Friday, 18 June 2021


Manfaatkan Sekam Padi, Riswan Sukses Kembangkan Bisnis Tanaman Hias

16 May 2021, 13:06 WIBEditor : Ahmad Soim

Riswan bisnis tanaman hias | Sumber Foto:Suriady

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap -- Masyarakat membeli dan memelihara tanaman hias untuk mempercantik halaman dan ruangan rumah. Selain itu memelihara tanaman hias juga menjadi salah satu hobby yang menyenangkan untuk dilakukan di tengah kesibukan sehari-hari.

Riswan (25) salah seorang pemuda milenial  yang hobby membudidayakan tanaman hias tinggal di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan. Ia mulai menekuni bisnis ini sejak tahun 2007. Awalnya, Riswan hanya sekedar hobby namun dengan semakin banyaknya permintaan akan tanaman hias dan prospek bisnis tanaman hias juga semakin bagus, baik sekarang ataupun di masa yang akan datang.  Akhirnya hobby Riswan dengan tanaman hias menjadi pekerjaan tetapnya sebagai pembudidaya tanaman hias.

Kesibukannya sebagai pembudidaya tanaman hias membuat Riswan bolak balik ke Jakarta untuk membeli tanaman hias sesuai dengan tanaman hias yang menjadi incaran masyarakat saat ini.

Saat Reporter tabloidsinartani.com mengunjungi tempat usaha budidaya tanaman hiasnya Riswan lebih awal menceritakan mengenai letak lokasi usaha budidaya tanaman hias miliknya. "Awal mula usaha budidaya tanaman hias kami lokasinya agak dalam dan tidak nampak terlihat oleh masyarakat dan sangat tidak efektif dalam usaha tanaman hias," kata Riswan.

Sekitar tahun 2011 Riswan memilih pindah dan mencari tempat yang strategis agar nampak terlihat oleh masyarakat.

BACA JUGA:

"Iya, kami memilih pindah dan mencari tempat yang strategis agar usaha budidaya tanaman hias kami terlihat oleh masyarakat setempat maupun yang lewat, Alhamdulillah kami sudah memiliki tempat yang strategis dengan luas lebar 19 meter dan panjang 32  meter tentunya sudah layak dan luas untuk usaha budidaya tanaman hias dibanding sebelumnya," ungkap Riswan.

Riswan mengatakan bahwa "Untuk media tanam yang kami gunakan yakni sekam padi karena bentuknya yang seperti perahu dan memiliki lambung, sehingga mampu menahan nutrisi lebih lama, disamping itu sekam padi memiliki manfaat yakni, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan porositas dengan campurkan sekam padi bersama media tanam terutama untuk pot/polybag maka tanah akan memiliki sifat gembur dan poros," jelas Riswan.

Riswan lebih jauh mengatakan " sekam padi juga bisa dibakar lebih dahulu sampai gosong setengahnya (50%) atau gosong penuh (100%) kemudian digunakan sebagai campuran media tanam, campurkan sekam bakar dengan tanah dan pupuk kandang, keuntungan pakai sekam bakar adalah steril, poros, banyak unsur hara, untuk pengikat unsur hara dalam tanah, sehingga selalu tersedia untuk tanaman, memperbaiki tingkat keasaman tanah, kandungan silikanya dapat memperkuat daun, lebih tegak daun-daunnya, kandungan phospatnya dapat memperkuat tanaman dan mendorong perkembangan sel-sel tanaman, dan ringan sehingga pot tanaman mudah mobilisasinya," urainya.

Masalah yang sering dihadapi Riswan dalam budidaya tanaman hias yakni hama berupa siput-siput, lintah-lintah, semut sedangkan penyakit yakni bercak dan busuk daun.

Mengatasi penyakit bercak dan busuk daun yang sering terdapat pada tanaman hias miliknya, Riswan langsung melakukan pemotongan tunas daun tanaman untuk memutus penyebaran penyakit agar tanaman lainnya tidak tertular.

Adapun jenis-jenis tanaman hias yang dibudidayakan Riswan yakni, Aglomena, Antrium, Kaktus, Bromelia, Adenium, Kaladium, Anggrek, Agave, Palem, Kalatea, Puring dan Bonsai.

Di antara beberapa jenis tanaman hias yang dibudidayakan Riswan, yang banyak peminatnya yakni jenis Aglonema dan Antrium karena kedua jenis tanaman hias ini merupakan tanaman hias import dari Thailand dan harganya pun terjangkau.

Harga tanaman hias yang paling tinggi milik Riswan dan yang pernah dijual yakni jenis Kamsiah Rp 2.500.000 dan harga yang paling rendah yakni jenis Aglomena dan Antrium dengan harga Rp 35.000 itupun tergantung dari besar kecilnya tanaman.

Sementara untuk pembeli tanaman hias Riswan, berasal dari Pinrang, Polewali, Makassar, Parepare, Wajo, Barru dan Sidrap sendiri.

Riswan menambahkan bahwa "selama adanya covid-19 pembeli sangat berkurang tetapi sebelum-sebelum ada covid-19 pembeli yang berkunjung ketempat kami ramai dan biasa kami mendapatkan hasil penjualan 10 juta perhari itupun tergantung dari pembeli apabila pembeli ramai penghasilan kami besar tetapi apabila pembeli sepi penghasilan kami kecil jadi penghasilan usaha budidaya tanaman hias kami ini tidak menentu semuanya tergantung pembeli," tutup Riswan 

Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman hias yakni perawatan tanaman seperti penataan tempat, kesehatan dan  penyiraman tanaman secara berkala dan rutin dilakukan

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018