Thursday, 17 June 2021


Giripuro, Desa Organik di Kota Apel

09 Jun 2021, 20:56 WIBEditor : Yulianto

Desa Giripuro, satu dari 100 smart city di Indonesia | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Kota Batu---Produk organik kian naik daun. Salah satu desa yang mengembangkan pertanian organik adalah Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Produk sayur organik andalan yang biasa dibudidayakan petani di desa tersebut adalah sayuran daun. Diantaranya, sawi daging, caisim, bayam merah, bayam hijau, selada keriting, romaine dan banyak lainnya.

Desa Giripurno menjadi salah satu contoh, sehingga Kementrian Komunikasi dan Informatika RI melalui Dinas Kominfo Kota Batu bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu mengadakan diskusi virtual program "Smart Green Product".

Kegiatan  ini merupakan bagian 100 smart city  di Indonesia. Salah satunya adalah di Kota Batu. Kegiatan virtual ini merupakan tinjauan lapang bagi pelaku organik yang sudah  mengembangkan produk sayur organik.

Wijianto S, Ketua Gapoktan Sumber Urip Desa Giripurno menceritakan bagaimana perkembangan pertanian organik. Menurutnya, awal kegiatan organik ini merupakan program rutin dari Dinas Pertanian yang dimulai pada tahun 2012. “Saya sendiri mulai budidaya organik dari tahun 2013 sampai sekarang,” ujarnya.

Wijianto mengatakan, perkembangan organik di Desa Giripurno dari awal yang hanya 4 petani, kini sudah menjadi 10 orang. Perkembangan yang terlihat lambat tersebut dapat dimaklumi karena memang sistem pola tanam antara organik dan konvensional yang cukup berbeda. 

Menurutnya, pertanian organik memang dibutuhkan sedikit  kesabaran, terutama dalam hal pola tanam, Sebab, panen sayuran organik memang tidak sebanyak pertanian konvensional yang dalam satu lahan bisa dipanen secara bersama. “Untuk pertanian organik panen sayur berdasarkan permintaan dari pasar,” ujarnya.

Perkembangan permintaan organik di Desa Giripurno tergolong pesat. Saat awal kegiatan pengembangan pertanian organik masih sangat terbatas hanya satu pasar. Namun kini permintaan bukan hanya dari Kota Batu, tapi luar Kota Batu seperti Kota Malang, Surabaya, Sidoarjo, Pandaan, Mojokerto dan Yogyakarta.

Tingkat kesejahteraan petani organik di Desa Giripurno pun lambat laun meningkat seiring dengan berkembangnya pasar,” kata Wijianto. Keuntungan yang didapat dari pertanian organik adalah harga yang tidak berubah-ubah, sehingga petani dapat menghitung secara periodik keuntungan yang didapat dalam sebulan.

Wijianto juga menjelaskan, perkembangan pertanian organik juga tak luput dari peran besar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang ikut mendorong baik materi ataupun support fisik.  Dukungan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan adalah pelatihan yang diadakan rutin setiap tahun untuk menunjang ilmu petani dalam budidaya pertanian secara organik.

Selain itu support fisik juga diberikan Dinas Pertanian berupa bibit dan screen House langsung ke pelaku organik. “Petani organik juga disupport penyuluh desa agar bisa mandiri dalam menciptakan saprodi organik, sehingga petani tidak melulu mengharapkan bantuan dari pemerintah,” tuturnya.

“Kami banyak terima kasih, khususnya ke Dinas Pertanian Ketahanan Pangan karena telah membantu dalam perkembangan pertanian organik di Desa Giripurno,” katanya.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018