seorang putra Aceh sebagai penggagasnya.

Di lahan selaluas 500 hektar tersebut, terdapat 11 ribu pohon kurma. Jenis kurma yang dikembangkan yaitu kurma Timur Tengah dengan bibit kultur jaringan antara negara Perancis dan Inggris.

Pohon kurma dengan jarak tanam 8 - 10 meter tersebut berada pada lahan berbukit suboptimal, tandus dan berbatu. Ada beberapa jenis/varietas kurma yang ditanam diantaranya Barhi, Azwa dari Inggris dan Abudhabi. Sedangkan jenis kurma jantannya yaitu Gunnami. Pohon kurma di lokasi tersebut sudah berusia ada yang berumur dua hingga lima tahun. 

Kebun kurma dirawat secara khusus tanpa tersentuh kimia, oleh praktisi organik Admansyah Lubis. Dia adalah penemu pupuk organik Bioaktivator (Adkom) pupuk bio kimia organik kelompok mikroba ototrotop dan heterotrotop yang bekerja mengurai unsur kimia organik menjadi senyawa organik.

Untuk mengetahui umur pohon kurma secara alamiah kata Admansyah, dengan cara menghitung pelepah daunnya. Setiap tiga pelepah dihitung mulai dari bawah pohon biasanya sudah berumur setahun, artinya setiap mengeluarkan satu putaran butuh waktu 4 bulan.

"Umumnya pohon kurma akan mengeluarkan buah pada saat umur 4 tahun lebih", ujarnya.

Adapun formula untuk pertumbuhan vegetatif menggunakan pupuk Bioaktivator dicampur dengan kotoran sapi dan kohe ayam untuk masa generatif digunakan kohe kambing dan limbah ikan.

Keberhasilan suatu tanaman sambungnya, sangat ditentukan oleh struktur dan kesuburan tanah. Keberadaan bakteri bioaktivator mampu menjaga kesuburan tanah dari tanah suboptimal menjadi tanah yang produktif.

Selama ini keberadaan kebun kurma Barbatee menjadi sarana bagi peneliti dan perguruan tinggi untuk penelitian model perkebunan di lahan marginal.

Bahkan untuk mempertahankan kesuburan lahan, dosen Fakultas Pertanian Unsyiah Dr Yadi Jufri juga turut melakukan  riset dengan tanaman Tithonia.

Untuk kurma jenis Barhi, lanjut Admansyah, biasa anakannya tumbuh bonggolnya besar dan pelepahnya tinggi, bila mengeluarkan bunga merupakan bunga betina, yang merupakan calon buah kurma.

Untuk bunga jantan dapat disimpan pada suhu tertentu selama dua tahun. Dari mulai berbunga, dikawinkan hingga mengeluarkan calon buah membutuhkan waktu selama enam bulan.

Lebih lanjut dikatakan kalau lahannya kurang subur, hasil per tandan hanya 3 - 5 kg. Dengan kesuburan lahan biasanya akan menghasilkan 8 - hingga 12 kilogram. Untuk sekali musim dalam setahun kurma hanya sekali berbuah, namun hasilnya 28 tandan. Minimal beratnya 200 hingga 300 kg. Untuk hasil minimal saja di Thailand harganya Rp 350.000 per kilogram. Sehingga untuk satu batang pohon kurma menghasilkan Rp 70 juta/tahunnya. "Sementara untuk harga bunganya saja Rp 12 juta", bebernya.

Setiap pengunjung yang datang berkelompok biasanya akan diberikan pemaparan dan edukasi seputar kurma dan prospeknya.

Dekan FP Unaya, Elvrida Rosa memberikan apresiasi, dengan adanya sosialisasi di lokasi ini katanya, para mahasiswanya juga bisa dilibatkan sebagai sarana praktek dan penelitian. Sehingga pihaknya dapat mempelajari teknologi inovasi pertanian yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. 

Dia juga kagum dan bangga dengan kondisi lahan berbatu. Selain kurma di lahan tersebut juga masih bisa dimanfaatkan untuk sayuran organik (selada dan kangkung), yang dikelola oleh milenial termasuk pembuatan pupuk organiknya.

Selama beberapa tahun terakhir ini, lokasi kebun kurma tidak hanya sebagai sarana edukasi dan penelitian saja. Karena ada beberapa tempat menyediakan sarana berkuda, motocross dan panahan.

Bahkan kalau anda berkunjung tidak perlu repot membawa bekal, karena beberapa Cafe menyediakan menu lengkap dengan berbagai macam makanan dan minuman.

Memasuki masa Panen

Saat dihubungi penggagasnya yang juga pengurus Maporina Aceh, Mahdi Muhammad SE mengatakan, selama Ramadan kebun kurma ditempatnya secara bertahap sudah mulai di panen dan akan berlanjut setelah Idul Fitri. Momen ini tentu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun domestik. Karena dapat membeli dengan cara memanen langsung dari pohonnya.

Namun jika masih penasaran anda bisa berkunjung langsung, karena di lokasi yang berdekatan juga ada kebun kurma Baitulmal Barbatee yang diwakafkan oleh dua petani kurma Aceh Mahdi Muhammad dan Syukri. Luasnya 16 hektar dan terdapat 300 pohon kurma yang siap untuk di panen.

"Walaupun hasil panennya belum dijual, permintaan untuk kurma muda tetap tinggi, harganya dibandrol Rp 300.000 per kilogram", pungkasnya.

 === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018