Friday, 18 June 2021


Cara dan Untung Tanam Pisang Cavendish di Bener Meriah

08 Jun 2021, 05:13 WIBEditor : Ahmad Soim

Hendri dan pisang cavendishnya | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh -- Pertama Ia hanya menanam 500 batang bibit pisang  Cavendish, setelah melalui proses perawatan dengan hasil  pertumbuhannya yang bagus maka ditambah sebanyak 2.000 batang lagi.

Di Kecamatan Rime Gayo yang merupakan pintu gerbang memasuki Kabupaten Bener Meriah terdapat lahan yang subur dan masih terbentang luas lahan potensial pertanian.

Hendri  petugas teknis pada demplot Pisang Cavendish di UPTD BBPTPH Rimba Raya mengatakan bahwa pisang tersebut ditanam pada lahan seluas 4 hektar. Hasil demplotnya merupakan terbaik dari empat provinsi.  Pisang ini ditanam 2.400 batang per hektar, sekarang umurnya sudah enam bulan.

Hendri  Koordinator UPTD, ditunjuk oleh PT GGP Lampung dan terlibat langsung mulai dari penyemaian bibit, penanaman dan perawatan di lahan tanam hingga pascapanen. 

Dalam budidaya katanya, pupuk yang diberikan yakni Petroganik 5 - 6 kg per lubang. Walaupun ada juga menggunakan kimia hanya sekedar saja, seperti Urea dan KCL hanya 25 - 75 gram/batang per bulan. Sedangkan pupuk NPK digunakan saat pembibitan saja. Bibit yang masih kecambah (planlet) terlebih dahulu disemai dalam polybag. Kemudian setelah berumur dua bulan dipindahkan ke lapangan. 

BACA JUGA:

Ayah empat orang anak ini merupakan alumni Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Putih,  Aceh Tengah (2005). Anak pertamanya saat ini sedang melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU), Medan. 

Sehari-hari ia bekerja di Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Bener Meriah, namun ia lebih senang menghabiskan waktu luang menjadi petani. 

Karena keberhasilannya menanam pisang Cavendish, selesai panen, dirinya akan diundang khusus ke perusahaan GGP di Lampung.

Selain aktif dalam budidaya pisang, dirinya juga memiliki lahan kopi, namun selama ini harga kopi dunia sangat merosot. 

Dalam melaksanakan tugasnya di lapangan pihaknya dibantu sepuluh pekerja milenal, membumbun, membuang daun rusak dan pengendalian gulma termasuk memasang plastik ke tandan buah jelang panen. 

Menurutnya perusahaan menanggung semua biaya mulai dari pembibitan (nursery) sampai ke gaji pekerja Rp 80.000 - 100.000/orang per hari. 

Bahkan saat tanam perdana, selain dihadiri oleh beberapa Dirjen dan Bupati Bondowoso, juga pernah dikunjungi oleh Wakil Menteri ATR Pertanahan termasuk Pak Muslim anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat

Walaupun mendapatkan gaji setiap bulannya,  dia juga ingin belajar sehingga nantinya bisa mengadopsi teknologi budidaya maupun pasca panennya. 

InshaAllah bulan September nanti akan dibangun pola kemitraan yang melibatkan kelompok tani. "Nanti pasar akan terjamin dan sudah ada yang tampung," ujarnya semangat. 

Target kedepannya untuk Aceh ada 300 hektar hingga tahun 2026, karena ketersediaan lahan yang luas dan sangat mendukung. Pihaknya secara teknis siap, kalau regulasi dan MoUnya itu tergantung pada stakeholder. 

Umur panen pisang ini setahun, perkiraannya sekitar 8 - 10 bulan. Alhamdulillah, hasil penilaian tim GGP Lampung, dari empat provinsi pelaksana demplot (Bali, Jawa Timur, Lampung dan Aceh). "Provinsi Aceh merupakan yang terbaik, baik rasa, berat dan sangat sesuai dengan kondisi agroklimat," ungkapnya bangga.

Tanaman pisang Cavendish dapat dipanen selama 4 - 5 generasi. Untuk satu hektar menghabiskan modal sekitar Rp 50 - 70 juta. Sementara per tahun bisa menghasilkan minimal 60 sampai 80 ton per hektar. Harga panen tingkat petani Rp 3.000 per kilogram. Sedangkan per musim panen totalnya mencapai Rp 180 - 240 juta per hektar.

Komodoti hortikultura ini rencananya akan diekspor melalui pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe. 

Setelah berbuah, kemudian anakannya dipelihara kembali. 

Per tandan pisang ini katanya mencapai berat 36 kg, dengan perbedaan kisaran 8 kg per tandan dibanding daerah lain. 

Harapannya agar pemerintah Kabupaten dan Provinsi, dengan bagusnya hasil produksi dapat memberdayakan petani sehingga merubah pendapatan ekonomi masyarakat setempat. 

Sementara jumlah yang sudah dipanen 1.100 batang dari 2.200 batang tanaman per hektar. Namun masih ada yang belum panen 900 tandan lagi, dengan perkiraan hasilnya sekitar 27 ton.

Merasa mendapat pengalaman dari Pisang Cavendish, saat ini dirinya juga mencoba menanam Pisang Barangan merah pada lahan sendiri seluas satu hektar. 

Terkait hama Gajah sangat sulit dikendalikan, seharusnya mendapat perhatian dari Pemda terhadap hewan yang dilindungi. Sedangkan penyakit belum ada gejalanya. 

Anak bungsu dari 5 bersaudara, lulusan STM Bireuen tahun 1991 mulai bekerja di pemerintahan sejak tahun 1999. Kemudian tahun 2007 pindah ke Bener Meriah. Sepuluh tahun dirinya mengabdi maka di tahun 2017 hingga sekarang ditunjuk menjadi Koordinator UPTD BPTPH Rime Raya, Dinas Pertanian Pangan.

Anak pasangan Saiman (80) dan Taminem (75) ini, mulai bertani dengan menanam jagung hibrida Bisi 2 di lahan UPTD BBPTPH seluas 5 hektar. "Kalau Jagung manis pasarnya bagus dan gampang, karena pedagang datang sendiri beli saat panen," tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah Ir Nurisman, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan demplot tersebut.

Menurutnya, "Pengembangan pisang Cavendish di Kab. Bener Meriah merupakan salah satu prospek bagus dan menguntungkan petani, karena pemasarannya sudah terjamin sebagai salah satu komoditi ekspor di bidang Hortikultura" pungkasnya.

____

 Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018